07/05/2022
"Perihal Mandi di Aek Rangat Pangururan yang tega Mereka Viralkan itu."
Mari, datanglah. Boleh sendiri, dengan teman, bawa pacar, bawa keluarga atau bareng rombongan sekantor. Rombongan parsiadapari atau kelompok pemancing, atau tim bola juga boleh.
Bisa datang pagi sekali baru bangun, boleh juga siang, boleh sore dan malampun boleh. Sepanjang pengusaha pemandiannya masih buka. Silahkan berkunjung dan mandilah sepuasnya.
Jika mandi, jika tak keberatan, ingatlah selalu pake basahan. Pantang bugil. Jangan pakai sabun atau shampoo dalam kolam. Jangan buang air dalam kolam. Sebab ada ruang khusus telah tersedia.
Berendamlah sepuasnya. Selama anda tahan. Berenang juga bebas sesuai kondisi kolam. Andai tak tahan berendam jika air belerangnya terlalu panas, silahkan, mandi pakai gayung juga boleh. Dan bagi yang risih mandi ramai-ramai di kolam, mandi di kamar mandi kecil juga bebas. Pokoknya semua tergantung selera.
Setelah puas mandi (berendam, berenang atau menimba pakai gayung) silahkan pakailah handuk dan gunakan pakaian ganti sesuai urutan. Lalu, keluarlah dari lokasi kolam/kamar mandi.
Ingat, tak boleh langsung p**ang!
Kenapa?
Agak-agak istirahatlah dulu di kursi/meja yang tersedia. Disitu ada petugas warung yang senang hati menyambut dan siap melayani pesananmu. Tak dipaksa harus belanja banyak-banyak. Hanya teh manis juga boleh. Cuma sebutir telor juga boleh. Sepiring mie gomak juga bisa kok. Dan minuman/makanan yang lain juga ada. Ingat! Tak pernah dipaksa harus memborong jualan mereka.
Soal harga per porsi, jika daftar menu/harga kebetulan tak letak di meja, jangan pernah malu-malu bertanya, ya... Sebab di muka Bumi ini semua bebas bertanya, dan setiap orang yang bertanya pasti akan dapat jawaban yang tepat. (Ingatlah selalu bertanya dengan sopan). Jika sudah tau harga, silahkan pesan SESUAI ISI DOMPET, ingat "Tak dipaksa harus Memborong seluruh jualan mereka. Satu porsi pun bisa per orang.
Tapi, "Loh, Kenapa harganya sedikit mahal ya? Misalnya Teh manis segelas Rp. 8.000, Mie Gomak seporsi kecil Rp. 8.000,- atau Telur rebus Rp. 6.000,- ???
Ya, iyalah Bos...
1. Mandi ke kolam kan tak ada kita bayar karcis/tiket parkir;
2. Pembuatan dan perbaikan kolam kan pengusaha yang tanggung biayanya, bukan pemerintah;
3. Masa sudah dilayani, pesanan diantarkan ke meja, kita juga masih keberatan atas kelebihan harga Rp. 3.000,- s/d Rp. 6.000,- per porsi sesuai jenis pesanan?
4. Kan pengusaha juga bayar pajak/retribusi kepada pemerintah?
5. Pengusaha kan harus bayar gaji karyawan, perlu makan dll..
6. Sampai disitu, pahamkah?
Lantas, dimana p**a salahnya TELUR REBUS Rp. 6.000,- per butir yang dengan tega-teganya kalian viralkan itu?