RRI Mataram

RRI Mataram Lembaga Penyiaran Publik RRI Mataram

07/08/2026

RRI.CO.ID, Mataram — Bursa pemilihan Ketua KONI NTB mulai menghangat. Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, secara terbuka menyatakan dukungannya agar Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, maju memimpin KONI NTB.

‎"Kita sama-sama memberikan dukungan penuh kepada Gubernur sebagai Ketua KONI NTB," kata Marciano usai bertemu Iqbal di Pendopo Gubernur NTB, Jumat, 7 Agustus 2026.

Reporter: Muh. Halwi

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memperkuat strategi penanggulangan kem...
07/08/2026

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan dengan menyasar langsung keluarga yang berada pada kelompok kemiskinan ekstrem.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengungkapkan angka kemiskinan di Lombok Barat saat ini berada di kisaran 11,90 persen. Di dalam kelompok tersebut terdapat ribuan keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem dan membutuhkan intervensi berbeda dibanding masyarakat miskin yang masih memiliki kemampuan untuk diberdayakan.

“Sekarang ini angka kemiskinan kita 11,90 persen. Kalau hitungan dari BPS, kita melihat data desil satu dan desil dua. Untuk yang paling bawah, keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem sekitar empat ribuan KK,” ujar Nurul Adha saat ditemui RRI di ruangannya, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa menerapkan pola pemberdayaan yang sama kepada seluruh kelompok masyarakat miskin. Keluarga yang berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem dinilai membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar terlebih dahulu sebelum diarahkan menuju program pemberdayaan ekonomi.

“Kalau yang ekstrem ini adalah keluarga yang tidak berdaya. Artinya, kalau kita berikan pemberdayaan saja, berat sekali bagi mereka untuk mengangkat diri. Karena itu, pendekatannya harus menyentuh kebutuhan dasar,” katanya menegaskan.

Simak berita selengkapnya https://rri.co.id/mataram/regional/2632009/kemiskinan-lombok-barat-1190-persen-sekotong-jadi-wilayah-paling-rentan

Baca berita lainnya di rri.co.id/mataram

07/08/2026

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan pembagian sejuta bendera merah putih, Jum'at 7 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh pelajar jenjang SD, SMP, SMA se-Kota Mataram.

Reporter: Muh. Halwi

RRI.CO.ID, Dompu – Krisis air bersih melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, seiring musim ...
06/08/2026

RRI.CO.ID, Dompu – Krisis air bersih melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, seiring musim kemarau yang semakin panjang.

Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Kilo, Pajo, Hu'u, serta sebagian wilayah Kecamatan Woja yang kini mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Di Kecamatan Woja, desa yang paling terdampak yakni Desa Nusa Jaya, Serakapi, dan Madaprama. Ketiga desa tersebut selama ini memang menjadi kawasan langganan bencana kekeringan dan krisis air bersih karena berada di wilayah perbukitan cadas yang memiliki sumber air sangat terbatas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dompu, Wan Muntajul, mengatakan berdasarkan hasil pendataan terbaru, bencana kekeringan telah berdampak terhadap 8.889 kepala keluarga atau sebanyak 26.697 jiwa yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama pada wilayah yang belum terjangkau jaringan PDAM maupun sumur bor dalam.

"Kami menyiapkan empat unit mobil tangki air," katanya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kendaraan tersebut, kata Wan Muntajul, merupakan bantuan operasional dari BPBD, PDAM Tirta Rora, serta dua unit mobil tangki milik Polres Dompu.

Ia menjelaskan, empat mobil tangki tersebut secara bergiliran mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak dengan jadwal pelayanan setiap tiga hari sekali.

Distribusi dilakukan sesuai tingkat kebutuhan masyarakat dan kondisi akses menuju lokasi.

Selain menimbulkan krisis air bersih, musim kemarau juga memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 35 persen dari total luas lahan pertanian Kabupaten Dompu atau sekitar 39.870 hektare mengalami kekeringan.

Sebagian besar lahan tersebut tidak dapat digarap petani karena selain minimnya curah hujan, wilayah tersebut juga belum memiliki fasilitas sumur bor dalam sebagai sumber air alternatif.

Kondisi ini menyebabkan terganggunya sistem irigasi dan mengancam produksi pertanian pada musim tanam tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Dompu terus melakukan koordinasi lintas instansi untuk memperluas layanan distribusi air bersih sekaligus mengupayakan solusi jangka panjang melalui pembangunan sarana air bersih dan sumur bor di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan.

