SumbarBiz

SumbarBiz PT SUMBAR BIZ MEDIA

02/08/2026
Pelansir Sebabkan Krisis Pertalite dan Solar di SPBU Pasaman BaratPASAMAN BARAT — Bagi warga Kabupaten Pasaman Barat, Su...
01/08/2026

Pelansir Sebabkan Krisis Pertalite dan Solar di SPBU Pasaman Barat

PASAMAN BARAT — Bagi warga Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengantre bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kini bukan lagi sekadar urusan mengisi tangki kendaraan. Kegiatan ini telah bertransformasi menjadi ritual wajib penuh kepasrahan, tempat kesabaran warga diuji hingga batas maksimal.

Fenomena antrian panjang di SPBU telah bergeser dari kekacauan lalu lintas biasa menjadi satir kehidupan: waktu produktif seharian menguap begitu saja hanya demi mengejar beberapa liter Pertalite dan Solar.

​Kisah miris berbalut komedi pahit ini dialami langsung oleh Mon Eferi, seorang pensiunan guru setempat, pada Jumat (31/7/2026). Berniat mengisi Pertalite di SPBU Batang Lingkin pada pukul 07.15 WIB, ia langsung kecele. Antrean kendaraan sudah mengular sepanjang 200 meter hingga ke depan Masjid Taqwa Bancah Talang.

Di barisan mobil yang merayap bagai siput itu, ia menjumpai Adek Harianto, pegawai SMAN 1 Pasaman, yang sudah berdiri lesu di samping pintu mobilnya sejak pukul 05.15 WIB usai salat Subuh.

​Tak ingin membuang waktu dalam lamunan tanpa kepastian, Mon Eferi memutar arah ke SPBU Batang Toman. Hasilnya? Sama nihilnya. Pintu masuk SPBU justru diblokade deretan truk raksasa yang tengah berburu Solar.

Polisi di lokasi dengan polos menginformasikan bahwa pengisian Pertalite baru dibuka jam 3 sore karena ada pengerjaan perluasan SPBU. Dua kali mencoba, dua kali p**a pensiunan guru ini p**ang dengan tangki sejalur garis merah.

​Dari Subuh Hingga Ashar: Rekor Antre 10 Jam Demi Seliter BBM

​Babak absurd berlanjut saat Mon Eferi menelepon Adek pada pukul 11.15 WIB. Empat jam sejak perjumpaan subuh tadi, Adek melaporkan posisinya baru bergeser sedikit mendekati gerbang.

Puncaknya terjadi usai Magrib saat Mon Eferi kembali mengonfirmasi keberhasilan rekannya. Lewat gelak tawa pasrah di seberang telepon, Adek mengaku baru tuntas mengisi BBM pada pukul 15.00 WIB. Total waktu yang dihabiskan adalah 10 jam penuh!

​Secara matematis, durasi 10 jam antre BBM tersebut lebih dari cukup untuk menempuh perjalanan darat lintas provinsi dari Padang menuju Medan. Namun di Pasaman Barat, waktu produktif seluas itu habis hanya untuk memindahkan mobil beberapa puluh meter ke area pengisian nozel Pertamina.

​"Bagaimana lagi, Pak. Mobil Kijang pelansir bebas saja memotong antrean. Bolak-balik melansir minyak. Bukan satu dua mobil, ada beberapa nampaknya yang bebas melansir. Sementara kami antre berjam-jam," ujar Adek mengisahkan bagaimana mobil 'siluman' berulang kali memotong barisan warga jujur.

​Mafia Pelansir BBM dan Lemah Pengawasan: Menabrak UU Migas

​Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa biang kerok utama yang memicu kemacetan parah dan kelangkaan Pertalite secara mendadak adalah maraknya aksi armada "pelansir kebal hukum".

Fenomena antrian panjang di SPBU untuk Solar mungkin sudah merata di seluruh pelosok Sumatera Barat, tetapi krisis Pertalite yang menyandera masyarakat umum hingga seharian merupakan fenomena 'istimewa' yang menonjol di Pasaman Barat.

