21/12/2025
Satu hal yang akhirnya ku pahami setelah jungkir balik selama 2 tahun Luntang-lantung di FB Pro…
Ngonten itu capek, iya.
Bikin ide, rekam, edit, upload, interaksi, cek dasbor—dan semua itu berulang lagi besok- besoknya.
Pekerjaan offline yang seharusnya dikerjakan 30 menit jadi 60-90 menit🙄
Dan jujur… itu semua berkali kali bikin aku mau menyerah.
Aku hampir setiap malam bilang ke Suami dan mama "Ah aku cape, aku bosan, aku mau berenti saja,aku sdh se effort ini tpi hasilnya tidak memuaskan🥹
Mereka bilang "jalani aja dulu ,nikmati prosesnya tidak ada yang instan
Apalagi waktu itu aku masih melihat konten sebagai angka(selalu bertanya kapan aku gajian)
Setiap buka dasbor rasanya selalu nyesek
View kecil? down.
Dodol sebiji? nangis dalam hati.
Interaksi sepi, padahal sudah sangat se effort itu(menurutku)😌
Tapi hidup ternyata lebih ringan disaat aku mulai melepaskan, lebih mengikhlaskan,menganggap ngonten itu sebagai hoby dan hal yang menyenangkan, aku biarkan semuanya mengalir seperti aliran air, bebas, lepas tapi tetap selalu belajar mengupgrade konten yang lebih baik dan lebih ada manfaatnya buat diriku dan orang yang menontonnya
Disaat Fokusku cuma satu:
karyaku(kontenku harus bermanfaat buat oranglain).
Alhamdulillah akhirnya bisa gajian setiap bulan😭
(Meskipun masih secuil gajinya ,ah jadi malu sm suhu😅)
Tapi sudah sangat aku syukuri
Aku mau dikenal orang bukan karena aku rajin keliling komentar,
tapi karena kontenku sendiri yang bicara.
Karena kalau orang s**a sama konten kita,
mereka akan datang dengan s**arela—tanpa paksaan,
Sekarang aku lebih menikmati prosesnya:
ngonten santai, tapi niat.
ngonten happy, tapi tetap konsisten.
ngonten tanpa rasa takut dikejar angka.
Karena ternyata…
cara paling sehat untuk bertahan adalah
mengikuti ritme diri sendiri, bukan ritme orang lain.
Jadi buat kamu yang lagi ngos-ngosan…
Yuk tarik napas dulu.
Kita tidak harus berlari
Kita cuma perlu terus bergerak—pelan pun tidak apa-apa