Anggun OeO

Anggun OeO saya ingin mendapat informasi dan berbagi

Surat Terbuka Untuk Bupati dan Wakil Bupati TTSYth. Bapak Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah SelatanDi TempatSalam hor...
07/05/2026

Surat Terbuka Untuk Bupati dan Wakil Bupati TTS

Yth. Bapak Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah SelatanDi TempatSalam hormat,Saya Gresyani Imelda Tenistuan, siswi SMA Kristen 1 Soe. Saya menulis ini bukan sebagai siapa-siapa, melainkan hanya sebagai seorang anak dari ibu rumah tangga biasa di desa, yang memiliki mimpi besar untuk mengabdi pada daerahnya.Sejak lama, saya memupuk semangat untuk menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten TTS Tahun 2026. Berbulan-bulan saya berlatih di sekolah, menahan lelah dan peluh, demi satu tujuan: memberikan yang terbaik bagi TTS.Saat seleksi tiba, saya mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan. Saya dinyatakan lolos administrasi hingga melewati berbagai tahapan tes lainnya. Nama saya selalu ada dalam daftar mereka yang berhasil. Keyakinan saya membumbung tinggi; saya percaya bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil, meski saya bukan anak pejabat atau orang berada.Namun, harapan itu runtuh seketika. Tanpa alasan yang jelas, saya diminta pulang setelah bertemu dengan Kaban Kesbangpol. Saya dipulangkan tanpa sebab, tanpa akibat, dan tanpa penjelasan yang adil. Di saat itu, dunia saya terasa runtuh. Saya kehilangan rasa percaya diri, saya kecewa, dan tangis saya pecah berhari-hari.Upaya saya dan Ibu untuk mencari keadilan ke DPRD hingga bertemu jajaran Kesbangpol pun menemui jalan buntu. Tidak ada solusi, tidak ada jawaban.Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang saya hormati,Jika memang saya dianggap tidak berhak, biarlah rasa sakit ini saya pikul sendiri sebagai pelajaran hidup yang akan selalu saya bawa dalam doa. Namun, sebagai pemimpin kami, saya memohon satu hal: Cukuplah kejadian ini berhenti di saya. Jangan biarkan anak-anak TTS lainnya yang memiliki semangat tulus harus kehilangan hak dan harapannya hanya karena alasan yang tidak transparan.Mungkin air mata anak seorang ibu rumah tangga biasa seperti saya dianggap kecil. Mungkin saya dianggap tidak layak hanya karena latar belakang keluarga saya. Namun, rasa cinta saya pada daerah ini tidaklah kecil.Mohon maaf jika tulisan ini harus berakhir di sini, karena jemari saya sudah tak sanggup lagi mengetik saking sesaknya dada ini menahan kecewa.
Terima kasih atas perhatian Bapak.

7 April 2026
Hormat saya,

Gresyani Imelda Tenistuan


LAMPIRAN SURAT PENGADUANKRONOLOGI KEJADIAN DUGAAN KEKERASAN PSIKIS TERHADAP SISWI "NT"* Hari/Tanggal: Kamis, 09 April 20...
23/04/2026

LAMPIRAN SURAT PENGADUAN
KRONOLOGI KEJADIAN DUGAAN KEKERASAN PSIKIS TERHADAP SISWI "NT"

* Hari/Tanggal: Kamis, 09 April 2026
* Lokasi: SMP Negeri Laob dan Pustu setempat
* Pihak Terkait: Tim Medis Puskesmas Polen dan Pihak Sekolah SMPN Laob

Urutan Peristiwa:

1. Pukul 09.00 WITA: Tim Puskesmas Polen datang ke SMPN Laob untuk melakukan pelayanan kesehatan rutin bagi seluruh peserta didik.
2. Pemeriksaan Awal: Korban (NT, 13 tahun) dipanggil dan diberikan pertanyaan oleh petugas medis mengenai siklus menstruasi. Karena ketidaktahuan korban terkait istilah medis tersebut, terjadi kesalahpahaman komunikasi.
3. Mobilisasi ke Pustu: Tanpa penjelasan yang jelas dan tanpa izin orang tua, korban dibawa oleh petugas medis dari sekolah menuju ke Pustu.
4. Tindakan Medis Paksaan: Di Pustu, korban dipaksa untuk melakukan tes kehamilan (tes urine). Meskipun korban sempat menolak, oknum petugas medis berinisial (E) membentak korban sehingga korban merasa takut dan terpaksa menuruti perintah tersebut.
5. Pemeriksaan Fisik Sensitif: Di ruangan berbeda, oknum petugas (A) melakukan pemeriksaan fisik berupa perabaan/penekanan pada bagian perut korban serta melontarkan pertanyaan yang tidak pantas (mengenai hubungan seksual) kepada anak di bawah umur.
6. Penyebaran Informasi: Setelah pemeriksaan selesai, informasi mengenai "tes kehamilan" tersebut menyebar di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hal ini menimbulkan stigma negatif bahwa korban sedang hamil.
7. Dampak Sosial & Psikologis: Sejak kejadian tersebut hingga saat ini, korban mengalami perundungan (bullying) berat dari teman sebaya, merasa malu, dan mengalami trauma psikis mendalam sehingga korban menolak untuk datang ke sekolah.

