14/03/2026
Dia menjerit...histeris..π..tidak tau apa yang harus dikatakannya.
Setelah itu tatapannya kosong...hampa namun air mata terus mengalir.π
Sesekali suaranya lirih.."mengapa ini harus terjadi Tuhan..!!"
Hal yang belum pernah terbayangkan olehnya namun sudah terjadi.
Banyak kata kata yang diucapkan di telinganya...dia mendengar namun dia diam..membisu.
Bahkan tidak sadarkan diri beberapa kali...π
Doa demi doa dipanjatkan untuknya...nasehat demi nasehat diucapkan untuk penghiburan baginya..semua terasa pahit didengarnya...!!!
Yang ada dalam benaknya"bagaimana aku menjalani dan menghadapi semua ini....?"
Pada saat itu dia merasa tidak akan mampu...oh Tuhaaan...ππ!
Ucapan itu selalu keluar dari bibirnya.
Dunia ini seakan runtuh..dan menimpah tubuhnya...beraaattt...berat sekali..untuk mengangkat kepalanyapun dia tak mampu...dia hanya tertunduk menatapi wajah yang sudah terbujur kaku...sesekali tercetus lirih.."kenapa kau tega meninggalkan kamiπ"
Mungkinkah ini akhir dari segalanyaππ
Antara sadar dan tidak..dia antarkan jasad itu sampai ke liang kubur...dan berpisah dengan sebuah onggokan tanah yang ditaburi bunga...π
Satu kata yang bisa diucapkannya sebelum dia berpaling meninggalkan onggokan tanah itu..
"Selaat tinggal"
Dengan lunglai dan hati yang hancur dia beranjak dari tempat itu rasanya sakiitt...π
Dia harus mengawalinya dengan sendiri...siap tidak siap...kuat tidak kuat...sanggup tidak sanggup...semuanya sudah terjadi dan harus diterima.Takdir yang berbicara..kita hanya mendengarkan..tanpa boleh membantah!