​Praktik main mata dan borong-memborong BBM bersubsidi ini secara terang-terangan melanggar Peraturan Perundang-undangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) sebagaimana diubah dalam UU Cipta Kerja, pasal 55 secara tegas menyatakan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

​Sejumlah pengamat ekonomi dan kebijakan publik nasional menilai..... Baca berita selengkapnya, link tautan ada di dalam kolom komentar!!!

Orang Hilang di Pasaman Barat Ditemukan Meninggal Dunia di Dekat Kebun​PASAMAN BARAT — Nasib naas menimpa Yempino Wisman...
26/07/2026

Orang Hilang di Pasaman Barat Ditemukan Meninggal Dunia di Dekat Kebun

​PASAMAN BARAT — Nasib naas menimpa Yempino Wisman (49), warga Banir Tambuk, Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau. Pria yang akrab disapa Empi tersebut yang sebelumnya dilaporkan sebagai orang hilang usai pamit pergi ke kebun, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (26/7/2026) sore.

​Pencarian marathon yang melibatkan tim gabungan dari BPBD, Basarnas, hingga warga setempat tersebut harus berakhir dengan berita duka. Padahal, harapan keluarga awalnya sederhana yakni Empi p**ang membawa hasil kebun, bukan kabar yang menguras air mata.

​Kronologi Hilangnya Korban hingga Pencarian Bersama

​Peristiwa ini bermula pada Sabtu (25/7/2026) pagi. Seperti rutinitas biasanya, Empi melangkahkan kaki menuju kebun miliknya. Tak ada gelagat aneh atau firasat buruk yang tertinggal di rumah.

Namun, hingga malam merambat makin larut, Empi tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Telepon genggamnya pun tak merespons, memicu kepanikan pihak keluarga.

​Malam itu juga, keluarga dibantu tetangga dan masyarakat sekitar berusaha menyisir jalur-jalur yang biasa dilalui korban. Namun, hingga Minggu siang pukul 13.00 WIB, pencarian mandiri tersebut belum membuahkan hasil.

Menyadari situasi semakin kritis, laporan resmi segera diteruskan ke pihak berwenang untuk meminta bantuan pencarian berskala lebih besar.

​Evakuasi Mayat Korban oleh Tim Gabungan

​Merespons laporan masyarakat, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Pasaman Barat, Basarnas, Kelompok Siaga Bencana (KSB), perangkat Nagari Kajai, unsur Prokopimca, serta puluhan warga setempat langsung dikerahkan menyisir area perkebunan di wilayah Talamau.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain, membenarkan perihal ditemukannya korban. Sekitar pukul 15.30 WIB pencarian intensif mulai membuahkan titik terang, hingga akhirnya sekitar pukul 18.00 WIB, posisi korban berhasil dilokalisasi.

​"Alhamdulillah, setelah ditelusuri bersama seluruh unsur terkait, korban berhasil ditemukan di sekitar area kebun miliknya di wilayah Banir Tambuk, Jorong Limpato. Namun, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Zulkarnain.

​Proses evakuasi mayat korban dari area perkebunan berjalan cukup dramatis mengingat medan perkebunan yang menantang dan kondisi hari yang mulai gelap.

Usai dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Jorong Limpato, Pasaman Barat, untuk disemayamkan dan dimakamkan secara layak.

​Meski kepergian Empi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Nagari Kajai, soliditas serta kesiapsiagaan seluruh unsur SAR dan masyarakat dalam merespons kejadian ini patut diapresiasi. Hutan dan kebun memang tempat mencari nafkah, tetapi takdir kadang punya cara lain untuk memanggil p**ang.

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data dan informasi resmi dari narasi pihak berwenang (BPBD Kabupaten Pasaman Barat). Seluruh informasi identitas dan kronologi disajikan untuk kepentingan pemberitaan publik secara objektif dan transparan.

Tiang PLN Roboh di Pasaman Barat Menimpa ASN Hingga Luka BakarPASAMAN BARAT – Nasib nahas menimpa seorang Aparatur Sipil...
19/07/2026

Tiang PLN Roboh di Pasaman Barat Menimpa ASN Hingga Luka Bakar

PASAMAN BARAT – Nasib nahas menimpa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Korban yang akrab disapa Jack menjadi korban robohnya sebuah tiang PLN yang sudah lama dalam kondisi memprihatinkan.

