29/11/2024
Cerita horor part 1:
🎃 TERSESAT DI DESA GAIB🎃
Malam itu, Dani, Rika, Sari, dan Taufik berencana berkemah di kaki Gunung Pasir. Mereka sudah mempersiapkan segalanya—logistik, tenda, hingga peta GPS.
Awalnya semua berjalan baik-baik saja mereka happy sambil menikmati perjalanan.
Namun, perjalanan mereka berubah drastis ketika Dani dengan percaya diri mengusulkan jalur alternatif yang “katanya” lebih singkat.
“Aku udah cek di GPS guys, lewat jalan ini kita bisa sampai sebelum malam,” kata Dani sambil menunjuk jalan setapak yang tampak jarang dilewati.
“Kayak nggak yakin sih, Dan. Jalannya gelap banget,” balas Sari sambil memeluk tasnya erat.
"Iya bener banget prasaan aku juga udah mulai gaenak nihh" jawab si Rika juga sambil melihat sekeliling.
“Tenang aja, nggak bakal nyasar mana mungkin sih GPS salah kan udh teknologi canggih” jawab Dani santai.
Dengan perasaan was-was dan cemas Mereka pun mengikuti jalan setapak itu. Namun, bukannya keluar ke tempat yang lebih terbuka, mereka malah tiba di sebuah desa yang terasa… agak aneh. Tidak ada suara sama sekali. Hanya ada deretan rumah kayu dengan lampu minyak yang menyala remang-remang.
Seketika Dani kaget !!“Lho, kok ada desa di sini? Di peta kan seharusnya gak ada desa,” Taufik mengerutkan dahi sambil melirik ke GPS yang di pegang Dani kini hanya menampilkan layar kosong.
“Coba tanya orang sini aja, mungkin mereka tahu jalan ke perkemahan yang mau kita tuju” saran Rika sambil menunjuk ke sebuah rumah yang pintu rumah nya terbuka.
Ketika mereka mendekati rumah tersebut, seorang Nenek tua yang mengenakan pakaian jaman dulu(kemben) dengan wajah pucat muncul di ambang pintu. Senyumnya kaku, matanya tak berkedip.
Melihat keanehan nenek itu sari pun mencerna apa yang dia liat ,karna sari kebingungan mengapa di era zaman modern ini kok masih ada ya orang berpakaian kuno seperti ini dan di desa ini pun tidak ada listrik padahal jalan menuju desa ini ga terlalu jauh kok dari kota!? Belum sempat sari mencerna apa yang dia lihat tiba-tiba nenek itu pun berkata “ Kalian pendatang, ya?” tanyanya dengan suara serak dan kaku tanpa ekspresi.
“I-iya, nek. Kami tersesat sampai kesini nek, Apa nenek tahu jalan keluar dari desa ini?” tanya Sari sopan.
Nenek itu tertawa pelan. “Kalian sudah masuk. Keluar? Hmm… jarang ada yang bisa.”
Seketika mereka pun keheranan dengan ekspresi nenek itu yang tiba-tiba tertawa padahal sebelumnya sangat kaku.
"Yasudah ini kan sudah malam kalian nginap saja dulu di sini lagi p**a nenek tinggal sendiri,besok saja p**ang!!".
Dengan berat hati mereka pun memilih untuk menginap di rumah nenek itu karna hari sudah semakin larut takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Mereka pun tidur di kamar yang terpisah Rika dan sari tidur di kamar,Taufik dan Dani tidur di ruang tamu.
Malam semakin larut sari tidak bisa tidur karna masih memikirkan hal-hal aneh yang dia rasakan.
Tiba-tiba sari mencium bau anyir yang sangat pekat bulu kuduk nya merinding dan segera membangun kan Rika.
"Ehhh rik Rika bangun ....bangun .." dengan suara yang gemetar
"Emmm apa an si sar tidur gih udah malem!!"
"Rik kamu ga nyium bau anyir? Aku nyium terasa banget ini baunya ".