Simak berita lainnya di rri.co.id/mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Polresta Mataram memusnahkan 41,32 gram sabu dan 215 butir ekstasi di Markas Polresta Mataram, Sela...
05/08/2026

RRI.CO.ID, Mataram - Polresta Mataram memusnahkan 41,32 gram sabu dan 215 butir ekstasi di Markas Polresta Mataram, Selasa 4 Agustus 2026. Barang bukti itu berasal dari perkara narkotika yang menjerat tersangka berinisial F dalam operasi di Ampenan Selatan.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko mengatakan pemusnahan merupakan bagian dari proses penegakan hukum sekaligus bentuk transparansi penyidikan. Sebagian barang bukti disisihkan untuk kepentingan uji laboratorium dan pembuktian di persidangan.

"Pemusnahan hari ini berupa narkotika jenis sabu dan ekstasi yang disita dari tersangka F. Pemusnahan ini telah mendapat persetujuan dari pihak Kejaksaan," kata Hendro.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas 41,32 gram sabu dan 215 butir ekstasi. Sabu dimusnahkan dengan cara diblender menggunakan air dan deterjen hingga tidak dapat digunakan kembali.

Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan Satresnarkoba Polresta Mataram terhadap tersangka F. Polisi sebelumnya menyita 15 paket sabu dengan berat netto 42,82 gram dan 271,5 butir ekstasi berlogo LV+ dari perkara itu.

Sebanyak 0,75 gram sabu disisihkan untuk uji laboratorium dan 0,75 gram lainnya untuk pembuktian di pengadilan. Sementara itu, masing-masing 28,25 butir ekstasi disisihkan untuk uji laboratorium dan barang bukti persidangan.

Kasus itu terungkap dari pengembangan penangkapan seorang pria berinisial AS di sebuah rumah kos di Lingkungan Banjarmantri, Kecamatan Cakranegara, pada 15 Juli 2026. Dari keterangan AS, polisi menggerebek rumah F di Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan.

Di rumah F, polisi menemukan puluhan gram sabu yang disimpan di dalam brankas. Selain itu, polisi juga ratusan butir ekstasi dalam beberapa kemasan yang tersimpan dalam toples.

"Ancaman hukumannya dapat berupa pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun, disertai denda hingga Rp2 miliar," ujar Hendro.

Simak berita lainnya di rri.co.id/mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Aksi balap liar kembali memakan korban jiwa. Seorang remaja berusia 14 tahun meninggal dunia setela...
04/08/2026

RRI.CO.ID, Sumbawa - Aksi balap liar kembali memakan korban jiwa. Seorang remaja berusia 14 tahun meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan kendaraan lain di Jalan jurusan Samota-Penyaring, tepatnya di depan Sirkuit MXGP Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa. Kecelakaan maut ini terjadi, Sabtu 1 Agustus 2026, sekitar pukul 18.00 Wita.

Korban diketahui berinisial JS (14), pelajar asal Kecamatan Moyo Utara. Menurut informasi, korban mengalami luka berat akibat benturan keras dan sempat dilarikan ke RSUD Sumbawa. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu, pengendara sepeda motor Honda Vario, berinisial RR (14), pelajar asal Kecamatan Labuhan Badas, mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan.

Kapolres melalui Kasat Lantas Polres Sumbawa, AKP. Belly Rizaldi Nata Indra, S.Tr.K., S.IK, Senin 3 Agustus 2026, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula ketika korban JS mengendarai sepeda motor Honda Sonic dari arah Penyaring menuju Cabang Samota, sambil beradu kecepatan atau melakukan balap liar dengan rekannya yang juga mengendarai sepeda motor jenis Honda Sonic.

Saat melaju dengan kecepatan tinggi di jalan lurus depan Sirkuit MXGP, dari arah kiri jalan muncul sepeda motor Honda Vario yang dikendarai RR dan sedang berputar arah menuju sisi kanan jalan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan laju kendaraan korban cukup tinggi, tabrakan tidak dapat dihindari.

Benturan keras terjadi pada bagian samping kanan sepeda motor Honda Vario. Akibatnya, korban bersama sepeda motornya terpental hingga ke bahu jalan sebelah kiri, sedangkan pengendara Honda Vario juga terjatuh di lokasi kejadian.

"Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kecelakaan dipicu kelalaian pengendara Honda Sonic yang melaju dengan kecepatan tinggi saat melakukan balap liar, sehingga tidak mampu menghindari kendaraan yang sedang berputar arah," kata Belly.

