IKI NGAWI

IKI NGAWI INFORMASI BERITA SETIAP HARI UPDATE DARI SUMBER TERPERCAYA

Pedagang musiman bendera dan umbul-umbul asal Garut, Jawa Barat, mengakhiri aktivitas berjualan di Ngawi pada Rabu (12/8...
12/08/2026

Pedagang musiman bendera dan umbul-umbul asal Garut, Jawa Barat, mengakhiri aktivitas berjualan di Ngawi pada Rabu (12/8/2026), sepekan menjelang HUT ke-81 RI.

Salah satunya Rahman bersama rombongannya yang beberapa hari terakhir berjualan di sejumlah trotoar Ngawi kota, yakni di Jalan Thamrin, Jalan JA Suprapto, dan Jalan Yos Sudarso. Mereka menjual berbagai kebutuhan Agustusan, mulai dari bendera merah putih, umbul-umbul hingga pernak-pernik kemerdekaan.

Namun, penjualan tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Rahman mengatakan omzet harian yang pada 2025 masih bisa mencapai sekitar Rp1 juta, kini hanya berkisar Rp300 ribu per hari. Artinya, omzet mereka turun sekitar 70 persen.

Menurut Rahman, sepinya pembeli kemungkinan dipengaruhi semakin banyaknya pilihan masyarakat untuk membeli perlengkapan Agustusan, termasuk melalui belanja online yang dianggap lebih praktis.

Meski demikian, pembeli yang datang langsung ke lapak masih tetap ada. Sebagian warga memilih datang untuk melihat, membandingkan, dan memastikan ukuran maupun bahan bendera atau umbul-umbul yang akan dibeli.

Keberadaan pedagang musiman ini turut mewarnai suasana Ngawi menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Berbagai bendera dan atribut kemerdekaan menghiasi trotoar di sejumlah ruas jalan kota.

Setelah aktivitas jualan berakhir, Rahman dan rombongannya membongkar lapak serta mengemasi barang dagangan yang masih tersisa untuk dibawa p**ang ke Garut.

Bagi mereka, berjualan menjelang Agustusan memang menjadi aktivitas musiman dengan berpindah-pindah daerah. Ngawi menjadi salah satu tujuan mereka tahun ini.

“Ya sudah, hari ini terakhir. Besok kami p**ang. Mudah-mudahan tahun depan lebih ramai lagi,” ujar Rahman.

Kursi Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirto Kertonegoro Ngawi ternyata cukup diminati.Sebanyak 15 o...
12/08/2026

Kursi Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirto Kertonegoro Ngawi ternyata cukup diminati.

Sebanyak 15 orang resmi mendaftarkan diri untuk memperebutkan posisi pimpinan perusahaan daerah tersebut.

Pendaftaran seleksi calon direktur resmi ditutup Senin (10/8). Pelamar tak hanya berasal dari Ngawi dan sejumlah daerah di Jawa Timur. Ada p**a pendaftar yang datang dari luar Pulau Jawa.

’’Ada pendaftar dari luar daerah hingga luar p**au,’’ kata Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Maftuh Affandi, Rabu (12/8).

Dari 15 pelamar, sebanyak 10 orang merupakan warga Ngawi. Sedangkan lima lainnya berasal dari luar daerah.

Rinciannya, masing-masing satu pelamar berasal dari Kota Kediri, Kabupaten Jember, dan Kota Gorontalo. Dua pendaftar lainnya berasal dari Kabupaten Malang.

Setelah pendaftaran ditutup, pansel bergerak melakukan verifikasi dan seleksi administrasi.

Seluruh berkas pelamar diperiksa berdasarkan kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan.

Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan Rabu (12/8). Pelamar yang dinyatakan lolos berhak melanjutkan ke tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK).

UKK dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus mendatang. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menyaring kandidat sebelum nama calon direktur diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sesuai jadwal, usulan nama calon bakal disampaikan kepada Kemendagri pada 31 Agustus.

Setelah seluruh tahapan rampung, pansel membidik posisi direktur definitif dapat terisi pada September 2026.

’’Kami targetkan nama direktur definitif sudah ada September depan,’’ ungkap Maftuh.

Iki pomo nyang omahmu menggoke ngendi lur?
12/08/2026

Iki pomo nyang omahmu menggoke ngendi lur?

Puluhan pohon jati di kawasan RPH Sukun, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, diduga ditebang dan diambil secara ilegal.Pohon-...
12/08/2026

Puluhan pohon jati di kawasan RPH Sukun, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, diduga ditebang dan diambil secara ilegal.
Pohon-pohon tersebut seharusnya baru masuk rencana pemanenan Perhutani pada 2028.

