Kajian Sunah

Call Directions

Kajian Sunah kump**an kajian sunah kunjungi d tiktok nya juga yg

kajian sunah

13/06/2026

📚 Fawaid Hari ini

*SIAPA YANG TAKUT KEPADA ALLOH, MAKA ALLOH AKAN MEMBERIKAN KEPADANYA RASA AMAN DARI SEGALA KEBURUKAN.*

📁قال الإمام ابن القيم رحمه الله:

|[فإن الطاعة حصن الله الأعظم الذي من دخله كان من الآمنين من عقوبات الدنيا والآخرة ...
فمن خاف الله آمنه من كل شيء، ومن لم يخف الله أخافه من كل شيء:
بِذَا قَضَى الله بين الناس مذخُلِقوا
أَنَّ المَخَاوِفَ والإجــــرام في قَـــرَنِ]|

📓 الداء والدواء [ص:٨٨]

*Al-Imam Ibnul Qoyyim* rohimahulloh pernah berkata :

_"Sesungguhnya ketaatan itu adalah benteng Alloh yang paling kokoh. Barangsiapa memasukinya, maka dia akan menjadi orang yang aman dari hukuman-hukuman dunia dan akhirat._

_Barangsiapa takut kepada Alloh, maka Alloh akan memberinya rasa aman dari segala sesuatu. Dan barangsiapa tidak takut kepada Alloh, maka Alloh akan menjadikannya takut terhadap segala sesuatu._

_Dengan ketetapan seperti itulah, Alloh memutuskan perkara di antara manusia sejak mereka diciptakan : “Bahwa berbagai ketakutan dan berbagai kejahatan (dosa) itu, selalu berjalan beriringan."_

( *Ad-Daa' wad Dawaa'* (hal. 88), karya Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh)

*Catatan :*

a/ *Al-Imam Ibnul Qayyim* rohimahulloh menjelaskan, bahwa ketaatan kepada Alloh itu adalah benteng perlindungan terbesar bagi seorang hamba.

Artinya, semakin seseorang itu bertakwa dan taat kepada Alloh, maka akan semakin besar penjagaan Alloh terhadap agamanya, hatinya, jiwanya, keluarganya, dan kehidupannya secara umum.

b/ Sebaliknya, dosa dan maksiat akan membuka pintu berbagai ketakutan, kegelisahan, kesempitan dada, dan berbagai hukuman, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

c/ Karena itu, rasa takut kepada Alloh bukanlah sesuatu yang merugikan.

Justru dengan takut kepada Alloh, seorang hamba itu akan memperoleh keamanan.

Sedangkan orang yang tidak takut kepada Alloh, dia akan hidup dalam berbagai ketakutan terhadap makhluk, masa depan, kehilangan harta, jabatan, dan lain sebagainya.

*Faedah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari nasehat tersebut di atas :*

*1/ Bahwa amal ketaatan itu merupakan benteng perlindungan bagi seorang hamba.*

Orang yang berusaha selalu menjaga ketaatannya kepada Alloh, dia akan berada dalam penjagaan Alloh.

Allah Ta'ala berfirman :

﴿وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ﴾

_"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."_ (QS. Ath-Tholaq : 2–3)

Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma : _"Jagalah Allah (yakni, dengan menjalankan perintah-Nya), niscaya Alloh akan menjagamu."_ (HR. At-Tirmidzi)

Artinya, perlindungan/penjagaan Alloh itu bisa diperoleh melalui amal ketakwaan dan ketaatan kepada Alloh.

*2/ Takut kepada Alloh itu adalah sebab datangnya rasa aman.*

Artinya, semakin besar rasa takut seorang hamba kepada Alloh, semakin besar keamanan yang Alloh berikan kepadanya.

Allah Ta'ala berfirman :

﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ﴾

_"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapatkan keamanan dan mereka mendapat petunjuk."_ (QS. Al-An'am: 82)

Allah juga berfirman :

﴿وَلَمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ﴾

_"Dan bagi orang yang takut akan kedudukan Rabbnya ada dua surga."_ (QS. Ar-Rahman: 46)

Intinya, rasa takut kepada Alloh itu akan melahirkan keamanan (rasa aman) di dunia, dan keselamatan di akhirat nanti.

*3/ Bahwa maksiat atau dosa itu menjadi sebab munculnya berbagai ketakutan.*

Orang yang jauh dari Alloh karena banyak berbuat dosa/maksiat, seringkali dihantui kegelisahan dan ketidaktenangan, meskipun memiliki banyak kenikmatan dunia.

