TBK Putri Kembar

Call Directions Contact the business

TBK Putri Kembar ✅️ Info Dunia Usaha
✅️ Berbagi Tips Dagang
✅️ Aktifitas Keseharian di TBK PUTRI KEMBAR

10/10/2026

Bisnis yang bagus belum tentu bertahan. Tapi owner yang terus bertumbuh punya peluang lebih besar untuk menang.

Dulu aku pikir, bisnis akan menang kalau produknya bagus.

Tapi setelah melihat banyak owner berjuang membangun usahanya, aku sadar satu hal…

Ada bisnis dengan produk biasa yang tumbuh besar. Ada juga bisnis dengan produk bagus yang akhirnya gulung tikar.

Kenapa bisa begitu?

Karena bisnis jangka panjang bukan cuma soal apa yang kamu jual, tetapi juga tentang bagaimana kamu memimpin, belajar, dan mengambil keputusan.

Ada 4 hal yang membedakan owner yang terus bertumbuh dengan owner yang jalan di tempat.

1. Berani merekrut orang yang lebih hebat dari dirinya.

Owner yang merasa harus mengerjakan semuanya sendiri akan sulit membawa bisnisnya naik kelas.

Kamu boleh menjadi orang paling sibuk di tokomu. Tapi kalau semua keputusan harus menunggu kamu, sampai kapan bisnismu bisa berkembang?

2. Mau belajar lebih cepat daripada perubahan pasar.

Pelanggan berubah. Persaingan berubah. Cara orang berbelanja juga berubah.

Owner yang merasa dirinya sudah paling tahu biasanya terlambat menyadari perubahan.

Ingat, bukan selalu yang paling pintar yang menang, tetapi mereka yang mau belajar dan beradaptasi.

3. Tetap bertahan saat keadaan tidak sesuai harapan.

Tidak setiap hari omzet ramai. Tidak setiap strategi berhasil. Dan tidak semua perjuangan langsung menghasilkan keuntungan.

Ada masa ketika bisnis terasa begitu berat sampai muncul keinginan untuk menyerah.

Namun, bertahan bukan berarti keras kepala mempertahankan cara yang salah.

Owner yang kuat tahu kapan harus bertahan, kapan harus mengevaluasi, dan kapan harus mengubah strategi.

4. Tidak pernah berhenti mendengarkan pelanggan.

Semakin besar bisnis, semakin mudah owner terjebak dalam angka, laporan, dan target.

Padahal, pelanggan bisa memberi petunjuk tentang apa yang harus diperbaiki, produk apa yang dibutuhkan, dan mengapa mereka memilih berbelanja di tempat lain.

Jangan hanya sibuk menjual. Pahami juga alasan pelanggan membeli.

⸻

Kalau hari ini bisnismu sedang berat, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kamu tidak akan berhasil.

Bisnis yang kuat tidak dibangun dalam semalam.

Ia dibangun dari keputusan kecil, kesalahan yang diperbaiki, dan keberanian untuk terus belajar selama bertahun-tahun.

Terus belajar. Terus evaluasi. Terus perbaiki.

Dan jangan lupa mendengarkan pelangganmu.

Karena pada akhirnya…

Yang menentukan masa depan bisnis bukan cuma bagusnya produk yang kamu jual, tetapi juga kemampuanmu untuk terus berkembang sebagai owner.

💾 Simpan postingan ini sebagai pengingat saat semangat bisnismu mulai turun.

📩 Bagikan kepada sesama owner yang sedang berjuang membangun usahanya.

"MAKIN KESINI EKONOMI MAKIN SULIT"Dulu, waktu awal-awal buka warung, pagi-pagi sudah ada yang datang beli.Ada yang beli ...
10/10/2026

"MAKIN KESINI EKONOMI MAKIN SULIT"

Dulu, waktu awal-awal buka warung, pagi-pagi sudah ada yang datang beli.

Ada yang beli minyak, kopi, sabun, sampai anak-anak sekolah yang jajan karena kebetulan warungku dekat sekolahan.

Rasanya senang banget. Baru buka saja, sudah ada pemasukan. 🥹

Tapi sekarang, untuk mendapatkan pembeli pertama saja kadang harus menunggu lebih lama.

Mungkin karena warung di sekitar sini sudah semakin banyak. Persaingan juga semakin terasa.

Jujur, kadang capek. Kadang kepikiran ingin menyerah. Apalagi ketika melihat omzet yang semakin menurun, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.

Tapi setiap kali terlintas keinginan untuk berhenti, aku kembali berpikir…

Kalau bukan jualan sembako, aku juga belum tahu harus usaha apa lagi.

