07/08/2023
, Sang Pencari Kerja #
Bulan september adalah bulan perayaan wisudaku, merayakan pesta kelulusan bersama keluarga, teman-teman seangkatan, dan teman satu kos merupakan hal menyenangkan. Aku adalah seorang perempuan lulusan dari universitas negeri ternama di jawa timur. Setelah selesai merayakan pesta kelulusan bersama keluarga dan teman-teman, aku datang ke fakultas untuk melakukan legalisir ijasah dan transkip nilai. Setelah selesai melakukan legalisir, langkah kaki ku menuju ke gedung career center di kampus tempat aku menuntut ilmu. Aku membaca iklan lowongan di papan pengumuman yang telah mereka tempelkan. Banyak kriteria yang dicari dalam lowongan iklan pekerjaan tersebut, dan aku memenuhi persyaratan yang mereka cari.
Disaat membaca secara teliti iklan lowongan pekerjaan , aku tertarik dengan lowongan pekerjaan pada bank sebagai back office dan teller, kriterianya adalah semua jurusan, lulusan minimal sarjana (S1), IPK minimal 2,75 dan usia maksimal 25 tahun, waktu itu usiaku masih 22 tahun dan IPK ku diatas 2,75. Aku langsung mendatangi tempat komputer, internet dan percetakan untuk membuat Curiculume Vitae (CV), mencetak semua persyaratan yang diminta pada pengumuman iklan pencari kerja. Kebetulan waktu itu pihak HRD (Human Recources Departement) bank tidak menginginkan dikirim melalui email mereka, mungkin banyak yang mengirimkan lowongan pekerjaan ke email sehingga menyebabkan data base mereka tidak cukup. Aku menyerahkan lembaran file dokumen kepada petugas career center tersebut sambil berbasa-basi sejenak dengan mereka, agar aku diutamakan dalam memberikan kriteria pekerjaan kepada pihak HRD bank tersebut.
“ Selamat Pagi Ibu dan Bapak”
“Ini adalah dokumen, yang diperlukan pada kriteria lowongan kerja di bank tersebut”
Oh, Iya Mbak...Ini Sudah saya terima, biaya administrasinya 5000 ribu rupiah,
“Okelah”
Bolehkah, saya tahu sudah berapa orang yang memasukan lowongan pekerjaan di bank tersebut”
Masih 50, orang mbak
Baiklah, terima kasih. Ini dengan ibu siapa.
Dengan ibu Siska,
Baik, Saya dengan Mbak Lidya.
Setelah percakapan basa-basi tersebut, akhirnya aku pulang dan menuju ke kosan. Di kosan aku langsung buka laptop dan melihat lowongan pekerjaan di internet. Banyak sekali lowongan pekerjaan di internet, tiba-tiba ada whatsapp masuk.
Lidya, ini mbak rika waktu kita satu les toefl dulu.
Oh iya mbak, gimana kabarnya.....?
Baik-baik saja, bagaimana sudah dapat pekerjaan?.
Belum mbak, ini aku sudah mencoba melamar pekerjaan...
Mbak lulus wisuda bulan maret, wisuda lebih dulu dari aku, gimana sudah dapat, pekerjaan?
Belumlah lidya, oh ya...Kalo ada lowongan pekerjaan, kabari rika ya...??
Oke.....
Aku masih mencoba melamar pekerjaanku, aku mencoba melamar pekerjaan sendiri. Aku ingin menghubungi teman-teman seangkatanku dalam mencari pekerjaan tetapi aku malu. Bila mereka tidak menghubungi ku dahulu, aku juga tidak mau menghubungi mereka juga, mungkin sifatku adalah seorang introvet, yang tertutup. Besok aku akan jadwalkan untuk mengirim lamaran pekerjaan melalu internet sambil menunggu panggilan tes pekerjaan dari career center. Dengan dipandu oleh youtube aku mencoba mendesain CV yang berestetika dan menarik. Banyak sekali lowongan pekerjaan di internet dari jasa, supervisor, staf dan lain sebagainnya. Aku ingin mencoba pekerjaan manufaktur, walaupun aku bukan lulusan dari jurusan manufaktur atau jurusan teknik industri, aku ingin mencobanya, walaupun aku lulusan sarjana dan menjadi buruh pabrik. Namun aku juga butuh pengalaman kerja dari pengalaman kerja, mungkin suatu saat aku bisa membuka usaha sendiri.
Keesokan harinya aku beli makan, sarapan dan ke gedung career center untuk mencoba melihat lamaran pekerjaan. Tidak disangka bertemu dengan mbak rika di gedung career center.
“Hai Lid, oh mbak rika”.
Ia mbak, sudah menemukan pekerjaan yang cocok?
Ini masih mencari-cari.
