Medan Kabar

Medan Kabar Akun resmi media informasi Lokal/Nasional.

(8)

31/05/2026

Terduga Maling di Batam Jadi Bulan-Bulanan Warga, Video Viral di Media Sosialโ€ผ๏ธ

Batam โ€“ Aksi pencurian yang terjadi di siang hari kembali memicu kemarahan warga. Seorang pria terduga pelaku maling kedapatan membongkar sebuah warung milik warga di Batam.

Peristiwa tersebut langsung mengundang reaksi keras dari masyarakat sekitar. Warga yang geram kemudian menghajar pelaku hingga menjadi tontonan publik. Video kejadian itu pun beredar luas di media sosial dan menjadi viral.

Dalam rekaman yang beredar, terduga pelaku mengaku nekat mencuri karena alasan untuk makan. Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti lokasi kejadian di Batam.

Kasus ini menambah sorotan terhadap maraknya aksi kriminal jalanan yang terjadi di siang bolong, serta menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan keamanan lingkungan. Aparat diharapkan segera menindaklanjuti laporan tersebut untuk memastikan kebenaran dan memberikan rasa aman bagi warga.

Apa tanggapan kalian tentang ini? Netizen yang baik berkomentarlah yang bijak
[๐‘ท๐’๐’†๐’‚๐’”๐’† ๐‘ช๐’๐’๐’•๐’‚๐’„๐’• ๐‘ผ๐’” ๐‘ฝ๐’Š๐’‚ ๐‘ซ๐‘ด ๐‘ญ๐’๐’“ ๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’๐’“ ๐‘น๐’†๐’Ž๐’๐’—๐’‚๐’]
๐—œ๐—ป๐—ณ๐—ผ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—ฉ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—น ๐—Ÿ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ & ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ถ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—™๐—ผ๐—น๐—น๐—ผ๐˜„

31/05/2026

Aksi Pemalakan Oleh Jukir Liar di Pelabuhan Tanjung Perak, Ngaku Uang Kutipan Untuk Beli Ar4kโ€ผ๏ธ

Surabaya โ€“ Sejumlah sopir truk di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, mengaku menjadi korban praktik juru parkir liar yang memaksa mereka membayar sejumlah uang. Salah seorang sopir bahkan mengungkapkan dirinya diancam dengan senjata tajam berupa celurit ketika menolak permintaan tersebut.

Insiden ini terjadi saat sopir truk tengah menjalankan aktivitas bongkar muat di area pelabuhan. Pelaku disebut tidak hanya membentak, tetapi juga mengintimidasi dengan ancaman fisik, sehingga menimbulkan rasa takut dan keresahan di kalangan pekerja angkutan barang.

Menurut dari pengakuan jukir liar tersebut uangnya buat tambahan untuk beli ar4k (m1ras).

Para sopir berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk menertibkan praktik pungutan liar yang merugikan dan membahayakan keselamatan mereka. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus premanisme di kawasan pelabuhan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi yang aman dan tertib.

Apa tanggapan kalian tentang ini? Netizen yang baik berkomentarlah yang bijak
[๐‘ท๐’๐’†๐’‚๐’”๐’† ๐‘ช๐’๐’๐’•๐’‚๐’„๐’• ๐‘ผ๐’” ๐‘ฝ๐’Š๐’‚ ๐‘ซ๐‘ด ๐‘ญ๐’๐’“ ๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’๐’“ ๐‘น๐’†๐’Ž๐’๐’—๐’‚๐’]
๐—œ๐—ป๐—ณ๐—ผ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—ฉ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—น ๐—Ÿ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ & ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ถ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—™๐—ผ๐—น๐—น๐—ผ๐˜„

30/05/2026

Arjun, Sang Residivis Kampung Salam: 30 Kali Merampok Motor Demi Nark0ba & Jvd1 Onlineโ€ผ๏ธ

Belawan โ€” Seorang pria bernama Arjun, warga Jalan Selebes Gang 15, Palo, kembali menjadi perhatian publik setelah pengakuannya terkait aksi perampokan yang kerap ia lakukan di kawasan tol Kampung Salam hingga Belawan. Arjun dikenal sebagai residivis yang sudah berulang kali keluar masuk penjara, namun tidak menunjukkan tanda-tanda jera.