Akibat peristiwa tragis tersebut, korban harus dilarikan ke rumah sakit setelah tertimpa tiang beton penyangga arus listrik tersebut saat sedang berkendara. Insiden ini terjadi di kawasan Jorong Rantau Pauah, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, pada Sabtu (18/7/2026).

Peristiwa bermula ketika korban tengah melakukan perjalanan rutin menuju tempat tugasnya yang berada di Simpang Empat dengan mengendarai sepeda motor. Namun di tengah jalan, struktur tiang penyangga kabel listrik yang berada di tepi jalan tiba-tiba ambruk dan langsung menghantam tubuh korban beserta kendaraannya.

Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, dentuman keras sempat terdengar saat tiang beton tersebut roboh. Jack yang tidak sempat menyelamatkan diri langsung terempas ke aspal.

Korban dilaporkan menderita luka bakar serius di beberapa bagian tubuhnya, meliputi area kaki, tangan, hingga punggung akibat kontak dengan material tiang dan diduga adanya aliran listrik yang masih aktif saat kejadian.

Selain luka bakar, korban juga mengalami luka terbuka yang cukup parah di bagian pergelangan kaki. Kondisi ini membuat korban membutuhkan perawatan medis yang sangat intensif dari tim dokter.

Sementara itu, sepeda motor yang digunakan korban sebagai sarana transportasi sehari-hari untuk bekerja dilaporkan hancur total dan rusak berat akibat tertimpa beban beton yang sangat berat.

Warga Menyebut Tiang Sudah Lama Condong

Warga setempat mengungkapkan bahwa robohnya tiang PLN ini sebenarnya bukan tanpa tanda-tanda. Berdasarkan kesaksian masyarakat di sekitar Jorong Rantau Pauah, fasilitas publik tersebut diketahui sudah lama dalam kondisi condong dan tampak bergoyang setiap kali angin kencang berembus.

Meskipun potensi bahaya ini sudah terlihat sejak lama oleh pengguna jalan dan masyarakat sekitar, sayangnya belum ada tindakan perbaikan nyata dari pihak terkait hingga akhirnya memakan korban jiwa dari kalangan ASN. Kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur ini kini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat Talamau.

Pihak Keluarga Berharap Tanggung Jawab dan Evaluasi Total

Menanggapi musibah berat ini, pihak keluarga korban sangat terpukul. Mereka secara terbuka memohon.... Baca berita selengkapnya, link tautan ada di kolom komentar...

Barat

Simak Daftar Lengkap Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru Pasaman Barat PASAMAN BARAT - Kabar gembira sekaligus mendebarkan ke...
15/07/2026

Simak Daftar Lengkap Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru Pasaman Barat

PASAMAN BARAT - Kabar gembira sekaligus mendebarkan kembali menyelimuti warung-warung kopi di seluruh pelosok bumi mekar. Dinas Perkebunan bersama Kominfo Kabupaten Pasaman Barat secara resmi merilis update terbaru mengenai Harga TBS (Tandan Buah Segar) Kelapa Sawit untuk hari Rabu, 15 Juli 2026.

Bagi para petani sawit setempat, pengumuman ini tentu jauh lebih dinantikan daripada pengumuman pemenang undian berhadiah, sebab langsung menentukan ketebalan dompet dan kelancaran kep**an asap dapur di rumah masing-masing.

Di tengah maraknya atmosfer dinamika pemilihan kepala desa (pilwana) dan obrolan hangat politik tingkat jorong, urusan isi kantong dari hasil panen hijau tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Fluktuasi nilai jual komoditas andalan daerah ini selalu berhasil memicu riuh rendah obrolan hangat warga, mulai dari gelak tawa bahagia hingga helaan napas panjang para pejuang lapangan hijau.

Harga Tertinggi Tembus Hampir Empat Ribu Rupiah

Berdasarkan data grafik resmi harian yang dikeluarkan pemerintah daerah bersama Bupati Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan, pergerakan nilai jual Tandan Buah Segar minggu ini membawa angin segar yang cukup memuaskan.

Untuk tingkat harga tertinggi di wilayah Kabupaten Pasaman Barat kali ini sukses menyentuh angka manis Rp3.912,72 per kilogram. Rekor nominal tertinggi ini berhasil dipecahkan oleh perusahaan kelapa sawit ternama, PT Gunung Sawit Abadi (GSA), melalui jalur kemitraan swadaya mereka.

