07/05/2026
Surat Terbuka Untuk Bupati dan Wakil Bupati TTS
Yth. Bapak Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah SelatanDi TempatSalam hormat,Saya Gresyani Imelda Tenistuan, siswi SMA Kristen 1 Soe. Saya menulis ini bukan sebagai siapa-siapa, melainkan hanya sebagai seorang anak dari ibu rumah tangga biasa di desa, yang memiliki mimpi besar untuk mengabdi pada daerahnya.Sejak lama, saya memupuk semangat untuk menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten TTS Tahun 2026. Berbulan-bulan saya berlatih di sekolah, menahan lelah dan peluh, demi satu tujuan: memberikan yang terbaik bagi TTS.Saat seleksi tiba, saya mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan. Saya dinyatakan lolos administrasi hingga melewati berbagai tahapan tes lainnya. Nama saya selalu ada dalam daftar mereka yang berhasil. Keyakinan saya membumbung tinggi; saya percaya bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil, meski saya bukan anak pejabat atau orang berada.Namun, harapan itu runtuh seketika. Tanpa alasan yang jelas, saya diminta pulang setelah bertemu dengan Kaban Kesbangpol. Saya dipulangkan tanpa sebab, tanpa akibat, dan tanpa penjelasan yang adil. Di saat itu, dunia saya terasa runtuh. Saya kehilangan rasa percaya diri, saya kecewa, dan tangis saya pecah berhari-hari.Upaya saya dan Ibu untuk mencari keadilan ke DPRD hingga bertemu jajaran Kesbangpol pun menemui jalan buntu. Tidak ada solusi, tidak ada jawaban.Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang saya hormati,Jika memang saya dianggap tidak berhak, biarlah rasa sakit ini saya pikul sendiri sebagai pelajaran hidup yang akan selalu saya bawa dalam doa. Namun, sebagai pemimpin kami, saya memohon satu hal: Cukuplah kejadian ini berhenti di saya. Jangan biarkan anak-anak TTS lainnya yang memiliki semangat tulus harus kehilangan hak dan harapannya hanya karena alasan yang tidak transparan.Mungkin air mata anak seorang ibu rumah tangga biasa seperti saya dianggap kecil. Mungkin saya dianggap tidak layak hanya karena latar belakang keluarga saya. Namun, rasa cinta saya pada daerah ini tidaklah kecil.Mohon maaf jika tulisan ini harus berakhir di sini, karena jemari saya sudah tak sanggup lagi mengetik saking sesaknya dada ini menahan kecewa.
Terima kasih atas perhatian Bapak.
7 April 2026
Hormat saya,
Gresyani Imelda Tenistuan