19/07/2026
SAYA ADALAH KESALAHAN ITU.
Orang-orang sering bilang: sayalah kesalahan itu.
Sejak awal saya hanya berpegang erat pada apa yang saya yakini sebagai kebenaran.
Saya tahu banyak orang berbisik, menunjuk, dan menolak keberadaanku.
Namun dia yang menjadi kebenaran bagi saya selalu berdiri tegak di sisiku.
Ia berkata dengan tegas, bahwa pilihannya kepadaku tidak pernah salah.
Karena itu saya bersyukur, dan menutup rapat telinga serta hati dari segala cemoohan, fitnah, makian, serta segala kejahatan perkataan yang datang.
Saya sangat mencintainya; kebenaran adalah yang paling utama di dalam hidupku.
Namun seiring berjalannya waktu,
Saya mulai merasakan hal yang menyakitkan.
Sepertinya kebenaran itu mulai lelah dan muak dengan segala kesalahan yang melekat pada saya.
Perlahan kepercayaan itu memudar. Ia seolah tak lagi nyaman melihat wajah dan tingkah laku saya yang penuh kekurangan.
Semenjak ia memutuskan untuk tidak lagi mengandung harapan itu, bahkan terlihat takut mendekat, saya benar-benar yakin akan satu hal: Saya sungguh salah.
Saya telah membuat kebenaran itu menanggung risiko yang sangat berat, hanya demi diri saya yang penuh noda dan keliru.
Hingga akhirnya hari itu tiba.
Segalanya menjadi kacau tak terkira.
Kami berakhir dalam pertikaian yang hebat dan menyakitkan.
Dan di tengah semuanya itu, saya akui dengan jujur: kesalahan yang ada padaku, tidak akan pernah bisa berubah menjadi sesuatu yang benar bersamanya.