Mendengar angka yang hampir mendekati kepala empat tersebut, para petani sontak langsung tersenyum lebar layaknya melihat hilal bonus akhir tahun. Angka ini dinilai menjadi angin segar di tengah ongkos perawatan kebun dan harga pupuk yang kadang ikut-ikutan melompat tanpa permisi.

Bagi para pemilik lahan mandiri, pencapaian angka ini tentu menjadi pembakar semangat untuk lebih giat melakukan pemanenan tepat waktu.

Menilik Harga Terendah dan Nilai Jual Brondolan Sawit

Namun, namanya juga dinamika pasar, tidak semua koridor perusahaan memberikan angka yang seragam. Di sudut lain, tercatat nilai jual terendah untuk hari ini berada di angka Rp3.200 per kilogram yang diberlakukan oleh PT Agro Wira Ligatsa (AWL) untuk kategori non-mitra.

Walaupun menjadi batas bawah dari total keseluruhan kompilasi pasar hari ini, nominal tersebut dinilai masih berada dalam batas yang cukup aman untuk menutup biaya operasional harian para pekerja kebun.

Selain itu, bagi masyarakat yang gemar mengumpulkan sisa-sisa buah alias brondolan, hari ini ada kabar yang tidak kalah gurih. Harga brondolan kelapa sawit secara spesifik dipatok stabil di angka Rp3.700 per kilogram melalui pintu masuk PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM).

Angka ini tentu membuat para pencari brondolan di sekitar area perkebunan bisa ikut p**ang dengan wajah ceria dan saku yang terisi penuh.

Perbandingan Rinci Antar Perusahaan Kelapa Sawit

Untuk Anda yang ingin membandingkan secara detail agar tidak salah ambil langkah kemitraan, beberapa pabrik kelapa sawit juga menunjukkan variasi angka yang kompetitif.

Misalnya saja PT Pasaman Marama Sejahtera (PMS) yang mematok angka Rp3.260 per kilogram pada jalur non-mitra, disusul ketat oleh PT Bakrie Pasaman Plantation (BPP) di angka Rp3.230 per kilogram.

Sementara itu, PT Bina Tani Nusantara (BTN) dan PT Agrowiratama kompak memperlihatkan performa tangguh pada sektor mitra plasma dengan bertengger kokoh di angka Rp3.810,92 per kilogram.

Perbedaan angka antar mitra plasma, mitra swadaya, dan non-mitra ini tentu menuntut kejelian para petani dalam memilih ke mana buah hati hijau mereka akan disetorkan.

Dengan rilis resmi harian yang transparan ini, diharapkan tidak ada lagi spekulan nakal yang mencoba memainkan angka secara sepihak di tingkat pengepul akar rumput. Mari kita kawal bersama agar kemakmuran hijau ini terus bertahan hingga masa panen berikutnya!

Barat

Maju Pilwana 2026, Edi Somel Siap Bawa Pengalaman Dua DekadePASAMAN BARAT - Hari yang ditunggu-tunggu oleh ribuan warga ...
15/07/2026

Maju Pilwana 2026, Edi Somel Siap Bawa Pengalaman Dua Dekade

PASAMAN BARAT - Hari yang ditunggu-tunggu oleh ribuan warga akhirnya tiba juga. Dengan langkah mantap dibarengi senyum khas yang bisa mencairkan suasana paling tegang sekalipun, Marsawaldi secara resmi mendaftarkan diri hari ini sebagai Calon Wali Nagari Salingka Muaro.

Pria jenaka yang lebih akrab disapa "Edi Somel" ini maju bertarung dalam perhelatan Pilwana 2026 di Kabupaten Pasaman Barat, membawa segudang pengalaman birokrasi serta visi-misi segar yang siap menyulap nagari pemekaran ini menjadi daerah yang "sejahtera, unggul, religius, beradab, dan aman."

Sebagai wilayah hasil pemekaran dari Nagari Induk Sungai Aur, Nagari Salingka Muaro bukanlah wilayah sempit yang bisa dikelola secara coba-coba.