"Bentar sar ,ehh iya beneran ini bau apaan yah aduhhhh bikin merinding."
"Udah deh mending kita tidur aja ,coba aja tidur tutup muka kita pake selimut sarung ini".
Namun di saat mereka mencoba tidur secara mengejutkan mereka mendengar suara langkah kaki di atas atap membuat mereka semakin ketakutan dan gak braniga kemana-mana hanya diam membeku,Dan secara bersamaan Dani dan Taufik menggedor pintu berteriak memanggil sari dan Rika .
Mereka yang mendengar suara Dani dan Taufik segera membukakan pintu.
Melihat mereka yang wajah nya pucat seperti ketakutan sari pun bertanya :
"Kalian kenapa? Kenapa tiba-tiba gedor-gedor pintu kenceng banget p**a ,ntar nenek kebangun kan gaenak !!!?".
Taufik: "Apapun ceritanya kita harus pergi sekarang juga tempat ini benar-benar gak beres".
Sari(dengan wajah kebingungan): "Tunggu ada apa sebenarnya? Ini udah malem banget loh ga mungkin juga kita kluar.
Apa yang terjadi sih sama kalian!??".
Dani:"Tadi waktu aku mau ke kamar mandi buang air ,pas aku mau masuk kamar mandi aku liat si nenek itu lagi nyuci tangan pake air warna merah kentel banget aku rasa itu darah segar.
Sumpah aku kaget setengah mati tiba-tiba si nenek ngelirik aku dia bilang 'kamu mau mandi?' sambil nunjukin air pancuran dari bambu yang ngeluarin air warna merah.
Di situ aku berusaha buat tenang dan pura-pura gak liat apa yang sebenarnya aku liat tadi ,aku cuma jawab 'engga nek cuma mau buang air,yauda ya nek lanjut lagi permisi'.
Aku langsung bangunin Taufik,si Taufik bangun tiba-tiba kami ngerasa rumah ini seperti gempa trus muncul suara laki-laki gede banget suaranya suara itu bilang "kalian gak akan pernah bisa kembali HA HA HA HA".
Taufik :"iya beneran aku juga denger juga suara itu ,aneh ga si nenek bilang dia tinggal sendiri nah terus itu suara laki-laki siapa..!?
Mending kita kluar dari sini sekarang".
Mereka pun bergegas untuk pergi dan di waktu yang sama mereka mencari-cari keberadaan si nenek namun tidak ada.
Prasaan mereka semakin yakin untuk pergi karna di rumah itu kosong tidak ada siapapun.
***
mereka memutuskan untuk pergi mencari jalan keluar sendiri, tetapi yang mereka temui hanyalah jalan setapak yang membawa mereka kembali ke tengah desa.
“Ini nggak mungkin! Kita jalan lurus terus, kok balik lagi ke sini?!” Dani mulai panik.
“Dan, aku dari tadi ngerasa desa ini nggak berubah. Kayak… desa yang sama terus,” bisik Rika dengan wajah pucat.
Desa itu semakin aneh,ketika di tengah malam yang sangat larut semua pintu di desa itu terbuka,Dan yang membuat mereka keheranan tiba-tiba mereka mendengar suara lonceng yang sangat nyaring setelah itu diiringi suara gamelan seperti ada orang-orang yang mengadakan hajatan.
Dani:"kalian denger ga suara lonceng sama gamelan ini ?.
Taufik:"denger ayo coba kita cari sumber suara ini siapa tau di sana rame kita bisa tanya jalan keluar!!".
Mereka pun pergi mencari sumber suara itu dan yang membuat mereka heran , mereka melihat desa yang lebih modern cahaya lampu yang menyala terang ,ramai orang-orang dan suara gamelan itu masih ada dan makin kuat.
Mereka melihat itu semua dari jarak jauh yang memisahkan mereka hanya jembatan.
Taufik(dengan bernafas lega):"Akhirnya kita ketemu sumber suara ini ehh rame banget di sana lagi ada hajatan mungkin yak makanya rame,desanya pun ga seaneh desa tadi .