Dalam keterangannya, Arjun mengaku telah lebih dari 30 kali melakukan aksi perampokan dengan menggunakan senjata tajam. Ironisnya, sebagian besar tindak kejahatan tersebut dilakukan di kampungnya sendiri. Korban yang menjadi sasaran pun tidak sedikit, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Arjun menyebutkan bahwa hasil dari tindak kriminalnya digunakan untuk membeli nark0ba dan berjvdi secara online. Hal ini menambah keprihatinan atas dampak sosial yang ditimbulkan, baik bagi dirinya maupun lingkungan sekitar.

Fenomena ini kembali menegaskan perlunya tindakan tegas aparat kepolisian dalam menekan angka kejahatan jalanan di Medan dan sekitarnya. Warga berharap pihak berwenang tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga melakukan langkah preventif agar kasus serupa tidak terus berulang.

Apa tanggapan kalian tentang ini? Netizen yang baik berkomentarlah yang bijak
[๐‘ท๐’๐’†๐’‚๐’”๐’† ๐‘ช๐’๐’๐’•๐’‚๐’„๐’• ๐‘ผ๐’” ๐‘ฝ๐’Š๐’‚ ๐‘ซ๐‘ด ๐‘ญ๐’๐’“ ๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’๐’“ ๐‘น๐’†๐’Ž๐’๐’—๐’‚๐’]
๐—œ๐—ป๐—ณ๐—ผ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—ฉ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—น ๐—Ÿ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ & ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ถ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—™๐—ผ๐—น๐—น๐—ผ๐˜„

30/05/2026

Diduga Bawa An4k Kecil ke Semak-semak, Pria Paruh Baya Diamankan Warga di Sei Mencirimโ€ผ๏ธ

Medan Sunggal, Jumat (29/5/2026) โ€“ Warga Sei Mencirim, Medan Sunggal, digegerkan oleh aksi mencurigakan seorang pria paruh baya yang diduga membawa seorang an4k perempuan kecil ke area ladang dan semak-semak yang jauh dari keramaian. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat pagi dan sempat terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Menurut keterangan saksi mata, pria berbusana cokelat itu terlihat berjalan bersama an4k kecil menuju lokasi yang sepi dan minim aktivitas warga. Gerak-geriknya menimbulkan kecurigaan sehingga seorang warga berteriak meminta bantuan. Tak lama kemudian, sejumlah warga lain berdatangan dan langsung mengejar serta mengamankan pria tersebut sebelum sempat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Aksi cepat warga ini berhasil mencegah potensi tindak kejahatan. Hingga kini, pria tersebut masih diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, video kejadian yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik dan menambah sorotan terhadap keamanan lingkungan di kawasan Sei Mencirim.

Apa tanggapan kalian tentang ini? Netizen yang baik berkomentarlah yang bijak
[๐‘ท๐’๐’†๐’‚๐’”๐’† ๐‘ช๐’๐’๐’•๐’‚๐’„๐’• ๐‘ผ๐’” ๐‘ฝ๐’Š๐’‚ ๐‘ซ๐‘ด ๐‘ญ๐’๐’“ ๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’๐’“ ๐‘น๐’†๐’Ž๐’๐’—๐’‚๐’]
๐—œ๐—ป๐—ณ๐—ผ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—ฉ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—น ๐—Ÿ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ & ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ถ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—™๐—ผ๐—น๐—น๐—ผ๐˜„

30/05/2026

Dari โ€˜Ampun Sekaliโ€™ ke Pembelaan Bobby Jadi Sorotan, Bobby: Tidak 100% Salah Komunitas Lariโ€ผ๏ธ

Medan, Sabtu (30/5/2026) โ€“ Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik aktivitas komunitas lari di Stadion Teladan Medan yang tengah dipersiapkan untuk ajang internasional Piala AFF U-19 2026. Setelah sebelumnya sempat melontarkan komentar singkat yang viral di media sosial, Bobby kini menegaskan bahwa tidak sepenuhnya salah komunitas lari yang terlibat.

Menurut Bobby, antusiasme olahraga seharusnya tidak menimbulkan permusuhan antara komunitas lari dan sepak bola. Ia menyebut bahwa kegiatan tersebut terjadi karena adanya undangan dari panitia lokal. โ€œTidak 100 persen salah komunitas lari. Kalau boleh antusiasme olahraga jangan jadi permusuhan. Jangan perang lagi di media sosial,โ€ ujarnya usai meninjau Stadion Teladan bersama Wali Kota Medan Rico Waas dan Tim PSSI.

Bobby menambahkan, niat komunitas lari hanya sekadar mengupdate kondisi stadion, dengan aktivitas lari ringan di atas rumput. Meski demikian, ia mengakui ada kesalahan dan meminta panitia lokal memberi sanksi kepada pihak yang terlibat.