Dari hasil pemeriksaan, polisi juga menemukan fakta bahwa kedua pengendara masih berusia 14 tahun, belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta tidak menggunakan helm saat berkendara. Kondisi tersebut memperbesar risiko fatal ketika kecelakaan terjadi.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1 juta.

Usai menerima laporan, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Sumbawa langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, memeriksa kondisi korban, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga membawa kedua korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Belly mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor. Ia juga mengingatkan bahwa balap liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak memberikan kendaraan kepada anak yang belum memenuhi syarat untuk berkendara. Balap liar merupakan aktivitas yang sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa. Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas bersama," tegasnya.

Simak berita lainnya di rri.co.id.mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Polresta Mataram menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswi Unram Nadya Dwi Ramadhany alias ...
04/08/2026

RRI.CO.ID, Mataram - Polresta Mataram menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswi Unram Nadya Dwi Ramadhany alias NDR (21 tahun) di kamar kosnya di Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Senin 3 Agustus 2026. Sebanyak 44 adegan diperagakan tersangka HK (18 tahun).

“Hari ini diperagakan 44 adegan di tiga lokasi,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP.

Lokasi pertama yaitu di kos korban di Gang Sakura, Kelurahan Gomong. Pada lokasi pertama, tersangka memeragakan 16 adegan.

“Adegan meliputi proses HK masuk ke kos korban hingga ketika tersangka membawa motor korban,” ujar Dharma.

Pantauan di lapangan, reka adegan dilakukan mulai sekitar pukul 10.30 Wita. Rekonstruksi di Gomong ramai dengan warga yang ikut menyaksikan dari luar garis polisi.

Sorak sorai warga terdengar sejak saat HK dikeluarkan dari mobil penyidik. Warga setempat juga meneriaki tersangka hingga polisi harus turun tangan menenangkan.

Selain di kos Gomong, rekonstruksi juga dilakukan di sebuah jalan di sekitar SMKN 2 Kuripan. Di sana merupakan lokasi tersangka membuang alat bukti berupa telepon genggam yang dicuri dari korban.

Sementara lokasi ketiga berada di Labuhan Aji, Lombok Timur. “Lokasi tersebut tempat tersangka membuang hp korban saat bertemu dengan pacarnya,” ungkap Dharma.

Sebagai informasi, NDR ditemukan meninggal di kamar kosnya pada Minggu, 17 Mei 2026. Dugaannya, mahasiswi asal Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat itu meninggal karena menjadi korban pembunuhan.

Dalam pengusutan kasus ini, kepolisian telah menetapkan HK (18 tahun) sebagai tersangka tunggal. HK diduga melakukan pembunuhan usai aksi pencuriannya diketahui oleh korban.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan tersebut. Di antaranya adalah motor korban yang telah dipreteli beberapa bagiannya oleh tersangka untuk menghilangkan jejak.

Simak berita lainnya di rri.co.id/mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Dominasi atlet pelajar SMAN 3 Mataram pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 men...
03/08/2026

RRI.CO.ID, Mataram – Dominasi atlet pelajar SMAN 3 Mataram pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 menjadi bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan sekolah. Sebanyak 39 medali berhasil dibawa pulang para siswa dari berbagai cabang olahraga, terdiri atas 18 medali emas, 13 medali perak, dan 8 medali perunggu.

Prestasi tersebut diraih melalui beragam cabang olahraga, di antaranya balap sepeda, atletik, duathlon, menembak, karate, futsal, panahan, renang, voli, hingga olahraga seni bela diri. Capaian itu menempatkan SMAN 3 Mataram sebagai salah satu sekolah dengan kontribusi atlet terbanyak pada Porprov XII NTB 2026.

Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah mengharumkan nama sekolah maupun daerah melalui prestasi olahraga.

"Selamat kepada seluruh siswa kami yang telah memberikan prestasi luar biasa bagi SMAN 3 Mataram, Kota Mataram, maupun daerah yang mereka wakili. Kami berharap para peraih medali emas dapat terus berkembang dan nantinya berpeluang memperkuat NTB pada Pekan Olahraga Nasional 2028," ujarnya, Sabtu 1 Agustus 2026.

Ia mengatakan sekolah tidak hanya memberikan ucapan selamat, tetapi juga akan memberikan penghargaan kepada para atlet sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka selama mengikuti kompetisi.

Menurut Yuspita, sekolah juga berkomitmen menjaga keberlanjutan prestasi para atlet. Guru diminta memberikan dukungan akademik sehingga siswa tetap mampu mengikuti pembelajaran meski harus menjalani pemusatan latihan maupun mengikuti pertandingan.