Perhutani menemukan tunggak bekas tebangan di petak 160, 161, dan 162 dan telah melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

Perhutani juga memeriksa petugas internal, sementara tiga orang masih berstatus DPO dalam kasus ilegal logging sebelumnya di kawasan RPH Sukun.

Temuan tak biasa muncul dari saluran drainase Jalan Siliwangi, Ngawi.Ratusan botol minuman keras (miras) kosong ditemuka...
12/08/2026

Temuan tak biasa muncul dari saluran drainase Jalan Siliwangi, Ngawi.

Ratusan botol minuman keras (miras) kosong ditemukan menumpuk saat kerja bakti sejumlah pihak.

Jumlahnya bukan satu-dua botol. Limbah botol miras yang berhasil dikumpulkan diperkirakan mencapai dua hingga tiga karung.

‘’Ditemukan botol-botol minuman keras sekitar dua sampai tiga karung," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Dodi Aprilasetia, kemarin (10/8).

Temuan tersebut menjadi perhatian lantaran kawasan trotoar dan tepi sungai Jalan Siliwangi selama ini ditempati puluhan pedagang kaki lima (PKL), termasuk angkringan.

Petugas kemudian memanggil ketua paguyuban dan sejumlah pedagang untuk dimintai keterangan.

Namun, Satpol PP menyebut pedagang angkringan di kawasan tersebut tidak menjual minuman beralkohol.

‘’Yang jelas, pedagang angkringan tidak menyediakan minol,’’ ungkap Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Trantibum) Satpol PP Ngawi Budiono.

Lantas, dari mana ratusan botol miras tersebut berasal?

Budiono menduga minuman beralkohol dibawa sendiri oleh pengunjung sebelum dikonsumsi di kawasan Jalan Siliwangi.

Namun, pihaknya juga menduga adanya pasokan dari toko yang berada tidak jauh dari lokasi.

‘’Mungkin juga, ada yang menyuplai dari toko yang lokasinya tidak jauh dari sana," ujarnya.

Satpol PP Ngawi sebenarnya mengklaim telah rutin melakukan patroli di kawasan tersebut.

Upaya mencegah kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan terus dilakukan Polres Ngawi dengan menyasar lingkungan pen...
12/08/2026

Upaya mencegah kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan terus dilakukan Polres Ngawi dengan menyasar lingkungan pendidikan dan pesantren.

Kali ini, polisi wanita (Polwan) memberikan edukasi kepada para santri Pondok Pesantren Baitul Akbar Ngawi agar mampu mengenali potensi kekerasan seksual sekaligus berani melapor ketika menemukan atau mengalami tindakan tersebut.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut digelar di Pondok Pesantren Baitul Akbar Ngawi, Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan dipimpin Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Dian Ambarwati bersama Da’i Kamtibmas. Selain membahas pencegahan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan, para santri juga mendapatkan materi mengenai keselamatan serta etika berlalu lintas.

Sosialisasi berlangsung interaktif. Para santri mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan terkait pencegahan kekerasan seksual, perlindungan anak dan perempuan, hingga etika berlalu lintas.

Kekeringan yang melanda di Jawa Timur menjadi berkah bagi petani tembakau di Kabupaten Ngawi. Panasnya cuaca menjadikan ...
12/08/2026

Kekeringan yang melanda di Jawa Timur menjadi berkah bagi petani tembakau di Kabupaten Ngawi. Panasnya cuaca menjadikan kualitas tembakau meningkat hingga membuat harga naik tembus hingga Rp 60.000 per kilogram. Normalnya, harga tembakau paling tinggi mencapai Rp 45.000 per kilogram.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, Sojo menyatakan melonjaknya harga tembakau kering menjadi kabar menyenangkan bagi petani. Terlebih produksi tahun ini berpotensi mencapai 3.600 ton atau bahkan lebih. Hanya saja, kemitraan dengan industri penyerap tembakau masih terbatas.

“Kami sebenarnya sudah berusaha meningkatkan produksi dan kualitas tembakau. Saat ini yang dibutuhkan petani hanyalah kepastian pasar,” kata Sojo, Rabu (12/8/2026). Sojo meminta pemerintah daerah memperluas kemitraan dengan industri pengolahan tembakau. Pasalnya saat ini baru satu perusahaan yakni PT Merabu yang siap menyerap tembakau dari lahan sekitar 100 hektare.

Sojo mengatakan teriknya sinar matahari saat musim kering berdampak meningkatnya kualitas tembakau petani. Namun panen tembakau kering yang melimpah dan harga tembus mencapai Rp 60.000 per kilogram akan menjadi bumerang bila tidak disertai penyerapan pasar yang kuat.

Kabid Perkebunan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ngawi, Dwi Rahayu Puspitaningrum menyatakan panen awal tahun ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Panen awal tembakau ini cukup baik dengan kondisi yang bagus. Mudah-mudahan hasil berikutnya semakin optimal,” kata Dwi.

