Jemaat GBI

Jemaat GBI Gereja Bethel Indonesia

Pohon Natal Kualitas Import!!Tersedia Ukuran :Pohon Natal Kualitas Import!!Tersedia Ukuran :3Feet 90CM 1kg Rp4Feet 120CM...
13/12/2021

Pohon Natal Kualitas Import!!
Tersedia Ukuran :
Pohon Natal Kualitas Import!!
Tersedia Ukuran :
3Feet 90CM 1kg Rp
4Feet 120CM 3kg
5Feet 150CM 4kg
6Feet 1,8M 5kg
7Feet 2,1M 7kg
10Feet 3M 13 kg
12Feet 3,6M 20kg

BACA SAMPAI HABIS, BANYAK GARANSI dan BONUS !! *Pohon Natal Ujung Daun Penuh Salju!!
* KAKI BESI kOKOH , BUKAN PLASTIK
* GAMPANG PASANG- TInggal COLOK saja
* BONUS PACKING KARDUS CANTIK * BONUS BOLA BOLA HIAS Warna wani * GARANSI AMAN SAMPAI TUJUAN
* GARANSI jika HILANG di PENGIRIMAN, KAMI KIRIM LAGI YANG BARU
* GARANSI BARANG SAMA DENGAN DI FOTO * SEMAKIN tinggi Pohonnya , SEMAKIN LEBAT daunnya !!! * JANGAN MENILAI Pohon SEBELUM Membuka KEMASAN dan Memasang Semuanya,
SETELAH LEPAS PLASTIKNYA dan PASANG SEMUANYA barulah MENILAI
Lebat atau tidak Pohon tersebut. * Kakinya terbuat dari besi lebar
Buruan order garansi harga termurah !
Free aksesoris natal

Untuk info Lbh lanjut wa 083838286976
🎄

Setelan Pengiriman medan Rp. 480.000Edisi natal
08/12/2021

Setelan
Pengiriman medan
Rp. 480.000
Edisi natal

09/03/2021
Rantangan medan. No micin. Sehat dan HALAL. 2 x makan perminggu 150.0002 x makan perbulan 550.000Wa 081216380041
06/03/2021

Rantangan medan. No micin.
Sehat dan HALAL.
2 x makan perminggu 150.000
2 x makan perbulan 550.000
Wa 081216380041

*EMBUN PAGI*_Selasa, 22 Desember 2020_*PERKAYA HATI DENGAN KASIH**_Roma 12:9 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauh...
22/12/2020

*EMBUN PAGI*
_Selasa, 22 Desember 2020_
*PERKAYA HATI DENGAN KASIH*

*_Roma 12:9 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.”_*

_Usia kita setiap berganti tahun pasti akan bertambah, tapi janganlah dosa ikut bertambah. Dari hari ke hari beban kita mungkin semakin berat, tapi janganlah hati bertambah kecewa._

_Barangkali banyak orang yang mencaci maki, tapi hati kita tetaplah harus memberkati._

_Hidup dengan baik dan benar itu tidaklah mudah, maka dari itu berkat yang Tuhan beri sangatlah istimewa._

_Yang menabur kebaikan pastilah menuai kebaikan. Yang menabur berkat, pasti akan menuai berkat._

*_”Perkaya hati dengan kasih. Semakin banyak kita mengasihi, maka semakin tenang kehidupan kita. Berhentilah mengharapkan kebaikan dari orang lain, biarlah Tuhan yang membalas kasih kita.”_*

📖 *MULAILAH HARI INI DENGAN MEMBACA FIRMAN TUHAN!* 📖

*Have a Nice Day With LORD*
*GOD BLESS US*

*RENUNGAN SINGKAT KRISTIANI*Senin, 14 Desember 2020*TEMA*EL-GIBBOR*NAS*Yohanes 20:24-31*RENUNGAN*Kita melukiskan keperka...
14/12/2020