Sebelumnya, komentar Bobby berupa kalimat singkat โ€œWow, ampun sekali lihatnya ๐Ÿค”โ€ di media sosial sempat memicu perdebatan publik. Banyak warganet mendukung sikap awal Bobby yang menilai penggunaan rumput stadion belum tepat karena masih dalam tahap perawatan.

Polemik ini bermula dari unggahan video komunitas lari Banban Running Club yang mengaku mendapat kehormatan menjadi pihak pertama merasakan atmosfer Stadion Teladan. Video tersebut kemudian dihapus setelah menuai sorotan.

Wali Kota Medan Rico Waas menyatakan akan menginvestigasi akses komunitas tersebut ke stadion. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkimcikataru Kota Medan, John Ester Lase, menegaskan bahwa izin penggunaan stadion berasal dari panitia PSSI dalam rangka menyongsong AFF U-19.

Polrestabes Medan Bongkar Gudang Sindikat Ranmor, 37 Pelaku Ditindak Tegasโ€ผ๏ธMedan, Sabtu (30/5/2026) โ€“ Kepolisian Resor ...
30/05/2026

Polrestabes Medan Bongkar Gudang Sindikat Ranmor, 37 Pelaku Ditindak Tegasโ€ผ๏ธ

Medan, Sabtu (30/5/2026) โ€“ Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas kejahatan jalanan kategori 3C (Curat, Curas, Curanmor). Dalam konferensi pers di Lapangan Apel Polrestabes Medan, Kapolrestabes Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., memimpin langsung pemaparan hasil operasi yang berhasil mengungkap ratusan kasus dan membongkar sindikat besar penampungan kendaraan bermotor curian.

Sejak 24 April hingga 26 Mei 2026, Polrestabes Medan menindak 123 kasus dengan total 145 tersangka. Dari jumlah tersebut, 37 pelaku yang melawan petugas mendapat tindakan tegas terukur. โ€œKami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan. Jangan ada yang coba melawan aparat di lapangan,โ€ tegas Kapolrestabes.

Keberhasilan ini didukung Tim Khusus JCS (Jaga, Cegah, Sigap) yang terdiri dari Tim Alfa Hitam, Tim Bravo, dan Tim Carli. Ketiga tim menjadi ujung tombak penanggulangan cepat kejahatan jalanan di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Sat Reskrim Polrestabes Medan berhasil membongkar jaringan penadah ranmor dengan menyita 136 unit kendaraan (135 sepeda motor dan 1 mobil) dari delapan gudang di kawasan Tembung, Batang Kuis, dan Sidomulyo. Modus penjualan dilakukan melalui marketplace digital untuk wilayah Medan dan menggunakan jasa angkutan bus antar-kota bagi pembeli luar daerah.

Dua tersangka residivis yang menguasai lima gudang telah diamankan. Polisi menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan dalam menekan angka kejahatan jalanan, yang turun hingga 15% dalam 200 hari terakhir.

Kapolrestabes juga menyoroti korelasi antara pelaku 3C dengan penyalahgunaan narkoba, di mana hasil kejahatan kerap digunakan untuk membeli barang haram. Kasat Narkoba menambahkan bahwa pihaknya tengah membidik sindikat narkoba bermodus v**e atau pod getar, dan memastikan pengungkapan segera dilakukan.

Lanjut dikolom komentar

30/05/2026

Razia Gabungan Polda Sumut di Tiga THM Medan, Tak Ada Pengunjung Positif Narkobaโ€ผ๏ธ

MEDAN โ€“ Direktorat Samapta bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara melaksanakan razia gabungan di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Medan pada Jumat (29/5/2026) malam. Operasi ini digelar sebagai langkah preventif untuk menekan penyalahgunaan narkotika, memetakan potensi jalur peredaran gelap, sekaligus memastikan kepatuhan izin usaha THM di wilayah tersebut.

Adapun Lokasi Razia yang diseser ada Amavi Ultra Lounge Medan, Gold Dragon Bar Medan dan Black Owl.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan identitas, penggeledahan barang bawaan, serta tes urine secara acak terhadap pengunjung. Berdasarkan hasil pemeriksaan di ketiga lokasi, tidak ditemukan adanya pengunjung yang positif mengonsumsi narkoba.

