08/03/2022
Jika kita tidak disibukkan dengan kebaikan (ketaqwaan) maka kita akan disibukkan dengan keburukan (kemaksiatan).
Seperti yang disampaikan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah,
وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ
“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil”
- Al Jawabul Kaafi hal 156, Darul Ma’rifah, cetakan pertama, Asy-Syamilah
Dan Allah subhanahu wa ta'alla berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok ; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Q.S Al-Hasyr: 18
Dan Allah menjanjikan kemenangan atas mereka yang bertaqwa, seperti yang Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sampaikan dalam khutbatul Hajah,
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu dan barangsiapa menaati Allah dan rasulNya maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung.”
QS. Al-Ahzab: 70-71