16/02/2026
*TPNPB KODAP XVI YAHUKIMO BAKAR SMK NEGERI 2 DekaI DAN MENGIMBAU AGAR APARAT MILITER INDONESIA HENTIKAN AKTIVIS DI SEKOLAH SEKOLAH*
Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Minggu, 15 Februari 2026
Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan TPNPB Batalion Sisibia, Mayor Yosua Sobolim bersama Komandan Operasi, Kempes Matuan bahwa kami bertanggung jawab atas pembakaran SMK Negeri 2 Dekai pada hari Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar jam 15.00 karena sekolah-sekolah di Papua tenaga pendidiknya adalah aparat militer Indonesia yang dikirim oleh Panglima TNI, Agus Subianto dari Jakarta ke Papua dan hal tersebut sesuai pernyataannya beberapa bulan lalai bahwa tenaga kesehatan dan guru di Papua adalah anggota saya (TNI) oleh sebab itu, pembakaran sekolah terpaksa TPNPB Kodap XVI Yahukimo lakukan guna membatasi aktivitas belajar mengajar demi menghindari korban jiwa terhadap para pelajar sebelum serangan susulan dilakukan terhadap aparat militer Indonesia yang bekerja sebagai guru di Yahukimo.
Mayor Yosua Sobolim juga melaporkan bahwa semua guru-guru dan tenaga kesehatan yang di kirimkan oleh Panglima TNI, Agus Subianto ke Yahukimo tidak ada jaminan keamanan dan keselamatan sehingga segera tinggalkan wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Jika ingin hidup silahkan keluar dari wilayah perang. Dan juga aparat militer Indonesia jangan melakukan penangkapan dan intimidasi terhadap warga sipil yang tidak tahu apa-apa, kejadian tersebut murni TPNPB yang lakukan sehingga mau kejar kami, silahkan datang ke Markas TPNPB Kinpule.
Dalam hal tersebut Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau agar guru-guru, tenaga kesehatan dan warga imigran indonesia segera tinggalkan wilayah perang jika hal tersebut tidak di indahkan maka TPNPB siap eksekusi mati karena anda adalah bagian dari agen intelijen militer pemerintah Indonesia atau Komcad versi TNI yang memasuki wilayah perang.
Kami juga menilai bahwa konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat militer pemerintah Indonesia di berbagai daerah diatas Tanah Papua terlebih khususnya banyak orang asli Papua yang mengungsi dari wilayah mereka, sementara imigran Indonesia masih tetap bertahan ini ada apa? Jika warga imigran Indonesia masih bertahan kami tetap cap sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia atau Komcad yang harus di eksekusi mati seluruhnya dalam operasi TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua. Kami juga mengimbau agar seluruh kios-kios, kost-kost, warung makan, gedung pemerintah dan bangunan milik agen intelijen militer pemerintah Indonesia di wilayah perang wajib dibakar dan dimusnahkan karena dari tempat-tempat tersebut aparat militer Indonesia menggunakannya untuk melakukan kejahatan, penangkapan dan pembunuhan secara ter struktur terhadap orang Papua.
Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Minggu, 15 Februari 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.
Jenderal Goliath Tabuni
Panglima Tinggi TPNPB-OPM
Letnan Jenderal Melkisedek Awom
Wakil Panglima TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Terianus Satto
Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
*Mayor Jenderal Lekagak* *Telenggen*
*Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM*
_Tanah kolonial 15, Februari 2026_
_Pit Waine_
_Aktivis Mahasiswa_