Allah Ta'ala berfirman :

﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا﴾

_"Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit."_ (QS. Thaha: 124)

Allah juga berfirman :

﴿سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ﴾

_"Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir."_ (QS. Ali 'Imran: 151)

Intinya, dosa-dosa itu bukan hanya mendatangkan hukuman di akhirat nanti, tetapi juga menimbulkan kegelisahan dan ketakutan di dunia.

*4/ Keamanan (rasa aman) yang hakiki itu bukan terletak pada harta atau kekuatan, tetapi pada ketakwaan seseorang.*

Banyak orang merasa aman karena harta, jabatan, atau kekuasaan, padahal semua itu tidak dapat memberi keamanan yang sejati/yang sesungguhnya.

Allah Ta'ala berfirman :

﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ﴾

_"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."_ (QS. Ar-Ra'd: 28)

Ya, ketenangan hati itu merupakan karunia Alloh, yang datang dengan sebab iman dan dzikir kepada Alloh (banyak mengingat Alloh), bukan semata-mata karena faktor duniawi.

*5/ Takwa adalah sebab keselamatan di dunia dan di akhirat.*

Pernyataan dari *Al-Imam Ibnul Qoyyim* rohimahulloh tersebut di atas menunjukkan, bahwa manfaat takwa itu tidak hanya dirasakan di akhirat, tetapi juga di dunia.

Alloh Ta'ala berfirman :

﴿إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ﴾

_"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di tempat yang aman."_ (QS. Ad-Dukhan: 51)

Allah ta’ala juga berfirman :

﴿أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ۝ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ﴾

_"Ketahuilah, sesungguhnya para wali Alloh itu tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak p**a mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan bertakwa."_ (QS. Yunus: 62–63)

Intinya, semakin sempurna iman dan takwa seseorang, maka akan semakin besar rasa aman dalam hatinya, juga ketenangan dalam jiwanya, dan semakin besar p**a pertolongan Alloh yang akan diberikan kepadanya.

*Kesimp**annya :*

• *Al- Imam Ibnul Qoyyim* rohimahulloh mengingatkan, bahwa amal ketaatan itu adalah benteng keamanan, sedangkan maksiat/dosa itu adalah pintu ketakutan.

• Barangsiapa takut kepada Alloh, Alloh akan melindunginya dan menanamkan ketenangan dalam hatinya.

• Sebaliknya, orang yang meremehkan perintah Alloh, dia akan sering dihantui oleh berbagai ketakutan, meskipun secara lahiriah dia memiliki banyak sebab-sebab duniawi untuk merasa aman.

Sebagaimana perkataan sebagian ulama Salaf :

_"Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Alloh, niscaya Alloh akan memperbaiki hubungannya dengan manusia._

_Dan barangsiapa memperbaiki urusannya dengan Alloh secara sembunyi-sembunyi, niscaya Alloh akan memperbaiki urusannya secara terang-terangan."_

_Wallohu a’lamu bis showab._

Demikianlah pembahasan yang ringkas ini, semoga bisa menjadi nasehat dan tambahan ilmu yang bermanfaat untuk kita semuanya.

_Nas-alulloha at-Taufiq wal Istiqomah ……_

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

09/06/2026

⏰ *REMINDER*

┏━━🍃🌸🍃━━┓
*DZIKIR PAGI*
┗━━🍃🌸🍃━━┛

➡ *BACAAN DZIKIR PAGI*

*أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ*

Artinya, “Aku berlindung kepada Alloh dari godaan setan yang terkutuk.”

*: بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ*

➡ *1.MEMBACA AYAT KURSI 1X*

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ

الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” Al-Baqarah: 255) (Dibaca pagi 1x) [1]

➡ *2. Membaca Surat Al-Ikhlas (Dibaca Pagi 3x)*

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak p**a diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.’” (QS. Al-Ikhlash: 1-4). (Dibaca pagi 3x). [2]

➡ *3.Membaca Surat Al-Falaq (Dibaca Pagi 3x)*

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ

qul a'ụżdu birabbil-falaqKatakanlah,
“Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar)
,مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
min syarri mā khalaq
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
wa min syarri gāsiqin iżā waqab
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqaddan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasaddan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
(QS. Al-Falaq: 1-5). (Dibaca pagi 3x). [3]

➡ *4.Membaca Surat An-Naas (Dibaca Pagi 3x)*

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

”Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca pagi 3x) [4]

➡ *5.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

Ketika pagi, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

*Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.*

”Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca pagi 1x) [5]

➡ *6.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

Ketika pagi, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

*Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.*

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca pagi 1x) [6]

➡ *7.Membaca Sayyidul Istighfar (Dibaca Pagi 1x)*

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

*Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.*

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca pagi 1x) [7]