Dengan bentangan wilayah yang terdiri dari tujuh kejorongan—yaitu Jorong Sungai Aua, Sungai Aua Tengah, Kampung Aru, Padang Timbalun, Tombang Padang Hilir, Situmang, hingga Muara Tapus—nagari ini mengantongi kurang lebih 4.000 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menghadapi pemilih sebanyak itu tentu butuh sosok yang tidak hanya pandai berjanji, tapi juga terbukti lincah di lapangan seperti Edi Somel.

Rekam Jejak 'Kenyang' 20 Tahun Mengabdi di Birokrasi

Jika ada calon yang maju dengan modal nekat, maka Marsawaldi adalah anomali total. Ia datang dengan "tabungan" pengabdian di birokrasi nagari yang hampir menyentuh angka 20 tahun.

Langkah pertamanya di pemerintahan dimulai sebagai Sekretaris Nagari (Sekna) Sungai Aua dari tahun 2001 hingga 2015. Bayangkan saja, 14 tahun mengurus segala macam surat-menyurat warga tentu membuat jemarinya sudah sangat lihai memilah berkas administrasi.

Karier cemerlangnya terus menanjak saat dipercaya menjadi Bendahara Kecamatan merangkap Penjabat (Pj) Wali Nagari pada kurun 2015-2016. Urusan hitung-menghitung anggaran negara pun lahap ia jalani dengan tertib.

Tak heran jika pada tahun 2017 hingga 2019, ia ditunjuk langsung sebagai Pj Wali Nagari Salingka Muaro. Kiprah nyata inilah yang membekas kuat di hati sanubari para warga.

"Kami sangat puas dengan pelayanan beliau sejak masih menjadi Sekna di nagari induk dulu, begitu juga saat beliau memimpin sebagai Pj Wali Nagari di sini," ujar salah seorang tokoh masyarakat dari Kejorongan Situmang dengan nada penuh keyakinan di sela-sela proses pendaftaran hari ini.

Lima Misi Utama: Mulai dari Kerukunan Adat Hingga Pelayanan Digital

Sebagai Calon Wali Nagari Salingka Muaro, Marsawaldi tidak hanya datang bermodalkan pop**aritas dan humor belaka. Bersama berkas pendaftarannya hari ini, ia menyodorkan lima misi strategis yang siap dieksekusi demi memajukan ketujuh jorong di Salingka Muaro.

Misi pertamanya adalah memperkokoh kerukunan hidup bermasyarakat dalam jaminan adat, budaya, dan agama. Ia sangat paham bahwa kekayaan sejati nagari terletak pada harmonisasi adat Minangkabau yang berlandaskan syariat Islam.

Tidak kalah menarik, pada misi kedua, Edi Somel bertekad meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi.

Jadi, ke depannya warga tidak perlu lagi mengantre panjang atau bolak-balik hanya untuk mengurus selembar surat keterangan, semua akan dipermudah lewat sentuhan digital!

Selain itu, ia juga berkomitmen meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan (misi ketiga), memperkuat keamanan lingkungan lewat regulasi Peraturan Nagari yang tegas (misi keempat), serta selalu mengedepankan musyawarah mufakat bersama lembaga nagari lainnya dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan (misi kelima).

Angin Segar di Tengah Tensi Pilwana 2026 Pasaman Barat

Kehadiran Marsawaldi sebagai kandidat dalam ajang Pilwana 2026 tentu memberikan warna tersendiri bagi pesta demokrasi di Pasaman Barat. Di tengah ketegangan politik yang biasanya membuat dahi mengkerut, sosok Edi Somel hadir bak oase yang menyejukkan sekaligus menghibur.

Karakter humorisnya diyakini mampu merangkul seluruh kalangan, mulai dari ninik mamak, tokoh pemuda, hingga kaum ibu-ibu dari Jorong Padang Timbalun hingga Muara Tapus.

Dengan dukungan penuh dari tokoh-tokoh masyarakat yang mengantarnya mendaftar hari ini, langkah Marsawaldi menuju kursi definitif Salingka Muaro kini semakin mantap.