Kita kesana aja tanya warga di sana jalan kluar".
Ketika mereka hendak bergerak menyebrangi jembatan.
Tiba-tiba, muncul seorang kakek tua memakai jubah putih mendekati mereka bertanya .
"Kalian mau kemana??"
Dengan hati-hati Taufik pun menjawab "kami mau ke seberang kek mau tanya jalan keluar dari desa ini menuju jalan besar kek".
Kakek itu pun tersenyum tipis dan berkata "jika kalian ingin p**ang bukan di sana jalan nya,kalau kalian ingin keluar dari sini mulailah dengan berjalan mundur setelah kalian berada di tengah desa kalian putar posisi dan lanjutkan perjalanan kalian akan melihat 2 pohon besar kalian ikutin arah pohon itu.
Ingat setelah kalian merubah posisi berbalik jangan pernah menoleh ke belakang lagi, banyak yang nggak mau kalian pergi.”
“Banyak siapa maksudnya, Kek?” tanya Taufik bingung.
“Yang menghuni desa ini,” jawab kakek itu singkat sebelum berjalan pergi.
Dengan rasa was-was mereka pun memberanikan diri untuk mengikuti saran kakek itu.
***
Mereka mulai berjalan mundur secara perlahan.ketika mereka sampai di tengah desa mereka pun mengubah posisi sesuai yang di katakan kakek ,Namun perjalanan mereka dihantui oleh suara-suara aneh dan bayangan hitam yang berkelebat di antara pepohonan.
Mereka mendengar ada suara triakan di belakang mereka meminta tolong namun mereka ingat pesan kakek untuk tidak menoleh ke belakang.
“Jangan nengok, jangan berhenti!” Taufik memperingatkan ketika Rika tiba-tiba terpaku mendengar suara di belakang mereka.
“Ada yang manggil namaku…,” bisik Rika gemetar.
“Rik! Fokus! Kita nggak boleh terpancing!” teriak Dani gemetar
Mereka akhirnya menemukan pohon besar itu, Dan pohon itu terlihat seperti gerbang yang di tengah nya seperti ada lorong yang berkabut dan nampak setitik cahaya . Namun, di saat mereka hendak masuk, penduduk desa muncul satu per satu, mengelilingi mereka. Wajah mereka berubah menyeramkan—mata hitam legam, mulut penuh dengan taring.
“Kalian tidak boleh pergi!” suara wanita tua itu menggema, kini tubuhnya melayang dengan rambut menjuntai ke tanah.
“Ayo masuk! Cepat!” Taufik berteriak masuk ke dalam pintu gerbang kabut Bersama sari, diikuti oleh Dani dan Rika. Mereka berlari dalam gelap, hanya ditemani cahaya samar dari obor yang entah muncul dari mana.
***
Ketika mereka keluar dari lorong, mereka terlempar kembali ke jalan setapak awal, di mana mobil mereka terparkir.
“Kita… selamat?” tanya Sari, masih gemetar.
Dan mereka pun terkejut karna mereka berada di depan pemakaman tua.
Mereka buru-buru masuk ke mobil dan mengikuti jalan p**ang,ketika di perjalanan mereka melihat ada sebuah warung makan dan mereka singgah untuk beristirahat dan makan.
Ketika mereka makan tiba-tiba Handphone mereka berbunyi dan banyak notif .
Mereka pun keheranan kenapa banyak sekali notifikasi stelah mereka cek banyak sekali notif pesan dan panggilan yang menanyakan keberadaan mereka, stelah mereka cek tanggal berapa terkejutnya mereka ternyata sudah 7 hari mereka tersesat di desa itu.
Sungguh kenyataan yang membuat mereka tercengang,karna mereka mereka merasa hanya satu hari .
Akhirnya mereka memutuskan untuk p**ang ke rumah masing-masing untuk menenangkan diri.
Sampai saat ini mereka masih bingung dengan apa yang terjadi kepada mereka.