28/04/2026
Seorang kreator digital berusia 21 tahun duduk di sebuah podcast Amerika, lalu menyebutkan satu angka yang membuat pembawa acaranya terdiam: 83 juta dolar dalam dua belas bulan. Tapi yang lebih menarik bukan angka itu melainkan apa yang ia katakan setelahnya.
Sophie Rain, kreator media sosial asal AS, membagikan rincian pendapatannya di podcast The Iced Coffee Hour pada April 2026. Menurut pengakuannya di podcast tersebut, dari 83 juta dolar itu, sekitar 30 juta dolar atau 37 persen langsung dipotong sebagai pajak federal. Klip pernyataannya sudah ditonton lebih dari 2,4 juta kali. Sisanya, kata Sophie, ia alihkan ke properti termasuk peternakan 20 hektar di Florida yang dibelinya secara tunai pada Mei 2025.
Di sini menariknya. Banyak orang Indonesia mengira pajak Amerika "gila tinggi". Padahal lapisan tertinggi PPh Orang Pribadi Indonesia adalah 35 persen hanya selisih dua persen dari top bracket AS. Bedanya, Indonesia mulai mengenakan tarif 35 persen untuk Penghasilan Kena Pajak di atas 5 miliar rupiah setahun. Di Amerika, ambangnya sekitar 626 ribu dolar, atau kira-kira 10 miliar rupiah.
Tarif progresif sering disalahpahami. Banyak yang berasumsi: "Kalau saya tembus 5 miliar, semua penghasilan saya kena 35 persen." Faktanya tidak begitu. Yang kena 35 persen hanya kelebihan di atas 5 miliar. Lapisan di bawahnya tetap dihitung sesuai tarifnya 5 persen untuk 60 juta pertama, lalu 15 persen, 25 persen, 30 persen, baru 35 persen di puncak. Sistem ini disebut tarif progresif berlapis, dan prinsipnya sama persis dengan yang berlaku di AS.
Yang membuat cerita ini relevan untuk kreator di Indonesia bukan sosok Sophie-nya, tapi keterbukaannya. Ia bicara terbuka tentang pajaknya di hadapan jutaan penonton. Sementara di Indonesia, sejak sistem Coretax DJP aktif tahun 2026, penghasilan dari marketplace, program afiliasi, dan pemotong PPh 21 sudah otomatis terlacak. Bagi kreator yang belum tertib lapor SPT, pertanyaannya bergeser bukan lagi "akan ketahuan atau tidak", tapi kapan.
Ada pelajaran sederhana di balik semua angka ini. Pajak progresif berjalan sama, baik di negara berpendapatan tertinggi di dunia maupun di Indonesia. Memahami lapisannya lebih dulu, jauh lebih murah daripada salah hitung di kemudian hari.
SUMBER
The Iced Coffee Hour Podcast (April 2026), Direktorat Jenderal Pajak — UU HPP, Pajak com, Klikpajak (Mekari)
Catatan:
Konten ini disusun dengan bantuan AI. Angka penghasilan yang dikutip berdasarkan pengakuan langsung subjek di podcast, bukan hasil audit independen.