12/08/2026
TRAUMA MASA LALU GAK AKAN SEMBUH KALAU KAMU BELUM MEMAAFKAN LEWAT KACAMATA AL-QUR'AN
Kamu sudah coba move on,sudah coba sibuk,sudah coba lupa,sudah coba ikhlas berkaki-kali
Tapi setiap ketemu orangnya atau sekedar ingat namanya sesuatu dalam dadamu terasa berat
Bukan berati kamu lemah dan beli cukup berdoa. Mungkin masalahnya bukan disana
Selamat ini kamu dikasih tau "Maafkan supaya kamu sembuh" tapi tidak ada yang menjelaskan caranya.
Jadi kamu bilang "aku maafkan" dan berharap sakitnya ikut pergi ternyata tidak.
Dalam Al-Qur'an Allah memakai kata Al- 'afwa (memaafkan)yang memiliki akar kata yang berati "menghapus"atau "melepaskan"
وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٢٢
"Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak s**a bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(Q.s.nur:22)
Logikanya,selama kita menyimpan dend4m,secara tidak sadar kita terikat pada pelaku atau kejadian trauma tersebut.
Allah tidak bicara soal pura-pura baik-baik saja.tapi bicara soal proses penghapusan yang hanya bisa terjadi kalau lukanya diakui dulu
Setiap dend4m yang kamu simpan adalah noda dipermukaannya.
Kamu bisa terus beribadah,bisa terus sholat,puasa, sedekah tapi kalau cermin itu kotor cahaya tidak akan pernah masuk sempurna.
Bukan berati ibadahmu sia-sia tapi ada lapisan yang menghalangi,namanya lapisan "luka yang belum diselesaikan"
Nabi Yusuf dibu4ng ke sumur oleh saudara kandungnya,diju4l,difitn4h,dipenj4r4 bertahun-tahun.ketika akhirnya dia berkuasa saudaranya datang gemetar menunggu balasan yang pantas mereka terima.
Yusuf berkata:
"Tidak ada cercaan atas kalian pada hati ini" (Q.s.yusuf:92)
Perhatikan sekali lagi, Al-Qur'an tidak menceritakan Yusuf seolah dia tidak pernah sakit.justru sebelumnya Yusuf mengadu
"Dan hanya kepada Tuhanku aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku"(Q.s. Yusuf:86)
Dia mengadu dulu,dia akui dulu sakitnya,baru kemudian dia bisa melepaskan.iyulah urutan yang benar..bukan langsung "ikhlaskan" sebelum jujur soal lukanya.
Rasulullah bersabda:
Orang kuat bukan yang pandai bergulat.orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah (H.R Bukhari 6114)
Selamat ini kamu merasa kuat,tidak merasa apa2,tidak pernah menangis,tidak mengadu,tidak butuh siapa-siapa
Ternyata bukan
Kutmat menurut Rasulullah adalah:
Kamu merasakan semuanya dan memilih tidak hancur.
Luka boleh diakui,air mata boleh jatuh,tapi jangan biarkan dend4m menetap sebab saat kamu milih melepaskankarna Allah bukan masa lalu yang menang-melainkan hati mu yang akhirnya damai