Karoops Polda Sumut menegaskan bahwa razia berjalan dengan pendekatan persuasif dan humanis, tanpa menimbulkan kegaduhan di lokasi hiburan. Ia juga memastikan operasi serupa akan digelar secara berkala demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumatera Utara.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar. Partisipasi publik dinilai penting untuk mendukung upaya pemberantasan narkoba dan menjaga kondusivitas kota Medan.

Astaga! Niat Berobat Ingin Punya Anak, Dukun Ini Malah Hamili Pasiennyaโ€ผ๏ธIndragiri Hulu, Riau โ€“ Seorang dukun berinisial...
30/05/2026

Astaga! Niat Berobat Ingin Punya Anak, Dukun Ini Malah Hamili Pasiennyaโ€ผ๏ธ

Indragiri Hulu, Riau โ€“ Seorang dukun berinisial DDS ditangkap aparat Polres Indragiri Hulu setelah diduga menghamili pasiennya, SB (34), yang selama 12 tahun menikah tidak kunjung memiliki anak.

Kasus ini mencuat setelah suami korban, SL, melaporkan DDS ke polisi pada 2 Agustus 2023. Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Inhu, AKP Agung Rama, korban diketahui telah hamil tujuh bulan akibat perbuatan pelaku.

Peristiwa bermula pada tahun 2021, ketika SB bersama suaminya mendatangi DDS untuk berobat dengan harapan bisa memiliki keturunan. Dalam proses pengobatan, korban diminta masuk ke ruangan khusus dan menjalani ritual mandi kembang. Saat itulah pelaku mulai melakukan tindakan cabul terhadap korban.

โ€œPertama kali mandi kembang sudah ada dicabuli. Korban mungkin mengira itu bagian dari ritual, ternyata berlanjut hingga berulang kali,โ€ jelas Agung.

Korban tercatat beberapa kali datang seorang diri ke tempat praktik DDS. Dalam kesempatan itu, pelaku menyetubuhi korban hingga sekitar 20 kali, yang akhirnya membuat korban hamil.

Pada Juli 2023, SB mengaku kepada suaminya bahwa dirinya hamil akibat perbuatan DDS. Merasa tidak terima, pasangan tersebut melaporkan kasus ini ke polisi.

Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap DDS pada 28 Agustus 2023. Setelah penangkapan, aparat juga menyita sejumlah barang bukti dari rumah pelaku yang digunakan dalam praktik perdukunan.

Kasus ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Indragiri Hulu.

Apa tanggapan kalian tentang ini? Netizen yang baik berkomentarlah yang bijak
[๐‘ท๐’๐’†๐’‚๐’”๐’† ๐‘ช๐’๐’๐’•๐’‚๐’„๐’• ๐‘ผ๐’” ๐‘ฝ๐’Š๐’‚ ๐‘ซ๐‘ด ๐‘ญ๐’๐’“ ๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’๐’“ ๐‘น๐’†๐’Ž๐’๐’—๐’‚๐’]
๐—œ๐—ป๐—ณ๐—ผ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—ฉ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—น ๐—Ÿ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ฝ & ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ถ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—™๐—ผ๐—น๐—น๐—ผ๐˜„

30/05/2026

Prof Topo Bongkar 3 Anomali Besar dalam Kasus Kerry Adrianto: Apakah Fondasi Perkara ini Sudah Benar-Benar Kokoh?โ€ผ๏ธ

Dalam forum eksaminasi yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Prof. Topo Santoso menguraikan tiga persoalan yang dinilai menjadi titik krusial dalam perkara Kerry Adrianto.

Pertama, dugaan ilusi kerugian negara melalui penggunaan metode total loss yang disebut mengabaikan efisiensi dan manfaat nyata yang diterima negara. Kedua, potensi kriminalisasi kebijakan, ketika keputusan bisnis dan kepatuhan regulasi ditafsirkan sebagai tindak pidana tanpa pembuktian niat jahat (mens rea) yang memadai. Ketiga, pengabaian fakta-fakta yang muncul di persidangan, termasuk keterangan saksi, dengan ketergantungan yang dinilai terlalu besar pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Pernyataan tersebut kembali membuka ruang diskusi yang lebih luas apakah perkara ini semata soal penegakan hukum, atau justru menjadi cermin bagaimana sistem peradilan memaknai kerugian negara, kebijakan bisnis, dan pembuktian di ruang sidang?

Sebab ketika putusan masih menyisakan begitu banyak pertanyaan, yang dipertaruhkan bukan hanya nasib terdakwa, melainkan juga kepercayaan publik terhadap proses hukum itu sendiri.

Address

Medan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Medan Kabar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Medan Kabar:

Share