➡ *8.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” (Dibaca pagi 3x) [8]

➡ *9.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

*Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.*

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”(Dibaca pagi 1x) [9]

➡ *10.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

*Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.*

“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” (Dibaca pagi 1x) [10]

➡ *11.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

*Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.*

“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.” (Dibaca pagi3x) [11]

➡ *12.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

*Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.*

“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).” (Dibaca 3x)[12]

➡ *13.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدً

*Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.*

“Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya).” (Dibaca pagi 1x) [13]

➡ *14.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

*Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin*

“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca pagi 1x) [14]

➡ *15.Membaca (Dibaca 10x atau 1x)*

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

*Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.*

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x [15] atau dibaca 1x pada pagi) [16]

➡ *16.Membaca (Dibaca setiap hari 100x)*

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

*Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.*

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca setiap hari 100x) [17]

➡ *17.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

*Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.*

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.”(Dibaca pagi 3x) [18]

➡ *18.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

*Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.*

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” (Dibaca pagi 1x) [19]

➡ *19.Membaca (Dibaca Pagi 100x)*

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

*Subhanallah wa bi-hamdih.*

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca pagi100x) [20]

➡ *20.Membaca (Dibaca setiap hari 100x)*

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

*Astagh-firullah wa atuubu ilaih.*

“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Dibaca setiap hari 100x) [21]

_____

Fote Noote:

[1] Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” (Lihat Mustadrak Al-Hakim 1/562, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/418 no. 662, shahih).

[2] HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih

[3] Ibid.

[4] “Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi

dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan. ( HR. Abu Dawud no. 5082, Shahiih Abu Dawud no. 4241, Annasa-i VIII 250 dan At-Tirmizi no. 3575 , At-Tarmidzi berkata “Hadits ini hasan shahih” Ahmad V/312, dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu. Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih).

[5] HR. Muslim no. 2723 (75), Abu Dawud no. 5071, dan at-Tirmidzi 3390, shahih dari Abdullah Ibnu Mas’ud.

[6] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1199, lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu Majah no. 3868, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Shahiih al-Adabil Mufrad no. 911, shahih. Lihat p**a Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 262.

[7] “Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga.” (HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu.

[8] HR. Al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad no. 701, Abu Dawud no. 5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiih Al-Adabil Mufrad no.539

[9] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1200, Abu Dawud no. 5074, An-Nasa-i VIII / 282, Ibnu Majah no. 3871, al-Hakim 1/517-518, dan lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa. Lihat Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, shahih

[10] Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.” HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad 1202, at-Tirmidzi no.3392 dan Abu Daud no. 5067,Lihat Shahih At- Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753

[11] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” HR. At-Tirmidzi no. 3388, Abu Dawud no. 5088,Ibnu Majah no. 3869, al-Hakim 1/514, Dan Ahmad no. 446 dan 474, Tahqiq Ahmad Syakir. Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni Majah no. 3120, al-Hakim 1/513, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 655, sanad-nya shahih.

[12] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, hasan. Lihat Shahiih At Targhiib wat Tarhiib I/415 no. 657, Shahiih At Targhiib wat Tarhiib al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma’aad II/372, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686.

[13] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro 381: 570, Al Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227

[14] HR. Ahmad III/406, 407, ad-Darimi II/292 dan Ibnus Sunni dalam Amalul Yaum wol Lailah no. 34, Misykaatul Mashaabiih no. 2415, Shahiihal-Jaami’ish Shaghiir no. 4674, shahih

[15] HR. Muslim no. 2693, Ahmad V/420, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 113 dan 114, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/416 no. 660, shaahih.

[16] HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, dari Ab ‘Ayyasy Azzurraqy radhiyallahu ‘anhu, Shahiih Jaami’ish Shaghiir no. 6418, Misykaatul Mashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib 1/414 no. 656, shahih.

[17] “Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” HR. Al-Bukhar

i no. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Penjelasan: Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafadz: “Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762

[18] HR. Muslim no. 2726. Syarah Muslim XVII/44. Dari Juwairiyah binti al- Harits radhiyallahu ‘anhuma

[19] HR. Ibnu Majah no. 925, Shahiih Ibni Majah 1/152 no. 753 Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54,110, dan Ahmad VI / 294, 305, 318, 322. Dari Ummu Salamah, shahih.

[20] HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Syarah Muslim XVII / 17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah munkar, karena haditsnya dha’if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-’iifah no. 5296).

