07/04/2021
Makan Besamo atau Makan Bersama sudah sejak dulu dilakukan oleh masyarakat Melayu Jambi khususnya di Kabupaten Batang Hari. Memang tradisi makan besamo di Nusantara, awalnya diperkenalkan para pedagang Arab sebagai bentuk pelaksanaan sunnah Nabi. Sebagaimana di kutip dalam kitab Fathul Baari Karya Ibnu Hajar Al Asqalani, ulama besar dan ahli hadits kelahiran Mesir, disebutlan dalam hadits Nabi Muhammad SAW “Makanlah bersama-sama dan janganlah sendiri-sendiri karena sesungguhnya makanan satu orang itu cukup untuk dua orang”.
Tradisi makan besamo memiliki dasar kuat. Selain menjalankan sunah nabi, makan besamo menjadi ajang silaturahmi.
Didalam kebiasaan masyarakat Batanghari makan Besamo mengajarkan kepada masyarakat betapa pentingnya gotong royong, kerjasama dan tolong menolong serta menumbuhkan rasa kekeluargaan. Dengan ini kami mengajak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan batik dan budaya makan besamo.
Kami menggunakan kain batik khas Batang Hari karya Pengrajin “Batik Maryana” dengan motif “Serentak Bak Regam”.
Motif Serentak Bak Regam merupakan gabungan dari 6 motif Batik khas Batang Hari yang sudah di paten kan oleh Dekranas yaitu motif Rotan, Burung Punai, Perahu Pencalang, Sawit, Daun Karet dan Nago Sari. Dimana filosofi kain ini "menunjukkan watak, adat, dan masyarakat Kabupaten Batang Hari yang beragam tetapi tetap seiyo sekato dalam musyawarah dan mufakat".
Melalui pesona cerita Wastra ini, kami Komedi Budak Terate merasa bangga memakai mahakarya batik
Dengan motif Serentak Bak Regam, sangat mewakili indahnya kebersamaan, kehidupan, dan keberagaman yang ada di kabupaten Batang Hari.
Batik by
Support by : Ibu Bupati
BPC HIPMI Batanghari
Lokasi : Kel. Teratai
Photoshoot :
.jambiprov