15/01/2026
Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO) menilai industri perunggasan nasional tengah menghadapi ketidakpastian kebijakan yang berpotensi mengganggu keberlanjutan usaha peternak rakyat, UMKM, dan peternak mandiri. Sorotan ini terutama diarahkan pada kebijakan impor bungkil kedelai (soybean meal/SBM) yang dialihkan sepenuhnya kepada BUMN tanpa disertai masa transisi yang memadai.
Ketua PERMINDO, Kusnan, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berisiko langsung meningkatkan beban biaya produksi peternak unggas. Menurutnya, posisi bungkil kedelai dalam struktur pakan membuat stabilitas pasokan dan harga menjadi faktor yang sangat krusial.
“Bungkil kedelai menyumbang sekitar 21 persen dari formulasi pakan, sementara biaya pakan mencapai kurang lebih 70 persen dari total biaya produksi unggas. Setiap gangguan pasokan atau kenaikan harga SBM akan langsung menaikkan harga pokok produksi peternak,” ujar Kusnan.
Ia menegaskan, PERMINDO memahami tujuan baik pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pakan, melindungi peternak kecil, mencegah dominasi swasta, serta mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis. Namun, menurutnya, tujuan tersebut hanya dapat tercapai jika kebijakan disiapkan dan dijalankan secara matang.
Baca selengkapnya: https://www.poultryindonesia.com/id/permindo-soroti-risiko-kebijakan-impor-bungkil-kedelai-terhadap-peternak/