Ia mengatakan harga tembakau rajang kering saat ini berkisar Rp 30.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Kenaikan harga itu menjadi angin segar bagi petani lantaran di musim kemarau yang banyak mendukung pertumbuhan tembakau.

Dwi mengatakan Kecamatan Karangjati menjadi salah satu sentra tembakau di Kabupaten Ngawi. Di wilayah itu luas tanam mencapai 2.000 hektare dengan produksi sekitar 3.600 ton.

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi-Solo, tepatnya di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...
12/08/2026

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi-Solo, tepatnya di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026) pagi.

Truk trailer bermuatan 32 ton semen terlibat kecelakaan dengan sepeda motor yang dikendarai dua orang hingga menyebabkan satu orang tewas dan satu lainnya luka-luka.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah bertabrakan dengan sepeda motor, truk trailer yang dikemudikan Sunar (47), warga Desa Ngampel, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, itu oleng ke kanan hingga masuk ke pekarangan warga.

Truk kemudian menghantam dua rumah yang berada di pinggir jalan. Benturan keras membuat bagian teras dan dinding kedua rumah mengalami kerusakan.

Sementara itu, sepeda motor yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan parah hingga nyaris tidak berbentuk. Pengendara sepeda motor, Maryanto (47), warga Desa Baki Pandeyan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Niat hati warga Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berinvestasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kandas setelah menjadi ...
12/08/2026

Niat hati warga Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berinvestasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kandas setelah menjadi korban pencurian.

Korban adalah Kun Subroto Wiyono dan Alfrets Mamesah. Keduanya kehilangan uang tunai Rp1 miliar karena dicuri komplotan maling yang diduga sudah merencakan aksi tersebut.

Sebelumnya, aksi pencurian tersebut terjadi di Desa Meleman, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang pada, Kamis (6/8/2026).

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, aksi pencurian tersebut bermula dari komunikasi antara korban dengan komplotan pelaku mengenai rencana kerjasama investasi.

Komunikasi terkait investasi mengenai proyek pembangunan infrastruktur pendidikan itu berlanjut hingga korban sepakat untuk menemui pelaku di daerah Kabupaten Lumajang.

“Jadi, sebelumnya berkomunikasi dengan terlapor mengenai investasi. Kemudian disepakati pertemuannya di Lumajang,” ucap Riki di Mapolres Lumajang, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kedua korban datang ke Lumajang, dengan membawa uang tunai senilai Rp1 miliar yang sudah disiapkan di dalam sebuah koper.

Setibanya di Lumajang, kedua korban kemudian dibawa salah satu komplotan pelaku ke sebuah rumah di tempat kejadian perkara (TKP).

Para korban kemudian ditawari kerja sama investasi untuk proyek pembangunan fasilitas infrastruktur pendidikan dengan iming-iming keuntungan besar.

“Pelaku menjanjikan akan menambahkan modal sebesar Rp5 miliar jika korban menyerahkan uang tunai Rp1 miliar, janji keuntungannya Rp4,8 miliar,” tambahnya.

JK (51), warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan mengapung di Sungai Kedung M...
12/08/2026

JK (51), warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan mengapung di Sungai Kedung Merak, Selasa (11/8/2026).

Sebelum didekati, warga sempat mengira benda yang mengapung di sungai tersebut merupakan tumpukan sampah.

Kapolsek Kedunggalar AKP Karno mengatakan, Khanani dilaporkan hilang dari rumahnya sebelum akhirnya ditemukan tewas.

Karno mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga mengenai penemuan jasad di sungai. Saat ditemukan, tubuh korban berada di sungai dengan kedalaman sekitar tiga meter. Sebelum menghilang, Khanani meninggalkan rumah pada Senin sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, hingga sore hari, korban tidak kunjung kembali.

“Keluarga korban bersama warga mencari wilayah sekitar desa. Namun korban tak kunjung ditemukan,” ungkap Karno. Sehari kemudian, seorang warga melihat benda mengambang di Sungai Kedung Merak. Dari kejauhan, benda tersebut sempat dikira tumpukan sampah.

Setelah didekati, warga mengetahui bahwa benda yang mengapung tersebut merupakan jasad manusia. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan kepolisian. Setibanya di lokasi, polisi memasang garis pembatas dan melakukan evakuasi terhadap jasad korban.

Sumber: https://surabaya.kompas.com/read/2026/08/11/221721278/pria-hilang-ditemukan-tewas-mengapung-di-sungai-ngawi-sempat-dikira-sampah.

Address

Ngawi

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IKI NGAWI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to IKI NGAWI:

Shortcuts

Share