Di bawah panji kesederhanaan dan jargon "Mohon Doa dan Dukungannya," petualangan baru sang jawara birokrasi ini baru saja dimulai. Apakah 4.000 pemilih Salingka Muaro siap mempercayakan masa depan nagari pada sosok berpengalaman serba bisa ini? Kita tunggu saja jawabannya di bilik suara nanti!

Manajemen Sekolah Pasaman Barat Diuji, Puluhan Kepala Sekolah PPPK Belum BersertifikatPASAMAN BARAT — Dunia Pendidikan P...
15/07/2026

Manajemen Sekolah Pasaman Barat Diuji, Puluhan Kepala Sekolah PPPK Belum Bersertifikat

PASAMAN BARAT — Dunia Pendidikan Pasaman Barat mendadak riuh rendah dan diselimuti atmosfer penuh tanda tanya. Langkah berani Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang resmi melantik puluhan pegawai jalur PPPK menjadi nakhoda baru di sejumlah sekolah memicu perdebatan panas di ruang publik.

Bukan sekadar penyegaran organisasi yang lazim terjadi, melainkan status mayoritas pejabat baru tersebut yang sah menyandang predikat sebagai Kepala Sekolah tanpa modal sertifikat resmi.

Kebijakan kontroversial ini dinilai publik secara terang-terangan menabrak komitmen mutu Pendidikan Pasaman Barat. Tak pelak, aroma nepotisme hingga isu transaksional kursi jabatan langsung berembus liar di tengah masyarakat.

Publik mulai mempertanyakan asas keadilan birokrasi, mengingat daerah ini sebenarnya masih berlimpah stok guru berstatus PNS senior. Para abdi negara yang telah mendedikasikan hidupnya belasan hingga puluhan tahun dan dinilai jauh lebih matang secara psikologis serta administratif untuk memimpin, justru terpaksa gigit jari menyaksikan pemandangan unik ini.

Karpet Merah 'Seumur Jagung' dan Protes ASN Senior

Mengapa justru para pegawai PPPK yang masa baktinya baru seumur jagung mendapatkan karpet merah menuju kursi kepemimpinan? Pertanyaan ini terus berdengung kencang.

Jika manajemen mutu sekolah dipertaruhkan lewat kebijakan kompromistis semacam ini, masyarakat wajar khawatir kualitas pendidikan daerah akan menjadi taruhan utamanya. Tatanan birokrasi seolah jungkir balik demi mengakomodasi rombongan baru di lingkungan ASN ini.

Dedi (bukan nama sebenarnya), seorang ASN senior bidang pendidikan yang telah puluhan tahun mengabdi, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya yang mendalam.

Ia menyesalkan kebijakan daerah yang dinilai berpotensi merusak tatanan pendidikan setempat. Menurutnya, logika kepemimpinan di sekolah kini sedang diuji secara ekstrem.

"Bagaimana tidak, orang yang tidak pernah mengikuti diklat kepemimpinan tiba-tiba disuruh memimpin suatu sekolah yang diisi oleh guru-guru senior. Sedangkan yang memimpin itu sendiri masa tahun jabatannya sebagai ASN masih bisa dihitung dengan jari," ketus Dedi saat dijumpai di kawasan Simpang Empat, Rabu (15/7/2026).

Tameng Dinas Pendidikan, Jurus Pengecualian dan Klaim Prosedural

Mendengar riak penolakan yang kian membesar, Dinas Pendidikan Pasaman Barat segera pasang badan menghalau kritik. Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, menegaskan bahwa proses pengangkatan 32 orang Kepala Sekolah dari jalur PPPK tersebut sama sekali tidak menyalahi prosedur.

Menurut pembelaannya, seluruh nama yang dilantik telah melewati proses penyaringan dari Kementerian serta mengantongi persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Namun, kendati mengklaim sudah sesuai prosedur, Kadis tidak mampu menutupi fakta bahwa sebagian besar pejabat pilihannya belum memiliki kualifikasi sebagai kepala sekolah.

Dari total 32 orang PPPK yang diangkat menjadi Kepala Sekolah—terdiri dari 28 orang untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 4 orang untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)—baru 4 orang saja yang secara resmi memegang Sertifikat Kepala Sekolah atau Calon Kepala Sekolah (CKS). Sementara itu, 28 orang sisanya sukses dilantik dengan tangan hampa tanpa sertifikat resmi.