Mbak kok, belum dapat pekerjaan,
Kemarin aku sibuk ngelesi, lid, jadinya gak sempat cari pekerjaan.
Kamu semangat sekali dalam mencari pekerjaan,
Ialah mbak, ini sambil mencatat email lowongan pekerjaan, kenapa mbak gak nerusin ngelesin ajah. Ucapku...
Gajinya kecil, Lid. Aku ingin gaji minimal sekitar UMR, lah.
Ini mbak, coba masuk ke Kobstreet, banyak lowongan, di website tersebut.
Wah, ini yang melamar kerja banyak lid, seluruh indonesia, menurut pengalamanku, aku ajah masih belum dipanggil interview kerja, semenjak bulan kemarin aku coba daftar diwebsite tersebut. Oh yach, ini nanti bulan depan ada jobs di gedung expo lid. Bulan depan loh.
Tapi aku gak punya motor, mbak Rik.
Gampang itu, aku jemput ke kosmu dech.
Iya dech, nanti aku isi bensinyya.
SIPPP...
Berhari-hari aku hanya mengirim email untuk mencari pekerjaan dan mengisi kekosangan waktu ku dengan membaca buku, ngobrol dengan teman kos, bersepedah dan pergi ke gedung career center. Tiba-tiba ada whatsapp masuk dari pusat center, bahwa saya diundang untuk melakukan interview besok oktober tanggal 10, jam 10 pagi, dengan rasa bahagia dan cemas, karena ini adalah udangan interview kerja saya pertama. Aku langsung mengirimkan pesan “Baik, saya akan datang tepat waktu. Itu balasan pesan saya. Aku harus menyiapkan seragam hitam putih, untuk melakukan interview besok dengan rasa bahagiah aku setrika kembali dan aku siapkan dengan sangat rapi seragam hitam putih tersebut. Pada malamnya aku berdoa, membaca di internet apa saja yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi interview kerja dan segera tidur, agar raga saya kelihatan segar keesekan harinya..
Aku bangun tidur lebih awal di pagi hari dan setelah itu berdoa, tidak lupa meminta yang terbaik kepada tuhan yang maha esa. Setelah selesai berdoa, aku buka internet, cari sarapan, mengobrol sama teman dan mandi. Aku berangkat ke gedung career center sambil mengayuh sepedah dengan penuh semangat. Tak terasa pukul 9.30 aku sudah sampai ke gedung tersebut dan ruang gedung, tempat interview telah disediakan. Aku langsung masuk sambil dberi snack, aku duduk paling depan dan ternyata terdapat kandidat lainnya juga sesama perempuan, maklumlah yang diutamakan lowongan kerja di bank tersebut memang perempuan. Kami basa-basi dalam mengobrol banyak yang dibicarakan tentang mencari pekerjaan. Tak terasa semua kursi telah terisi sekitar 30 perempuan yang dipanggil interview dan besok ada sesi kedua interview bank tersebut. Para panitia nya biasa, sebelum dilakukan interview kerja adalah melakukan pengenalan profile instasi, karier dan lain sebagainya menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Tak terasa sesi interview sudah dimulai, aku kira interview adalah dipanggil dan mengobrol secara dua mata dengan panitia penyeleksi. Ternyata dipanggil satu persatu didepan umum dengan menggunakan mic, seperti melakukan pidato. Saya yang orang introvert sungguh gugup dan tidak percaya diri, saya berada pada nomor urutan ketiga...Oh tidak, itu gumam dihatiku...Aku dipersilahkan utuk memperkenalkan diri, namun tubuhku dan tanganku gemetaran memegang mik aku berkeringat dingin.
“Perkenalkan nama saya Lidya Sari”
“Saya, biasa dipanggil Lidya”
“Hobi, saya adalah berenang dan mendengarkan musik”
“Saat ini, aktivitas saya sedang mencari pekerjaan”
“Saya adalah anak pertama dari keluarga saya”
“Cita-cita saya memiliki banyak uang, agar bisa mensejahterakan keluarga saya”
Setelah selesai perkenalan diri, seperti kandidat lainnya. Aku langsung turun dari tempat pidato tersebut dan langsung keluar lewat pintu belakang. Di pintu belakang ternyata ada panitia lagi yang memberitahu, bila lolos dari interview ini akan dihubungi kembali lewat nomor whatsapp. Maksimal jam lima sore, “Baiklah, terima kasih atas informasinya, itu sahutku”. Setelah selesai dari urusan interview aku pulang kerumah sambil berdoa “Ya, tuhan berikan keputusan yang terbaik untuk masa depanku”. Ternyata waktu sudah menunjukan pukul lima sore lebih aku tidak mendapatkan balasan dari pihak panitia bank tersebut dan pada akhirnya, aku harus terima keputusan mereka. Yang penting, aku sudah berusaha dan mungkin keputusan ini adalah yang terbaik untukku.