Demikian kronologi ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Atas Kejadian Di Desa Laob, Kec Polen. Orang Tua Siswa Membuat Konsep Surat Pengaduan.Surat Pengaduan ResmiPerihal: Peng...
22/04/2026

Atas Kejadian Di Desa Laob, Kec Polen. Orang Tua Siswa Membuat Konsep Surat Pengaduan.

Surat Pengaduan Resmi

Perihal: Pengaduan Terkait Dugaan Maladministrasi Pelayanan Kesehatan dan Kekerasan Psikis terhadap Anak di Bawah Umur

Kepada Yth.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan

Di –
Tempat

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: P T
Alamat: Desa Laob, Kec Polen
Selaku: Orang Tua/Wali dari siswi berinisial NT (13 thn)
Dengan ini mengajukan pengaduan resmi atas tindakan yang dilakukan oleh oknum petugas Puskesmas Polen dan pihak SMP Negeri Laob pada tanggal 9 April 2026. Adapun poin pengaduan kami adalah sebagai berikut:
1. Tindakan Tanpa Izin : Melakukan prosedur tes kehamilan dan pemeriksaan fisik sensitif terhadap anak di bawah umur tanpa pemberitahuan dan pendampingan orang tua.

2. Dugaan Intimidasi : Adanya paksaan dan kata-kata yang tidak menyenangkan dari oknum petugas medis saat anak kami menolak pemeriksaan.

3. Pelanggaran Privasi : Kelalaian dalam menjaga kerahasiaan hasil pemeriksaan sehingga memicu rumor negatif (hoaks kehamilan) di lingkungan sekolah dan masyarakat.

4. Dampak Psikis: Akibat kejadian tersebut, anak kami mengalami trauma berat, menjadi korban perundungan (bullying), dan saat ini tidak mau bersekolah.

Tuntutan Kami:

1. Pihak Sekolah dan Puskesmas Polen segera memberikan Klarifikasi Tertulis dan Lisan di hadapan siswa dan masyarakat untuk memulihkan nama baik anak kami.

2. Adanya jaminan perlindungan psikologis dan pendampingan konseling bagi anak kami.

3. Evaluasi dan sanksi tegas bagi oknum yang melanggar prosedur perlindungan anak.
Demikian pengaduan ini saya sampaikan untuk segera ditindaklanjuti demi kepentingan terbaik anak.

Laob, 23 April 2026.

Hormat saya,

(PT)

16/04/2026

Hiburan Bagi keluarga yang ditinggalkan...

27/03/2025

Kondisi saat evakuasi korban longsor.. memang menyedihkan, sebanyak 301 KK harus meninggalkan Rumah Tinggal. Kejadian ini di Desa Kuatae, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Pemerintah Perlu Melihat kondisi Rumah ini, sangat jauh dari Kata SEJAHTERA.. salam bagi kita untuk perduli terhadap mer...
22/02/2025

Pemerintah Perlu Melihat kondisi Rumah ini, sangat jauh dari Kata SEJAHTERA.. salam bagi kita untuk perduli terhadap mereka yang sangat tertinggal..🙏
Sorotan Berita Viral Sorotan Semua Pengikut

17/02/2025

Saya ingin memberikan apresiasi besar kepada pengirim Stars teratas saya. Terima kasih atas semua dukungannya!

Ina Ling Tendean

16/02/2025

Apa itu SKSD?? Bingung..

10/02/2025

Kebiasaan kami saat musim Hujan, akses jalan sulit di lewati.

09/02/2025

Saya ingin memberikan apresiasi besar kepada pengirim Stars teratas saya. Terima kasih atas semua dukungannya!

FiraPputungan Rumondor, Ardhi Ratu Merdeka, Bakul Gombal, Gabriena Rumondor

Seorang Ayah dari dua anak yang tega membunuh istrinya di Desa Mnesatbubu, Kec Polen, Kab TTS. Kejadian naas ini diduga ...
06/02/2025

Seorang Ayah dari dua anak yang tega membunuh istrinya di Desa Mnesatbubu, Kec Polen, Kab TTS. Kejadian naas ini diduga sementara karena dipicu rasa cemburu.

Address

Jalan Kramat Jati II
Pabuaran
16340

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Anggun OeO posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share