Dinas Pendidikan tampaknya memiliki tameng regulasi yang cukup ampuh. Pihak dinas berpedoman pada aturan terbaru, yakni Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 Jo Kemendikdasmen Nomor 129 Tahun 2025.

Peraturan menteri ini memang menyediakan celah bagi ASN, termasuk PPPK, melalui klausul kondisi khusus. Para pejabat baru ini diberi kelonggaran untuk mengikuti ujian substansi serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) paling lambat 4 tahun sejak mulai menjabat.

Krisis Calon atau Celah yang Dipaksakan?

Publik menduga Dinas Pendidikan Pasaman Barat terkesan memaksakan celah regulasi tersebut. Padahal, aturan pengecualian itu sejatinya hanya boleh diaktifkan jika.... Baca selengkapnya, link tautan ada di dalam kolom komentar..

Tanah Ulayat Pasar Payakumbuh Diakui dalam Sidang PTUN Padang, Saksi Ungkap Fakta BaruPADANG — Sidang gugatan terkait se...
14/07/2026

Tanah Ulayat Pasar Payakumbuh Diakui dalam Sidang PTUN Padang, Saksi Ungkap Fakta Baru

PADANG — Sidang gugatan terkait sengketa tanah ulayat Pasar Payakumbuh (Blok Barat) kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang pada Senin (13/7/2026). Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh pihak tergugat, yakni Pemerintah Kota (Pemko Payakumbuh).

Dua pejabat teras Pemko Payakumbuh dihadirkan sebagai saksi, yaitu M.Faizal Kadis Koperasi dan UMKM serta Muslim Kadis PUPR. Di hadapan majelis hakim, kedua saksi secara tegas mengakui bahwa lahan eks-Pasar Payakumbuh tersebut berstatus sebagai tanah ulayat.

Kesaksian Emosional dan Pengakuan Status Tanah Ulayat

Isak Tangis Kadis PUPR di Persidangan

Dalam persidangan yang berlangsung khidmat, suasana sempat haru ketika Muslim Kadis PUPR terlihat menangis terisak saat memberikan keterangan di bawah sumpah. Ia menyatakan secara jujur bahwa lahan tersebut memang merupakan tanah ulayat nagari yang telah tercatat resmi dalam Perda Nomor 13 Tahun 2016.

"Tanah tersebut benar merupakan tanah ulayat nagari," kata Muslim di persidangan setelah diingatkan oleh Ketua Majelis Hakim dan pengacara penggugat untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

Persoalan Sertifikat Hak Pakai (SHP) yang Dipaksakan

Muslim memaparkan bahwa Pemko Payakumbuh telah berupaya mencari jalan keluar melalui 23 kali pertemuan demi memfasilitasi pembangunan kembali pasar yang terbakar. Namun, kesepakatan di notaris akhirnya kedaluwarsa (expired) dan tidak dapat dilanjutkan. Kendati demikian, Sertifikat Hak Pakai (SHP) atas tanah tersebut tetap diterbitkan.

Ketika Ketua Majelis Hakim menanyakan apakah perjanjian alas hak di notaris tersebut akan dilanjutkan, Muslim enggan berspekulasi. "Bukan kuasa saya untuk menjawab," tuturnya.

Ia juga mengakui adanya surat penolakan dari Anak Nagari Koto Nan Ampek yang dikirimkan ke BPN, yang sebelumnya diperlihatkan oleh Sekda Rida Ananda kepada dirinya.

Aliran Dana Kompensasi dan Inkonsistensi Regulasi

Kompensasi 2 Persen ke Nagari

Fakta persidangan lain yang mengemuka adalah adanya pengakuan de facto dari Pemko Payakumbuh atas kepemilikan tanah ulayat tersebut. Selama ini, Pemko Payakumbuh memberikan kompensasi tahunan sebesar 2 persen kepada nagari berdasarkan SK Walikota Payakumbuh Tahun 2022. Kompensasi ini diserahkan secara tunai kepada pengurus KAN Koto Nan Ampek dan KAN Koto Nan Godang.

