26/12/2025
Tema:
"Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga"
(Bdk. Matius 1:21–24)
Makna Mendalam di Balik Tema Natal 2025
Ayat Matius 1:21–24 menjadi dasar tema Natal 2025, menceritakan kepatuhan Yusuf dan Maria dalam menerima tugas besar dari Tuhan: kelahiran Yesus Kristus sebagai Sang Penyelamat.
Nama Yesus sendiri berarti “Ia menyelamatkan”, menegaskan bahwa karya keselamatan Allah bukan hanya menjadi sejarah iman, tetapi hadir di tengah kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga.
Beberapa pesan makna yang penting:
1. Keluarga sebagai Tempat Pertama Kehadiran Allah
Yesus lahir dalam keluarga sederhana di Betlehem. Ini menegaskan bahwa keluarga—dengan segala kesederhanaannya—menjadi ruang pertama Allah bekerja dan menghadirkan kasih-Nya.
Bagi gereja dan umat Kristen Papua Pegunungan, yang memiliki struktur sosial berbasis komunitas dan kekerabatan, nilai ini sangat relevan. Natal 2025 mengajak setiap keluarga untuk kembali melihat rumah sebagai pusat pendidikan iman, kasih, dan pengharapan.
2. Allah Hadir di Tengah Kerentanan
Tema Natal tahun ini mengakui bahwa banyak keluarga sedang bergumul. Mulai dari konflik relasi, masalah ekonomi, hingga tekanan sosial akibat teknologi dan informasi yang cepat berubah.
Natal mengingatkan bahwa kehadiran Kristus membawa pemulihan. Sama seperti Yusuf yang sempat ragu namun akhirnya taat pada pesan Tuhan, keluarga masa kini juga diajak untuk kembali membuka hati terhadap karya keselamatan Allah.
3. Keluarga sebagai Gereja Terkecil
Keluarga merupakan wajah gereja terkecil. Di sinilah nilai-nilai Kristiani dihidupi, dipelajari, dan diwariskan.
Ketika keluarga dipulihkan, maka gereja menjadi kuat, masyarakat menjadi lebih rukun, dan bangsa mengalami pengharapan yang baru. Pesan ini sangat relevan bagi Papua Pegunungan yang menjunjung nilai kekeluargaan sebagai fondasi kehidupan sosial.
4. Menghadapi Polikrisis Dunia Modern
PGI–KWI juga menyinggung berbagai polikrisis:
krisis relasi sosial
krisis keluarga
krisis lingkungan
krisis moral generasi muda
hingga tantangan akibat perkembangan kecerdasan buatan
Natal 2025 menjadi momentum bagi gereja dan keluarga Kristen untuk mempererat ikatan batin, memperbarui iman, serta menghadirkan damai di tengah dunia yang serba cepat dan sering memecah belah.