Warung inilah yang selama ini menjadi sumber penghasilanku. Dari sini aku berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, sedikit demi sedikit.

Jadi, meskipun kadang sepi, aku berusaha tetap bertahan dan mencari cara agar warung ini bisa terus berjalan.

Aku yakin, bukan cuma aku yang merasakan keadaan seperti ini.

Buat teman-teman sesama pemilik warung sembako, kalian juga merasakan hal yang sama nggak?

Apakah sekarang pembeli semakin sepi dan omzet semakin menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya? 😭

Yuk, cerita di kolom komentar. Siapa tahu kita bisa saling menguatkan dan berbagi cara untuk bertahan. ❤️

09/10/2026

OWNER YANG NGGAK ENAKAN SAMA KARYAWAN, HATI-HATI! ⚠️

Ada 3 risiko besar jika kamu terus-menerus nggak enakan menegur karyawan:

1️⃣ Karyawan makin tidak disiplin.
Ketika kesalahan dibiarkan berulang kali tanpa teguran, mereka bisa menganggap aturan bukan sesuatu yang harus dipatuhi.

2️⃣ Wibawamu sebagai owner menurun.
Karyawan bisa kehilangan rasa hormat jika kamu tidak konsisten dalam menegakkan aturan dan memberikan konsekuensi.

3️⃣ Bisnis menjadi korban.
Produktivitas menurun, pekerjaan terbengkalai, pelanggan kecewa, dan akhirnya keuntungan usaha ikut terdampak.

Ingat, menjadi owner yang baik bukan berarti harus selalu menyenangkan karyawan.

Kamu boleh peduli dengan perasaan mereka, tetapi jangan sampai mengorbankan masa depan bisnismu hanya karena takut mereka tersinggung.

Tegas bukan berarti kejam. Tegas berarti berani menegakkan aturan secara adil dan konsisten.

💬 Coba jujur, kamu termasuk owner yang berani menegur karyawan atau justru sering memendam kekesalan karena nggak enakan?

08/10/2026

Percaya deh… masalah karyawan itu seperti tidak pernah ada habisnya.

Satu pergi, datang yang baru.
Satu masalah selesai, muncul masalah berikutnya.

Hari ini pusing karena telat.
Besok pusing karena kasbon.
Lusa pusing karena kinerja.
Minggu depan, muncul cerita baru lagi.

Dan kalau pola ini terus berulang, yang habis bukan cuma waktu… tapi energi owner.

Banyak owner akhirnya terjebak sibuk “membereskan orang”, sampai lupa membangun sistem yang membuat masalah tidak terus berulang.

Padahal, sering kali masalahnya bukan semata-mata pada orangnya.

Tapi pada sistem yang mengatur orang tersebut.

Lalu apa yang harus dilakukan?

1️⃣ Buat standar kerja yang jelas

Jangan biarkan setiap karyawan bekerja berdasarkan versinya sendiri.

Buat standar sederhana:
apa yang harus dikerjakan, bagaimana caranya, dan seperti apa hasil yang diharapkan.

2️⃣ Jangan selalu menunggu masalah muncul

Kalau owner baru bergerak setelah masalah terjadi, owner akan terus menjadi pemadam kebakaran.

Buat checkpoint rutin, baik harian maupun mingguan.

3️⃣ Jangan hanya mengandalkan kepercayaan

Kalimat seperti,
“Harusnya dia sudah ngerti…”

justru sering menjadi sumber masalah.

Kepercayaan tetap penting, tapi harus diperkuat dengan sistem, checklist, dan kontrol.

4️⃣ Jangan asal merekrut

Skill memang bisa dilatih.

Tapi sikap kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab perlu diperhatikan sejak awal.

Jangan hanya melihat CV.

Lihat juga cara seseorang bekerja dan merespons tekanan.

5️⃣ Terapkan konsekuensi secara konsisten

Jangan hari ini ditegur, besok dibiarkan, lusa dimaklumi lagi.

Kalau aturan ada, konsekuensinya juga harus jelas dan konsisten.

Bukan untuk menakut-nakuti karyawan.

Tapi supaya semua orang tahu batas dan tanggung jawabnya.

---

Jadi kalau masalah karyawan selalu berulang…

Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa semua karyawan bermasalah.

Bisa jadi ada sesuatu di belakang layar yang belum pernah dibenahi.

Karena kalau sistemnya tetap sama,
ganti orang berkali-kali pun masalah yang sama bisa muncul lagi.

Owner seharusnya bukan orang yang paling sibuk menyelesaikan semua masalah.

