15/06/2026
MEDAN | Music Is Life
Liang: Delapan Tahun Bersama Saxofon, "Saya Tidak Bisa Hidup Tanpa Musik"
MEDAN โ Bagi sebagian orang, musik hanyalah hiburan. Namun bagi Liang, seorang pehobi saxofon, musik adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidupnya.
Sudah sekitar delapan tahun ia menekuni alat musik tiup tersebut. Dalam perjalanannya, Liang mengaku telah melewati berbagai pengalaman, mulai dari s**a hingga duka. Meski demikian, ia tidak pernah benar-benar mampu meninggalkan saxofon.
"Menurut saya, saya tidak bisa hidup tanpa musik. It feeds my soul," ungkapnya.
Baginya, musik bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Musik menjadi ruang untuk mengekspresikan perasaan, menghilangkan penat, dan menemukan kembali semangat hidup di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
Perjalanan panjang itu kemudian membawanya bergabung dengan Milky Way Corp melalui program Little Komet Komuniti, sebuah wadah yang mempertemukan para pencinta musik dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam.
Di komunitas tersebut, Liang menemukan banyak orang yang memiliki cara pandang yang sama terhadap musik.
"Di sini kami percaya bahwa Music is Life," katanya.
Menurutnya, musik sering kali dianggap bukan sesuatu yang penting karena tidak terlihat memiliki nilai praktis dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kehadirannya mampu memberikan kekuatan bagi banyak orang untuk terus melangkah.
Filosofi itu juga sejalan dengan semangat yang dibangun di Little Komet Komuniti, bahwa musik mungkin tampak sederhana, bahkan sering dipandang sebelah mata, tetapi selalu hadir untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam kehidupan manusia.
"It seems not important, but it's there."
Bagi Liang dan banyak musisi lainnya, kalimat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari perjalanan hidup yang telah mereka jalani.