13/03/2026
๐๐๐ฆ๐ข๐ก๐๐ "๐๐ฎ๐๐ฎ๐ธ" ๐๐ ๐๐๐ฅ๐ข
Oleh: Bastanta P. Sembiring....
Mejuah-juah!
Dalam ilmu soaial ada kita kenal istilah eksonim dan endonim ataupun otonim. Namun kali ini kita akan membahas eksonim dalam kaitannya dengan gerakan Karo Bukan Batak (KBB).
Eksonim (dari bahasa Yunani แผฮพฯแฝฮฝฮฟฮผฮฑ, exonoma, artinya "nama (pemberian) luar") adalah nama sebutan untuk suatu tempat yang tidak digunakan oleh penduduk lokal tempat tersebut, atau nama sebutan untuk penduduk atau bahasa yang tidak digunakan oleh penduduk atau bahasa yang dimaksudkan tersebut. Contoh: penyematan kata "Batak" bagi identitas Suku Karo.
Bukankah ada juga Orang Karo yang merasa dirinya bagian atau percampuran suku lain termasuk Batak?
Jawabnya, "ya, benar!"
Tapi mari kita lihat apakah itu murni dari dalam diri Orang Karo itu (endonim) atau dari luar (eksonim) yang kemudian mempengaruhi pandangan generasi berikutnya.
Mari kita tinjau dari dialog-dialog yang sering muncul dalam kehidupan Masyarakat Suku Karo tu sendiri yang berkaitan dengan 'batak' baik mengkonotasikan 'batak' itu baik ataupun buruk.
Contoh:
Dalam hal baik:
โข Contoh Kalak Batak oh, mepalar jelmana, si kitik e pe terakap iakapna!
โข Nehen Kalak Batak oh, kai kin pe pendahinna adi wari Minggu e rajin ku gereja, sikap peruisna e kerina.
Dalam hal buruk:
โข Ula kin usih-usihmu bagi Batak oh!
โข Seri kel kau kuakap bagi Kalak Batak!
Contoh-contoh kalimat di atas sering dijumpai dalam dialog-dialog Karo, baik oleh yang bersuku Karo (Karo asli) ataupun Orang Karo yang merasa bersuku Batak!
Ini menunjukkan kalau pada dasarnya Orang Karo baik yang merasa Karo asli atau yang sudah merasa bagian atau percampuran dari suku lain termasuk Batak, dalam alam pikirnya (baik sadar atau tidak sadar) sangat tegas membedakan antara Karo dan Batak!
Bahkan Orang Batak sendiri yang berbahasa Karo juga dengan tegas membedakan antara Karo dan Batak.
Contoh:
Adi bas Karo enda me sedap, kai kin pe irungguken. Adi bas kami Batak la bage...
Nah. Dari contoh-contoh di atas antara dialog sesana Karo baik yang merasa Karo asli atau merasa bagian dari suku lain, serta Orang Batak yang berbahasa Karo jelas tegas membedakan antara Karo dan Batak. Maka dapat kita simpulkan kalau penyematan kata 'batak' bagi identitas Suku Karo itu bersifat eksonim atau dari luar, bukan dari Karo itu sendiri.
Jadi, ๐ถ๐ญ๐ข ๐ฌ๐ข ๐ช๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐ช๐ฏ๐ช-๐ฏ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฏ๐ข๐ช ๐ฑ๐ฆ ๐ฏ๐จ๐จ๐ฐ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐๐ข๐ต๐ข๐ฌ, ๐ต๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฉ๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ถ๐ข๐ญ๐ข๐ต ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ฐ ๐ฏ๐จ๐ฆ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ช ๐๐ข๐ณ๐ฐ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข!
Mejuah-juah INDONESIA ๐ฎ๐ฉ