Owner harus membangun sistem agar masalah tidak terus datang kepada owner. 🔥

Kalau maksudnya ingin diubah menjadi versi yang lebih singkat, kuat, dan enak untuk konten Facebook, saya sarankan seper...
08/10/2026

Kalau maksudnya ingin diubah menjadi versi yang lebih singkat, kuat, dan enak untuk konten Facebook, saya sarankan seperti ini:

SEMAKIN BESAR TANGGUNG JAWABMU SEBAGAI PENGUSAHA, JANGAN SAMPAI SEMAKIN JAUH DARI ALLAH.

Menjadi pedagang atau pengusaha berarti siap hidup dalam ketidakpastian.

Hari ini ramai, besok bisa sepi.
Hari ini untung, besok bisa nombok.
Pelanggan bisa berubah.
Karyawan bisa berganti.
Pasar bisa berubah tanpa kita minta.

Karena itu, jangan hanya mempersiapkan modal, stok, strategi, dan mental.

Persiapkan juga amal.

Perbanyak istighfar.
Perbanyak dzikir.
Jaga shalat.
Perbanyak sedekah.
Dan sesekali tinggalkan lelapnya malam untuk mengadu kepada Allah dalam tahajud dan munajat.

Bukan berarti setelah rajin beribadah bisnis pasti selalu ramai.

Tapi ketika bisnis berada dalam ketidakpastian, kita tahu kepada siapa harus bersandar.

Allah berfirman:

«“Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat...”
(QS. An-Nur: 37)»

Makin besar bisnisnya, jangan cuma makin besar omzetnya.
Semoga makin besar p**a dzikir, sedekah, dan rasa bergantung kita kepada Allah. 🤲

Karena pengusaha tidak hanya membutuhkan strategi untuk menghadapi pasar…

Tapi juga iman untuk menghadapi ketidakpastian.

Semoga Allah menjaga rezeki kita, melancarkan usaha kita, dan menjadikan setiap keuntungan sebagai rezeki yang halal dan penuh keberkahan. Aamiin. 🤲

Kalau kamu seorang pedagang atau pengusaha, amalan apa yang paling kamu jaga ketika usaha sedang sulit?

07/10/2026

“YANG PALING MENAKUTKAN BUKAN TAGIHANNYA…
TAPI TIDAK TAHU HARUS MENCARI UANG DARI MANA.”

BUKA WARUNG BUKAN CUMA BUKA TOKO…KITA SEDANG MEMBUKA JALAN REZEKI. 🔥Bismillah…Berdagang memang tidak selalu membuat kita...
07/10/2026

BUKA WARUNG BUKAN CUMA BUKA TOKO…
KITA SEDANG MEMBUKA JALAN REZEKI. 🔥

Bismillah…

Berdagang memang tidak selalu membuat kita cepat kaya.
Ada hari ketika warung ramai, ada juga hari ketika pembeli sepi.

Tapi selama kita masih mau membuka pintu, melayani dengan jujur, dan terus berusaha…

InsyaAllah selalu ada rezeki yang Allah titipkan. 🤲

Semoga hari ini:
🛒 Pembeli datang silih berganti
💰 Dagangan laris
🔄 Modal terus berputar
📈 Keuntungan bertambah
🤲 Dan rezeki yang didapat membawa keberkahan.

Untuk semua pedagang yang pagi ini sedang membuka warung, toko, kios, atau lapak…

Semoga hari ini bukan sekadar ramai pembeli, tapi ramai keberkahan. ❤️

Bismillah, semoga hari ini lebih baik dari kemarin. Aamiin.

06/10/2026

“Ekonomi lagi lesu? Jangan buru-buru banting harga. Justru ini saatnya memperkuat value produkmu.”

Kalau Ekonomi lagi lesu, tapi jualanmu tetap bisa jalan.

Bukan dengan cara terus-terusan kasih diskon.

Saat daya beli turun, konsumen justru semakin selektif.

Mereka masih belanja, tapi sebelum mengeluarkan uang, mereka mulai berpikir:

“Ini benar-benar saya butuhkan nggak?”
“Worth it nggak?”
“Kalau saya beli, manfaatnya apa buat saya?”

Karena itu, ada 3 hal yang harus diperkuat owner.

1️⃣ Jual Kebutuhan, Bukan Sekadar Produk

Misalnya kamu jual makanan.

Jangan cuma bilang:

❌ “Paket ayam Rp25 ribu.”

Berikan alasan yang lebih relevan:

✅ “Paket hemat Rp25 ribu — ayam + nasi + es teh. Kenyang tanpa perlu keluar Rp40 ribuan.”

Produknya mungkin sama.

Tapi value yang dirasakan pelanggan berbeda.

2️⃣ Berikan Alasan yang Jelas untuk Membeli

Jangan hanya mengatakan produkmu bagus.

Tunjukkan kenapa pelanggan layak mengeluarkan uangnya.