Ketidaksesuaian dengan SK Gubernur

Namun, persentase kompensasi ini dinilai tidak sejalan dengan regulasi yang lebih tinggi. M.Faizal Kadis Koperasi dan UMKM dalam kesaksiannya mengungkapkan... Baca selengkapnya, link tautan ada di kolom komentar..

Rakerda PAN Pasaman Barat: Hamsuardi Bidik Dua Periode, Pasang Target 8 Kursi DPRDPASAMAN BARAT – Dewan Pimpinan Daerah ...
12/07/2026

Rakerda PAN Pasaman Barat: Hamsuardi Bidik Dua Periode, Pasang Target 8 Kursi DPRD

PASAMAN BARAT – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Pasaman Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda PAN Pasaman Barat) yang berlangsung dinamis di Aula Kampus Yaptip, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Minggu (12/7/2026).

Mengusung konsep sarasehan dan dialog interaktif, agenda utama politik ini sukses mengumpulkan ratusan kader serta secara resmi mengukuhkan jaringan relawan pemenangan partai.

​Hadirnya jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN dan dibukanya acara secara langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW PAN) Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo, menegaskan betapa strategisnya wilayah Pasaman Barat dalam peta politik elektoral berlambang matahari terbit tersebut. Kehadiran para petinggi ini membakar semangat ratusan kader yang memadati lokasi acara.

​Target 8 Kursi dan Misi Mempertahankan Kursi Pimpinan DPRD

​Dalam orasi politiknya yang membakar semangat, Ketua DPD PAN Pasaman Barat, Hamsuardi, melemparkan jargon pemantik semangat yang langsung disambut riuh oleh para peserta. "Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi!" seru Hamsuardi di hadapan ratusan pasang mata.

​Hamsuardi menegaskan bahwa peningkatan soliditas antara kader dan relawan menjadi kunci utama untuk menyongsong agenda politik ke depan, baik dalam Pilcaleg maupun Pilkada. PAN Pasaman Barat tidak main-main dalam memasang target.

Untuk level nasional, PAN membidik posisi 3 besar. Sementara untuk tingkat daerah, DPD PAN Pasaman Barat mematok target ambisius, yakni mengamankan 8 kursi di DPRD Kabupaten Pasaman Barat sekaligus mempertahankan posisi kursi pimpinan parlemen lokal.

​"Peningkatan kapasitas kader dan jaringan relawan adalah harga mati. Kita bergerak bersama demi mencapai target 8 kursi dan memastikan posisi pimpinan DPRD tetap berada di tangan PAN," tegas Hamsuardi.

​Hamsuardi Siap Maju Kembali sebagai Bupati Pasaman Barat

​Tidak hanya fokus pada perolehan kursi legislatif, Rakerda ini juga menjadi panggung penegasan sikap politik terkait suksesi kepemimpinan daerah. Hamsuardi, yang merupakan Bupati Pasaman Barat periode 2021-2025, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

​Gayung bersambut, sinyal hijau pun langsung diberikan oleh tingkat wilayah. Ketua DPW PAN Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo, menegaskan bahwa partai sepenuhnya mendukung Hamsuardi untuk maju kembali menjadi Bupati Pasaman Barat pada pemilihan yang akan datang. Langkah ini dinilai realistis mengingat rekam jejak dan modal sosial yang dimiliki sang petahana.

​Bahkan, DPW PAN Sumbar sudah menyiapkan rencana cadangan strategis jangka panjang. Jika skenario di tingkat daerah menemui kerikil tajam, partai siap mendorong Hamsuardi untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.

"Jika nanti tidak duduk, kita mendorong beliau untuk maju ke DPR RI," ungkap Indra Dt Rajo Lelo, memberikan garansi politik bagi kader terbaiknya.

​Sentilan DPW PAN Sumbar Terkait Keterwakilan di Parlemen Provinsi

​Selain memberikan restu bagi Hamsuardi, Indra Dt Rajo Lelo juga melemparkan kritik menggelitik namun tajam terkait konstelasi kursi DPRD Sumbar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pasaman Barat.

Ia menyoroti fenomena di mana anggota legislatif yang duduk di provinsi saat ini dinilai kurang.... Baca selengkapnya, link tautan ada di kolom komentar.

Barat

Address

Padang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SumbarBiz posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to SumbarBiz:

Shortcuts

Share