04/06/2026
Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya terungkap sebagai laporan palsu.
Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, yang sebelumnya mengaku menjadi korban begal dan pembacokan oleh orang tak dikenal, ternyata merekayasa seluruh kejadian tersebut.
Sebelumnya, Nugroho yang berprofesi sebagai perawat di RSUD Waluyo Jati, mengaku menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Sidomukti, pada Senin (1/6) malam.
Dalam laporannya, ia menyebut sepeda motor Honda Beat bernomor polisi N 6320 MQ milik ayahnya dirampas pelaku, sementara dirinya mengalami luka bacok pada bagian tubuh akibat serangan senjata tajam.
Namun setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh jajaran Polsek Kraksaan, terungkap bahwa peristiwa tersebut tidak pernah terjadi.
Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan sejak awal menerima laporan. Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban, mengecek tempat kejadian perkara (TKP), serta mencocokkan keterangan dengan hasil temuan di lapangan.
Menurut Masykur, Nugroho awalnya mengaku dibacok menggunakan senjata tajam jenis sangkur oleh pelaku begal. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan luka tersebut tidak memiliki karakteristik sebagaimana luka akibat serangan senjata tajam dalam aksi pembegalan.
"Setelah kami dalami, yang bersangkutan akhirnya mengakui bahwa luka-luka tersebut dibuat sendiri untuk memperkuat cerita pembegalan yang direkayasa," jelasnya.
Tidak hanya itu, polisi juga mengungkap bahwa sepeda motor Honda Beat yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat dibegal ternyata telah dijual oleh Nugroho. Motor tersebut merupakan milik ayahnya yang dijual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Pada Rabu malam (3/6/2026), Nugroho menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, netizen, serta institusi kepolisian atas berita bohong yang telah dibuatnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di Mapolsek Kraksaan dengan didampingi Kapolsek Kraksaan dan Kanit Reskrim Polsek Kraksaan.
Dalam pernyataannya, Nugroho mengakui bahwa kabar pembegalan yang sempat viral tersebut merupakan rekayasa yang dibuatnya sendiri.
Sumber detikcom