*RENUNGAN SINGKAT KRISTIANI*
Senin, 14 Desember 2020

*TEMA*
EL-GIBBOR

*NAS*
Yohanes 20:24-31

*RENUNGAN*
Kita melukiskan keperkasaan itu dalam bentuk kekuatan, kegagahan, atau keberanian, yang kerap diperankan dalam kisah kepahlawanan. Namun ketika kita membaca apa yang dinubuatkan Yesaya, kita melihat sebuah hal bertolak belakang dengan gambaran sebuah keperkasaan. Kita menyaksikan penggenapan nubuatan itu demikian: Allah yang perkasa itu tidak datang ke dunia dengan segala kemegahan dan kekuatan-Nya, tetapi dalam rupa seorang bayi yang terbaring di sebuah palungan dalam kandang di Betlehem. Bagaimana kita dapat memaknai hal ini?

Sesungguhnya Allah menunjukkan keperkasaan-Nya sesuai maksud dan rencana-Nya sendiri. Dalam Perjanjian Baru, Alkitab tidak menggambarkan kehadiran-Nya dalam wujud kegagahan, kemegahan atau kedahsyatan. Sebaliknya, yang tergambar dari pribadi Yesus adalah kerendahan hati dan kelemahlembutan. Tetapi, melalui kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya, Dia telah menunjukkan keperkasaan dan kemenangan-Nya yang telah membebaskan umat manusia dari kuasa dosa.

Yesus Kristus telah menunjukkan keperkasaan-Nya dengan kemenangan atas dosa-dosa kita. Kini, apakah kita juga tetap percaya bahwa keperkasaan-Nya akan kita andalkan untuk menyelesaikan setiap pergumulan hidup kita setiap hari? Jika dalam hal yang paling fundamental yakni keselamatan jiwa kita, Yesus sudah menunjukkan keperkasaan-Nya, akankah kita meragukan kesanggupan-Nya untuk menolong kita?
Tuhan Yesus memberkati

*By: Admin Jemaat GBI

*RENUNGAN SINGKAT KRISTIANI*Jumat, 23 Oktober 2020*TEMA*Memanusiakan manusia*NAS*Pengkhotbah 3:1-15Markus 2:23-28*RENUNG...
22/10/2020

*RENUNGAN SINGKAT KRISTIANI*
Jumat, 23 Oktober 2020

*TEMA*
Memanusiakan manusia

*NAS*
Pengkhotbah 3:1-15
Markus 2:23-28

*RENUNGAN*
Homo faber merupakan konsep yang menggambarkan manusia sebagai pekerja. Pekerjaan menjadi hal yang utama dalam kehidupan manusia. Sedangkan dalam konsep homo ludens, hidup manusia tidak mempunyai arti tanpa pekerjaan. Kemampuan manusia diukur berdasar prestasi kerjanya atau apa yang dihasilkannya. Dalam konsep ini, manusia mampu mengenal diri melalui apa yang mereka kerjakan. Manusia menjadi tidak berarti jika tidak mengerjakan sesuatu.
Pada perkembangannya, manusia menjadi workaholic. Mereka menghabiskan waktu untuk bekerja. Bahkan mereka memandang kehidupan sesamanya sebatas pekerjaan. Relasi yang terjalin dengan sesama pun tidak lagi relasi personal atau relasi antar sesama manusia, melainkan relasi manusia kepada benda (obyek) yang dapat diukur dan dikendalikan.

Tuhan mengajar manusia untuk bekerja, sekaligus menjadikan Sabat sebagai hari perhentian. Ada hari dimana manusia hendaknya berhenti dari pekerjaan supaya tidak menjadi budak atas pekerjaan. Tuhan bermaksud memanusiakan manusia dengan menjadikan hari Sabat. Di zaman ini, ada pekerjaan yang mesti dikerjakan setiap hari. Pekerjaan yang berhubungan dengan jasa kesehatan, transportasi, dan pariwisata misalnya. Namun bukan berarti bahwa kita tidak bisa memiliki Sabat untuk beristirahat dan untuk bersekutu dengan Tuhan. Sabat tidak selalu dihari Sabtu atau Minggu. Kita bisa menjadikan hari lain untuk Sabat, supaya relasi dengan Tuhan tetap terjaga.
Tuhan Yesus memberkati.