[21] HR. Al-Bukhari/ Fat-hul Baari XI/101 dan Muslim no.2702

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:قَالَ رَسُو لُ اللهِ صلي الله عليه وسلم : يَااَيُّهَا النَّسُ، تُوبُواإِلَيْ اللهِ. فَإِنِّيْ اَتُوبُ فِيْ الْيَومِ إِلَيْهِ مِانَةً مَرَّةٍ

Dari Ibnu ‘Umar ia berkata: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: ‘Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.’” HR. Muslim no. 2702 (42).

Dalam riwayat lain dari Agharr al-Muzani, Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

[إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِيْ وَإِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ اللهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ]

“Sesungguhnya hatiku terkadang lupa, dan sesungguhnya aku istighfar (minta ampun) kepada Allah dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702 (41)

Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

‘Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi Maha berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.’

Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang.” HR. Abu Dawud no. 1517, at-Tirmidzi no. 3577 dan al-Hakim I/511. Lihat Shahiih at-Tirmidzi III/282 no. 2381.

Ayat yang menganjurkan istighfar dan taubat di antaranya: (QS. Huud: 3), (QS. An-Nuur: 31), (QS. At-Tahriim: 8) dan lain-lain.

[22] HR. Ahmad 11/290, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 596, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/412 no. 652, Shahiih al-Jaami ‘ish Shaghiir no. 6427

Dinukil dari *buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii*

•••●✿❁✿●•••

08/06/2026

📚 Fawaid Pagi Hari Ini :

*BERSEMANGATLAH UNTUK TETAP MENUNTUT ILMU AGAMA !*

📂| قال الشيخ اللحيدان رحمه الله :

|[ فينبغي للمسلم أن يحرص على تحصيل العلم، ولكن السبيل إليه لايكون بأن يأتي الواحد وينشر رِدَاءَه ويظن أنه إذا ضَمَّ هذا الرداء امتلأ علمًا عظيمًا، بل العلم يحتاج إلى حرص وجدٍّ واجتهاد ]|

📓|(تذكير الأنام بفوائد عمدة الأحكام صـ ١٥)

*Syaikh Al-Luhaidan* rohimahulloh pernah berkata :

_"Maka sepantasnya bagi seorang muslim itu hendaknya bersemangat untuk memperoleh ilmu._

_Akan tetapi jalan untuk mendapatkannya, bukanlah dengan seseorang itu datang lalu membentangkan selendangnya, dan mengira bahwa ketika dia mengumpulkan selendang itu, dia akan dipenuhi dengan ilmu yang banyak._

_Akan tetapi ilmu itu membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan perjuangan."_

📚 ( *Tadzkîrul Anâm bi Fawâ`id 'Umdatil Ahkâm*, (hal. 15), karya beliau rohimahulloh)

*Catatan :*

Makna ucapan atau nasehat beliau ini :

✓ Syaikh raohimahulloh menjelaskan, bahwa ilmu syar'i itu tidak diperoleh dengan angan-angan, harapan kosong, atau keinginan semata.

✓ Ilmu itu tidak akan datang begitu saja kepada seseorang tanpa usaha.

✓ Ungkapan "membentangkan selendang", adalah perumpamaan bagi orang yang menginginkan ilmu, tetapi tanpa menempuh sebab-sebab untuk meraihnya.

✓ Seakan-akan dia berharap, ilmu itu turun kepadanya dengan mudah tanpa belajar, tanpa membaca, tanpa menghafal, tanpa menghadiri majelis ilmu, tanpa bertanya kepada ulama, dan tanpa bersabar menghadapi kesulitan dalam menuntut ilmu, dan semisalnya.

✓ Karena itu para ulama kita mengatakan :

_"Ilmu itu tidak akan memberikan sebagian dirinya kepadamu, sampai kamu memberikan seluruh kesungguhanmu untuknya."_

*Faedah atau pelajaran penting yang bisa kita ambil :*

*1/ Ilmu syar'i itu merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap muslim.*

Karena dengan ilmu syar'i itu, seseorang akan dapat beribadah kepada Alloh di atas petunjuk dan cara yang benar.

*2/ Ilmu itu harus dicari dan diusahakan.*

Tidak cukup hanya berharap menjadi alim atau berilmu, tetapi tanpa mau belajar dan berusaha.

*3/ Menuntut ilmu itu membutuhkan kesabaran dan kesungguhan.*

Sebagaimana firman Allah Ta'ala :

وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

_"Dan orang-orang yang berjihad/bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."_ (QS Al-Ankabut : 69)

*4/ Kemalasan (rasa malas) adalah penghalang besar dalam menuntut ilmu.*

Banyak orang yang ingin mengetahui kebenaran syari'at agama, tetapi tidak mau meluangkan waktunya untuk belajar. Bagaimana mungkin akan bisa meraih ilmu ?

