Pribumi Network

Pribumi Network MERANGKUM FAKTA DAN OPINI
SERTA KREASI ANAK NEGRI

Saling support yuk,, Follow, Like dan Share

12/02/2026

𝐀𝐁𝐊 𝐦𝐮𝐝𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐭𝐮𝐧𝐭𝐮𝐭 𝐌𝐚𝐭𝐢,𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐭𝐮𝐝𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐰𝐚 𝟐 𝐓𝐨𝐧 𝐳𝐚𝐭 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠

‎Fandi Ramadhan (22 tahun), anak buah kapal (ABK) asal Belawan, Sumatera Utara, dituntut pidana mati dalam perkara penyelundupan n4rkotika seberat dua ton yang melibatkan kapal tanker Sae Dragon.

‎Seorang anak nelayan yang ingin mengangkat ekonomi orang tuanya.

‎Fandi Ramadhan merupakan lulusan Politeknik Pelayaran Negeri Malahayati Aceh. Ia direkrut sebagai tenaga mesin kapal melalui proses yang disebutnya resmi. Lamaran kerja disampaikan melalui seorang agen bernama Iwan dan diteruskan kepada Kapten Kapal Sae Dragon, Hasiholan Samosir, hingga manajemen kapal di Thailand.

‎Fandi menerima letter of contract dengan g4ji 2.000 dol4r per bulan/33 juta rupi4h. Dalam kontrak tersebut disebutkan muatan kapal berupa minyak dengan rute pelayaran tertentu.

‎"Setiap saya tanya kapan mulai kerja, jawabannya selalu menunggu keputusan bos bernama Tan," ungkap Fandi dalam persidangan.

‎Tiga Hari di Kapal Asing
‎Pada 14 Mei 2025, Fandi akhirnya berlayar bersama Kapten Hasiholan Samosir dan
‎beberapa awak lain, termasuk dua warga negara. Thailand, Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube, serta Richard Halomoan Tambunan dan Leo Candra Samosir.

‎Di tengah pelayaran menuju perairan sekitar Phuket, sebuah kapal lain mendekat. Terjadi pemindahan sejumlah barang ke kapal Sae Dragon. Fandi mengaku tidak mengetahui isi muatan tersebut dan mulai merasa curiga.

‎"Saya hanya bawahan.
‎"Dia bukan pemilik kapal, bukan pengendali muatan. Kabur tidak mungkin. Melawan berarti mati,".

‎Seruan Keadilan Nirwana, ibu Fandi,
‎"Seumur hidup dia baik. Baru sekali ikut kapal asing untuk kerja. Sekarang dituntut mati. Hancur hati saya," ujarnya.

‎"Kami mohon keadilan. Tolong lihat anak kami sebagai manusia,"


09/02/2026

𝐒𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐬𝐢𝐛𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐝𝐮𝐡 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐚𝐥𝐚𝐭 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐨𝐝𝐨𝐡𝐚𝐧, 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐤𝐞𝐣𝐮𝐣𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐬𝐭𝐢 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐭𝐚𝐫𝐮𝐡 𝐝𝐢 𝐦𝐞𝐣𝐚: 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐬𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐫𝐚𝐤𝐮𝐬. 𝐑𝐚𝐤𝐮𝐬 𝐬𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐞𝐤𝐨𝐧𝐨𝐦𝐢, 𝐫𝐚𝐤𝐮𝐬 𝐬𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐩𝐨𝐥𝐢𝐭𝐢𝐤, 𝐝𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐮𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐚𝐬𝐚𝐢 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐢𝐤𝐢𝐫 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚.

𝐓𝐚𝐧𝐝𝐚-𝐭𝐚𝐧𝐝𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚-𝐦𝐚𝐧𝐚.

𝐍𝐞𝐠𝐞𝐫𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐤𝐚𝐲𝐚, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐲𝐞𝐰𝐚. 𝐓𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐬𝐮𝐛𝐮𝐫, 𝐥𝐚𝐮𝐭 𝐥𝐮𝐚𝐬, 𝐭𝐚𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐦𝐩𝐚𝐡 𝐧𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐬𝐞𝐠𝐞𝐥𝐢𝐧𝐭𝐢𝐫.
𝐑𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐛𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐩𝐚𝐠𝐢 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦, 𝐬𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐧𝐚𝐢𝐤 𝐤𝐞 𝐚𝐭𝐚𝐬, 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫 𝐤𝐞 𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡.

𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐫𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐭𝐚𝐤 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐥.
𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐭𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧-𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧.
𝐔𝐩𝐚𝐡? 𝐍𝐲𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐥𝐞𝐥𝐮𝐜𝐨𝐧.

𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐬𝐞𝐩𝐮𝐥𝐮𝐡 𝐣𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐡𝐚𝐫𝐢, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐜𝐞𝐦𝐚𝐬 𝐛𝐞𝐬𝐨𝐤 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐩𝐚.
𝐒𝐚𝐤𝐢𝐭 𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫 𝐁𝐏𝐉𝐒.
𝐒𝐞𝐤𝐨𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫 𝐛𝐢𝐚𝐲𝐚.
𝐍𝐢𝐤𝐚𝐡 𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫 𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠.

𝐃𝐢 𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐥𝐚𝐢𝐧, 𝐚𝐝𝐚 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠-𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐮𝐚𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐩𝐚𝐫𝐤𝐢𝐫 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚.

𝐈𝐧𝐢 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐭𝐮𝐥𝐚𝐧.
𝐈𝐧𝐢 𝐝𝐞𝐬𝐚𝐢𝐧.

04/02/2026

𝐀𝐤𝐮 𝐢𝐧𝐢 𝐜𝐮𝐦𝐚 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐮𝐚 𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐚𝐧,
‎𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐭𝐮𝐩 𝐫𝐢𝐛𝐮𝐚𝐧 𝐦𝐮𝐥𝐮𝐭 𝐝𝐢𝐥𝐮𝐚𝐫 𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐲𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐜𝐞𝐡 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐝𝐞𝐧𝐠𝐤𝐢𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 ..???

‎𝐀𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐠𝐮𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐭𝐮𝐩
‎𝐭𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠𝐚 𝐢𝐧𝐢.. "𝐬𝐢𝐦𝐩𝐥𝐞𝐤𝐚𝐧"..
‎𝐁𝐢𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐞𝐠𝐨 𝐢𝐭𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐮𝐚𝐫𝐚 𝐥𝐞𝐩𝐚𝐬,𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐒𝐮𝐚𝐫𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐫𝐚𝐮 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐫𝐮𝐭𝐮..

‎𝐀𝐤𝐮 𝐢𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢𝐚𝐧,
‎𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐛𝐮𝐭𝐮𝐡𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐩𝐚𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐫𝐚𝐛 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐮𝐥𝐮𝐬 𝐩𝐞𝐧𝐮𝐡 𝐩𝐞𝐫𝐬𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭𝐚𝐧..

‎𝐀𝐩𝐚 𝐒𝐚𝐥𝐚𝐡𝐤𝐮 𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 ,,??
‎𝐌𝐞𝐬𝐤𝐢 𝐤𝐮 𝐭𝐚𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩𝐚𝐧𝐤𝐮 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐩𝐞𝐥𝐚𝐧𝐠𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐬𝐚’𝐚𝐭 𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧...
‎" 𝐊𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐈𝐭𝐮 𝐊𝐞𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚’𝐚𝐧"𝐁𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐩𝐮𝐥𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐊𝐡𝐚𝐲𝐚𝐥𝐚𝐧 ,,

01/02/2026

Sungguh berat bagiku meninggalkan sesuatu dan tempat Kepedulianku, aku yang telah mengerahkan seluruh upayaku untuk menjaga apa yang kuhargai.

Namun aku juga terpaksa melepaskan genggaman ketika aku merasa tempat itu tak lagi memuatku, ketika aku tak lagi dirasa cukup, dan ketika keberadaanku terasa sama saja dengan ketiadaan.

Aku berusaha memahami semua yang pernah kucintai menjadi tiada, menjadi kehampaan, tanpa penyesalan.

Perpisahan tidaklah mematikan wahai Puan, yang benar-benar mematikan adalah pengkhianátan saat perpisahan.

Dan jika pilihanmu mengkhianatimu, kebaikan Allah tidak pernah menghianatimu, dan penyelamatanNya juga tidak akan mengecewakanmu.

20/01/2026

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِا لْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰ نُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ اِعْدِلُوْا ۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman!
Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil.

Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 8)

Teman teman yang ingin jualan foto atau vidio disini aja,,Gabung disini aja,,Jadikan ini sebagai penghasilan tambahan,, ...
08/11/2024

Teman teman yang ingin jualan foto atau vidio disini aja,,Gabung disini aja,,Jadikan ini sebagai penghasilan tambahan,,
ini Link Referral Aku

You should become a Shutterstock Contributor—it's a great way to get money, experience, and more work for your portfolio. Sign up using my link!

Shutterstock is a global marketplace for artists and creators to sell royalty-free images, footage, vectors and illustrations. We want to see the world through your eyes.

Address

Morowali

Telephone

+82292262794

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pribumi Network posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share