21/10/2020
*RENUNGAN SINGKAT KRISTIANI*
Rabu, 21 Oktober 2020
*TEMA*
Air mata yang memadamkan lilin
*NAS*
1 Tesalonika 4:13-14
*RENUNGAN*
Ada seorang ayah yang kehilangan puteranya yang sangat dikasihinya, dan dia tidak bisa membayangkan hidup tanpa dirinya. Dia menderita dan tidak bisa menerima puteranya telah pergi. Dia menangis siang malam, merindukan puteranya.
Suatu malam ada seorang pria tua datang dalam mimpi dan mengatakan, "Cukup! Cukuplah menangismu!".
Sang ayah mengatakan kepada pria tua itu, "Aku tidak bisa berhenti menangis, aku takkan pernah bisa melihatnya lagi!"
Pria tua itu berkata, "Apakah kamu ingin melihatnya?"
Sang ayah menjawab, "Ya tentu saja."
Pria tua itu membawanya ke gerbang sorga di mana ia melihat sangat banyak anak kecil, mereka sangat bahagia dan lugu.
Anak-anak kecil itu membawa lilin yang menyala masuk ke gerbang sorga sambil tersenyum, tertawa, penuh sukacita. Sang ayah bertanya, "Di mana puteraku?"
Pria tua itu berkata,"Ini adalah anak-anak yang dipanggil pulang lebih awal, mereka tidak bersalah dan dicintai, dan mereka langsung pergi ke surga, sangat bahagia."
Tanya sang ayah, "Di mana anakku? Di mana dia? Kenapa dia tidak bersama anak-anak ini?"
Pria tua itu menjawab dan berkata, "Datanglah ke sini", sambil menuntunnya ke sisi gerbang sorga. Ada seorang anak lelaki kecil dengan senyum yang indah berdiri di sana menyaksikan semua anak-anak masuk sorga. Dia berdiri di sana dengan lilin yang tidak menyala.
Ayahnya mencengkeramnya dan memeluknya, dan bocah itu mencium p**i ayahnya dan mengatakan bahwa dia merindukannya.
Sang ayah bertanya kepada anaknya, "Nak, kenapa lilinmu tidak menyala seperti anak-anak lain? Kenapa kamu tidak masuk hanya menunggu saja di gerbang?"
Sang anak kecil itu, "Aku terus menyalakannya ayah, tetapi air mata ayah memadamkannya. Saya melihat ayah sangat sedih dan menderita karena tidak bisa menerima kepergianku, jadi saya menunggu saja di sini sampai ayah baik-baik saja."
Ayahnya menangis dengan sehabis-habisnya sambil mengerang untuk terakhir kalinya, lalu ia berkata kepada puteranya, "Nyalakan lilinmu nak dan masuklah, ayah akan baik-baik saja, dan ayah yakin kamu juga akan baik-baik saja di sorga."
Jangan menangis terlalu lama dan berlarut-larut dalam kedukaanmu karena berpulangnya orang yang kamu cintai, entah itu anak, suami atau pun isteri, atau pun orang tuamu. Biarkanlah mereka beristirahat dalam damai, jangan menyiksa dirimu, karena mereka tidak akan pernah bisa hidup kembali. Percayalah bahwa satu hari kelak kamu akan berjumpa lagi dengan mereka yang telah mendahului kamu di dalam kekekalan sorga.
Jalani hidupmu hari ini karena pertandinganmu belum usai.
Tuhan Yesus memberkati.
*By: Pdt. Roynald Stefly Mumekh, S.Th.*
(Jika berkenan bisa dishare ke yang lain)