"Kami sudah menyepakati dalam rapat kerja bahwa guru harus memberikan ruang bagi siswa berprestasi untuk mengejar tugas dan mengikuti pembelajaran. Jangan sampai mereka yang membawa nama baik sekolah justru kesulitan secara akademik karena mengikuti kejuaraan," tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan meraih 39 medali menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus memperkuat pembinaan prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Sinergi antara guru, pelatih, dan orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi prestasi siswa di tingkat daerah hingga nasional.

Data sekolah menunjukkan, dari total 39 medali yang diraih siswa SMAN 3 Mataram, sebanyak 18 merupakan medali emas, 13 medali perak, dan 8 medali perunggu. Medali tersebut berasal dari sejumlah nomor pertandingan seperti lomba unjuk gelar (LUG), lari 800 meter, lari 8 kilometer, duathlon, menembak pistol, karate kumite, futsal, panahan recurve, renang, balap sepeda road race dan time trial, voli pasir, voli indoor, hingga kategori Seven For Five Style dan National Style.

Simak berita lainnya di https://rri.co.id/mataram/olimpik/2620806/keren-sman-3-mataram-sabet-39-medali-di-porprov-ntb-2026

Dominasi atlet pelajar SMAN 3 Mataram pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 menjadi bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan sekolah. Sebanyak 39 medali berhasil dibawa pulang para siswa dari berbagai cabang olahraga, terdiri atas 18 medali emas, 13 medali perak, dan 8 medali....

01/08/2026

Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Bilelando, Lombok Tengah, Jumat (31/7).

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas menegaskan KNMP dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan berbagai fasilitas penunjang, seperti pabrik es, gudang penyimpanan ikan, balai lelang, bengkel, hingga fasilitas logistik.

Reporter: Maya Oktariva

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mematangkan langkah pembenahan infrastruktur olahraga...
31/07/2026

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mematangkan langkah pembenahan infrastruktur olahraga menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Salah satu fasilitas yang dipastikan akan mendapat renovasi adalah Gedung Olahraga (GOR) 17 Desember Turida di Kota Mataram yang diproyeksikan menjadi salah satu arena pertandingan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang menegaskan bahwa pemerintah pusat telah memberikan dukungan terhadap peningkatan sejumlah venue olahraga melalui program renovasi. Kebijakan tersebut sejalan dengan kesepakatan bersama untuk mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia, tanpa membangun venue baru.

Menurut Iqbal, pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dan efisien dalam mempersiapkan NTB sebagai tuan rumah bersama PON 2028. Seluruh fasilitas olahraga yang akan digunakan akan disesuaikan dengan standar nasional melalui proses renovasi.

"Yang pasti akan ada renovasi. Kita sudah mendapatkan komitmen dari pemerintah pusat untuk melakukan renovasi terhadap fasilitas-fasilitas yang akan digunakan untuk PON. Kita sudah berkomitmen tidak membangun fasilitas baru, tetapi memaksimalkan yang sudah ada," ujarnya, Jumat 31 Juli 2026.

GOR 17 Desember Turida menjadi salah satu fasilitas yang masuk dalam daftar prioritas karena kondisinya dinilai belum memenuhi standar penyelenggaraan ajang olahraga nasional.

Iqbal mengakui masih diperlukan pembenahan signifikan agar venue tersebut mampu memberikan kenyamanan bagi atlet, ofisial, maupun penonton selama pelaksanaan PON.

Meski renovasi telah dipastikan, pemerintah masih melakukan kajian teknis untuk menentukan bentuk pekerjaan yang akan dilakukan. Opsi yang sedang dikaji meliputi renovasi total maupun renovasi pada bagian-bagian tertentu yang dianggap paling mendesak.

Menurutnya, keputusan teknis akan mempertimbangkan kondisi bangunan, kebutuhan cabang olahraga, serta efisiensi penggunaan anggaran.

"Target utamanya adalah venue ini memenuhi standar dan siap digunakan untuk penyelenggaraan PON 2028," katanya.

Selain pembenahan infrastruktur olahraga, Pemerintah Provinsi NTB juga terus memperkuat pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pelaksanaan PON 2028 berjalan sukses.

Dengan renovasi tersebut, GOR 17 Desember Turida diharapkan mampu menjadi salah satu ikon penyelenggaraan PON di NTB sekaligus menjadi fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Simak berita lainnya di rri.co.id/mataram

Address

Mataram
83114

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RRI Mataram posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category