Contohnya laundry:

❌ “Laundry kiloan Rp8 ribu/kg.”

Lebih kuat:

✅ “Laundry Rp8 ribu/kg. Cocok buat kamu yang nggak punya waktu mencuci dan bisa ambil besok.”

Kamu bukan sekadar menjual jasa laundry.

Kamu menjual waktu, kemudahan, dan solusi.

3️⃣ Jangan Abaikan Pelanggan Lama

Ketika ekonomi sedang sulit, jangan hanya sibuk mengejar pelanggan baru.

Pelanggan yang sudah pernah membeli dan percaya dengan kita justru punya peluang besar untuk melakukan pembelian ulang.

Contohnya:

“Bu, biasanya stok serum Ibu mulai habis minggu ini. Mau saya siapkan yang sama?”

Sederhana.

Tapi jauh lebih strategis daripada setiap hari hanya berharap ada pelanggan baru dari konten.

Jadi ingat:

Ekonomi lesu bukan berarti orang berhenti belanja.

Mereka hanya menjadi lebih selektif dalam mengeluarkan uang.

Maka tugas owner bukan sekadar membuat orang membeli.

Tugas kita adalah memberikan alasan yang cukup kuat agar pelanggan merasa, “Ya, produk ini memang layak saya beli.” 🔥

05/10/2026

5 strategi yang sering dipakai bisnis yang nggak pernah sepi pelanggan. 🔥

Bukan cuma soal produk enak atau harga murah. Bisnis yang ramai biasanya punya alasan kuat kenapa pelanggan datang, beli, lalu kembali lagi.

1️⃣ Punya Produk Signature
Buat satu produk yang menjadi ciri khas bisnis kamu.

Caranya:
• Pilih produk yang paling potensial
• Beri nama yang mudah diingat
• Jadikan produk tersebut sebagai fokus promosi

Contoh: warung bakso yang terkenal karena Bakso Lava Pedas yang tidak dimiliki kompetitor.

2️⃣ Manfaatkan Word of Mouth
Jangan hanya berharap iklan. Buat pelanggan sendiri yang menceritakan bisnis kamu.

Caranya:
• Berikan pelayanan yang menyenangkan
• Buat pengalaman belanja yang berkesan
• Berikan alasan agar pelanggan mau merekomendasikan

Karena satu pelanggan yang puas bisa membawa pelanggan baru.

3️⃣ Terapkan Referral Strategy
Jadikan pelanggan sebagai jalan masuk pelanggan baru.

Contohnya:
“Ajak teman belanja di sini, dapat bonus.”

Tidak harus bonus besar. Yang penting menarik dan menguntungkan kedua pihak.

4️⃣ Bangun Membership
Jangan biarkan pelanggan datang hanya sekali.

Buat mereka merasa mendapatkan keuntungan karena menjadi pelanggan tetap.

Misalnya:
• Poin belanja
• Bonus pembelian
• Harga khusus member
• Hadiah setelah mencapai jumlah transaksi tertentu

5️⃣ Bangun Community Marketing
Jangan hanya membangun toko. Bangun juga komunitas di sekitar bisnis.

Buat grup pelanggan, adakan kegiatan kecil, atau libatkan pelanggan dalam aktivitas bisnis.

Karena pelanggan yang merasa menjadi bagian dari sebuah komunitas biasanya lebih sulit pindah ke tempat lain.

Kesimp**annya:

Bisnis yang ramai bukan selalu bisnis yang produknya paling bagus atau harganya paling murah.

Sering kali, mereka hanya lebih pintar memberikan alasan kepada pelanggan untuk datang, membeli, dan kembali lagi. 🔥

Kalau kamu owner UMKM, jangan cuma belajar cara mendapatkan pelanggan.

Belajar juga cara membuat pelanggan menjadi pelanggan tetap.

SAVE postingan ini dan praktikkan satu strategi terlebih dahulu.

05/10/2026

“Ini prinsip dagang yang wajib diingat setiap pemilik warung…” 🔥

Jangan sampai kamu merasa kaya karena warung penuh barang, padahal uang di tangan kosong!

Barang di toko itu bukan milik kita untuk dipakai sesuka hati. Ada modal yang harus dijaga, stok yang harus diputar, dan keuntungan yang harus dihitung.

Mau ambil barang untuk kebutuhan rumah? Boleh. Tapi tetap dicatat dan dihitung sebagai pengeluaran pribadi.

Ingat, warung milik sendiri bukan berarti semua isinya gratis! 😅

Address

72, Jalan Gunung Agung
Negara
82216

Telephone

+6281337353666

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TBK Putri Kembar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to TBK Putri Kembar:

Shortcuts

Share