*5/ Para ulama terdahulu memperoleh kedudukan ilmiah mereka dengan perjuangan yang panjang.*

Ya, mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menghafal, membaca, menghadiri majelis ilmu, dan menelaah kitab-kitab.

Jika kita ingin meraih keutamaan seperti yang telah mereka raih, kita pun harus belajar dan meluangkan waktu untuk belajar.

*6/ Semakin besar kesungguhan seseorang dalam belajar, semakin besar p**a bagian ilmu yang akan dia peroleh dengan izin Alloh.*

*Inti dan Kesimp**annya :*

✓ Ucapan atau nasehat Syaikh Al-Luhaidan rohimahulloh di atas mengajarkan kepada kita, bahwa ilmu syar'i atau ilmu agama itu adalah harta yang mahal.

✓ Dia tidak diperoleh dengan angan-angan, tetapi dengan keikhlasan, kesungguhan, kesabaran, dan usaha yang terus-menerus.

✓ Barangsiapa jujur dalam menuntut ilmu karena Alloh, maka Alloh akan membukakan baginya pintu-pintu pemahaman dan petunjuk.

*Ambillah pelajaran berikut ini :*

✓ Para ulama kita semua mengatakan, bahwa menuntut ilmu itu butuh perjuangan, perlu kesabaran, dan harus mau menanggung banyak penderitaan.

*Al-Imam Yahya bin Abi Katsir* raohimahulloh pernah berkata :

ولا يستطاع العلم براحة الجسد

_“Ilmu itu tidak akan didapatkan dengan tubuh yang santai-santai (tidak bersungguh-sungguh)”_

[ *Jaami’u Bayaanil ‘ilmi wa Fadhlihi* (1/348) no.553, Darul Ibnu Jauzi, cet.I, 1414 H, syamilah)

✓ Semakin tinggi cita-cira kita, maka semakin sedikit juga waktu luang dan waktu untuk badan kita bersantai-santai.

*Al-Imam As-Syafi’i* rohimahulloh juga mengisyaratkan, bahwa menuntut ilmu itu membutuhkan perjalanan dan perjuangan berat, agar memperoleh hasil yang baik. Beliau berkata :

لا يطلب هذا العلم من يطلبه بالتملل وغنى النفس فيفلح، ولكن من طلبه بذلة النفس، وضيق العيش، وخدمة العلم، أفلح

_“Tidak mungkin menuntut ilmu ini orang yang pembosan, merasa puas jiwanya, kemudian dia menjadi beruntung. Akan tetapi, dia harus menuntut ilmu dengan menahan diri, merasakan kesempitan hidup dan berkhidmat untuk ilmu, maka dia akan beruntung.”_ ( *Tadribur Rowi* (2/584), Darut Thayyibah, Syamilah)

*Al-Imam Abu ‘Amr bin Ash-Sholah* rohimahulloh menceritakan tentang biografi *Imam Muslim* rohimahulloh, beliau berkata :

وَكَانَ لمَوْته سَبَب غَرِيب نَشأ عَن غمرة فكرية علمية

_“Tentang sebab wafatnya (imam Muslim rohimahulloh) adalah suatu yang aneh (bagiku), timbul karena kepedihan/kesusahan hidup beliau dalam (menuntut) ilmu.”_ [ *Shiyanah Shohih Muslim* (hal. 62), darul Gharbil Islamiy, Beirut, cet.II, 1408 H, Syamilah)

*Al-Imam As-Syafi’i* rohimahulloh menjelaskan, bahwa orang yang menanggung letihnya menuntut ilmu adalah orang yang beruntung dengan ilmunya kelak. Beliau berkata :

ما أفلح فى العلم إلا من طلبه فى القلة، ولقد كنت أطلب القرطاس فيعسر علىَّ. وقال: لا يطلب أحد هذا العلم بالملك وعز النفس فيفلح

_“Tidak akan beruntung orang yang menuntut ilmu, kecuali orang yang menuntutnya dalam keadaan serba kekurangan. Aku dahulu mencari sehelai kertaspun sangat sulit. Tidak mungkin seseorang menuntut ilmu dengan keadaan serba ada dan harga diri yang tinggi, kemudian dia beruntung.”_

(*Tahdzib Al-Asma’ wa Al-Lughot* (hal. 54), Darul Kutub ‘Ilmiyah, Beirut, Syamilah)

Semoga nasehat-nasehat tersebut di atas, memotivasi kita untuk tetap terus menuntut ilmu semampu kita .....

_Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ....._

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

Address

Nganjuk
64483

Telephone

+6281216459378

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kajian Sunah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share