16/05/2026
Bupati Sebut Siswa Makan di Bawah Pohon, DPRD Pilih Bungkam
Bupati mensinyalir kontaminasi tersebut terjadi, karena siswa makan di luar ruangan atau di bawah pohon, sehingga rawan kejatuhan hewan dari lingkungan sekitar.
Di sisi lain, bungkamnya pimpinan DPRD Lumajang terkait persoalan ini, menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah mengevaluasi standar pelayanan gizi di wilayah tersebut.
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Madurejo 02, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi viral di media sosial setelah ditemukan adanya ulat pada Kamis (7/5/2026).
Insiden tersebut terekam dalam video berdurasi 37 detik yang memperlihatkan seorang siswa berpakaian olahraga bersama guru membuka menu yang baru tiba.
Dalam video tersebut, seekor ulat putih kecil tampak merayap di atas daging ayam yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Berlian Berkah Jaya.
Sontak, guru perempuan yang melihat hal itu langsung menunjuk ke arah makanan tersebut.
"Itu, apa itu pak. Ini ikannya segera ditarik. Semua ikan (daging ayam) segera dikembalikan," kata guru di dalam video tersebut.
Berdasarkan konfirmasi di lokasi, seorang siswa kelas 5 bernama Mamat menjelaskan menu tersebut baru dibagikan kepada murid kelas 4 yang sedang olahraga.
"Menu hari ini ayam, tapi tidak sempat dimakan, banyak belatungnya. Cuma kelas 4 yang dibagikan, terus ada belatungnya, yang lain belum dibagikan," ujar Mamat yang mengaku kejadian ini baru pertama kali terjadi.
Akan tetapi, Kepala SDN Madurejo 02, Yudik Tri Yulianto, enggan berkomentar dan menolak untuk diwawancarai.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, angkat bicara mengenai kejadian tersebutpada Sabtu (9/5/2026).
Menurut Indah, hal ini menjadi evaluasi bagi pihak sekolah agar mewajibkan siswa menyantap MBG di dalam kelas, bukan di luar ruangan.
"Itu terdapat dalam satu ompreng dan kebetulan anaknya makan di luar di bawah pohon. Makanya saya minta pihak sekolah kalau makan dalam kondisi bersama sama, tertib dan di dalam kelas,"ujarnya.