11/12/2018
Ini adalah Savic Ali direktur http://www.islami.co
sekarang lagi berada di Amerika Serikat - USA
Foto dan tulisan ini aku ambil dengan ijin disini: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10156651056246745&set=pcb.10156651048606745&type=3&theater
"He who is not courageous enough to take risks will accomplish nothing in life," kata Muhammad Ali. Dan dia, lebih dari seorang petinju besar, adalah pribadi yg luar biasa. Ia mengambil peran penting dalam gerakan sipil Kulit Hitam yg dipimpin Martin Luther King Jr. dan Malcolm X. Konon, medali Olimpiade Roma 1960 yg ia peroleh ia buang ke sungai Ohio karena kemarahannya atas rasisme dan pembatasan orang kulit hitam di kota kelahirannya, Louisville. Ia jg menolak ikut perang Vietnam, karna tdk mau membunuh org-org miskin yg tak punya salah kepadanya.
“My conscience won’t let me go shoot my brother, or some darker people, or some poor hungry people in the mud for big powerful America,” katanya. “And shoot them for what? They never called me ni**er, they never lynched me, they didn’t put no dogs on me, they didn’t rob me of my nationality, r**e and kill my mother and father. … Shoot them for what? How can I shoot them poor people? Just take me to jail.”
Karna penolakannya tersebut ia diseret ke pengadilan dan ijin bertinjunya dicabut. Namun ia tak berhenti. Sejak kecil ia bermimpi jadi juara dunia tinju. Ia ingin bisa membelikan mobil dan rumah yg layak untuk ibunya.
Begitu ijin bertinjunya dipulihkan, ia kembali naik ring, dan sebagaimana kita semua tahu, ia akhirnya jadi juara dunia, petinju terbesar yg pernah ada, selain manusia luar biasa yg mendedikasikan popularitasnya untuk kebaikan dan kemanusiaan.(Savic Ali)