*By: Pdt. Roynald Stefly Mumekh, S.Th.*

*RENUNGAN SINGKAT KRISTIANI*Rabu, 21 Oktober 2020*TEMA*Air mata yang memadamkan lilin*NAS*1 Tesalonika 4:13-14*RENUNGAN*...
21/10/2020

*RENUNGAN SINGKAT KRISTIANI*
Rabu, 21 Oktober 2020

*TEMA*
Air mata yang memadamkan lilin

*NAS*
1 Tesalonika 4:13-14

*RENUNGAN*
Ada seorang ayah yang kehilangan puteranya yang sangat dikasihinya, dan dia tidak bisa membayangkan hidup tanpa dirinya. Dia menderita dan tidak bisa menerima puteranya telah pergi. Dia menangis siang malam, merindukan puteranya.

Suatu malam ada seorang pria tua datang dalam mimpi dan mengatakan, "Cukup! Cukuplah menangismu!".
Sang ayah mengatakan kepada pria tua itu, "Aku tidak bisa berhenti menangis, aku takkan pernah bisa melihatnya lagi!"
Pria tua itu berkata, "Apakah kamu ingin melihatnya?"
Sang ayah menjawab, "Ya tentu saja."
Pria tua itu membawanya ke gerbang sorga di mana ia melihat sangat banyak anak kecil, mereka sangat bahagia dan lugu.

Anak-anak kecil itu membawa lilin yang menyala masuk ke gerbang sorga sambil tersenyum, tertawa, penuh sukacita. Sang ayah bertanya, "Di mana puteraku?"
Pria tua itu berkata,"Ini adalah anak-anak yang dipanggil pulang lebih awal, mereka tidak bersalah dan dicintai, dan mereka langsung pergi ke surga, sangat bahagia."
Tanya sang ayah, "Di mana anakku? Di mana dia? Kenapa dia tidak bersama anak-anak ini?"
Pria tua itu menjawab dan berkata, "Datanglah ke sini", sambil menuntunnya ke sisi gerbang sorga. Ada seorang anak lelaki kecil dengan senyum yang indah berdiri di sana menyaksikan semua anak-anak masuk sorga. Dia berdiri di sana dengan lilin yang tidak menyala.

Ayahnya mencengkeramnya dan memeluknya, dan bocah itu mencium p**i ayahnya dan mengatakan bahwa dia merindukannya.
Sang ayah bertanya kepada anaknya, "Nak, kenapa lilinmu tidak menyala seperti anak-anak lain? Kenapa kamu tidak masuk hanya menunggu saja di gerbang?"
Sang anak kecil itu, "Aku terus menyalakannya ayah, tetapi air mata ayah memadamkannya. Saya melihat ayah sangat sedih dan menderita karena tidak bisa menerima kepergianku, jadi saya menunggu saja di sini sampai ayah baik-baik saja."
Ayahnya menangis dengan sehabis-habisnya sambil mengerang untuk terakhir kalinya, lalu ia berkata kepada puteranya, "Nyalakan lilinmu nak dan masuklah, ayah akan baik-baik saja, dan ayah yakin kamu juga akan baik-baik saja di sorga."

Jangan menangis terlalu lama dan berlarut-larut dalam kedukaanmu karena berpulangnya orang yang kamu cintai, entah itu anak, suami atau pun isteri, atau pun orang tuamu. Biarkanlah mereka beristirahat dalam damai, jangan menyiksa dirimu, karena mereka tidak akan pernah bisa hidup kembali. Percayalah bahwa satu hari kelak kamu akan berjumpa lagi dengan mereka yang telah mendahului kamu di dalam kekekalan sorga.
Jalani hidupmu hari ini karena pertandinganmu belum usai.
Tuhan Yesus memberkati.

*By: Pdt. Roynald Stefly Mumekh, S.Th.*
(Jika berkenan bisa dishare ke yang lain)

13/09/2020

Viral 2 Wanita Cantik Dari Pulau NTT Dengan Suara Emas

12/09/2020

Indahnya Toleransi

Address

Jalan Jamin Ginting
Medan Tenggara

Telephone

+6281263357838

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jemaat GBI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category