03/04/2026
Mencium atau mengusap Hajar Aswad saat tawaf diyakini sebagai sarana menghapus dosa dan penebus dosa, berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi bahwa mengusapnya menghapuskan dosa. Batu dari surga ini diyakini akan memberikan kesaksian pada hari kiamat.
Batu Hajar Aswad berada di sisi Ka’bah, tepatnya yaitu persis di Rukun Hajar Aswad atau di sebelah pintu Ka’bah. Batu Hajar Aswad yang berwarna hitam dilapisi dengan cincin berwarna perak di sekelilingnya. Batu tersebut kemudian diletakkan pada ketinggian sekitar 1 meter dari atas permukaan tanah dan tertanam di dinding Ka’bah. Menurut sejarah, batu Hajar Aswad dahulu berasal dari surga sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Batu Hitam turun dari surga.” (HR. At-Tirmidzi)
Rupanya, batu Hajar Aswad dahulu saat diturunkan dari surga masih berwarna putih bersih. Lalu mengapa kini Hajar Aswad justru berwarna hitam? Menurut musli. dosa-dosa umat manusia lah yang membuat Hajar Aswad yang dahulu berwarna putih berubah menjadi hitam. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ketika batu hitam turun dari surga, itu lebih putih dari susu, tapi dosa anak-anak Adam membuatnya menjadi hitam.” (HR. At-Tirmidzi)
Untuk itulah, umat Islam dianjurkan untuk menyentuh Hajar Aswad dengan setulus hati. Sebab menyentuh batu Hajar Aswad disebut-sebut dapat menjadi salah satu sarana penebusan dosa. Diriwayatkan bahwa Ibn Umar pernah berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Menyentuh mereka berdua (Batu Hitam dan al-Rukn al-Yamani) adalah penebusan dosa.” (HR. At-Tirmidzi). Bahkan, di hari kiamat kelak batu Hajar Aswad disebut-sebut dapat memberikan kesaksian di hadapan Allah. Batu Hajar Aswad tersebut akan memberikan kesaksian terkait siapa saja orang-orang yang telah menyentuhnya dengan tulus. Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah SAW bersabda tentang batu: Demi Allah, Allah akan membawanya pada hari kiamat, dan itu akan memiliki dua mata untuk melihat dan lidahnya yang akan berbicara, dan itu akan bersaksi untuk orang-orang yang menyentuhnya dengan tulus.” (HR. At-Tirmidzi)
Berbeda dengan umat islam dalam Kekristenan Penebusan dosa dilakukan oleh Yesus di kayu salib adalah tindakan pengorbanan diri-Nya sebagai pengganti manusia untuk membayar utang dosa (maut) dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Melalui kematian-Nya, Yesus memikul dosa dunia, menghapus hukum Taurat yang mendakwa manusia, dan memberikan pengampunan serta keselamatan kekal.
Penebusan ini bertujuan membebaskan manusia dari perhambaan dosa, murka Allah, dan maut, agar manusia dapat hidup bagi kebenaran. Yesus disalibkan pada waktu yang bertepatan dengan penyembelihan domba Paskah, menggenapi nubuat Perjanjian Lama tentang korban penebusan. Melalui bilur-bilur-Nya (luka-luka), manusia disembuhkan secara rohani dan didamaikan kembali dengan Allah.