14/05/2026
Feature: Tragedi Kematian Karim di RSJ HB Saanin Padang: Tuntutan Keadilan dari Mahasiswa dan Masyarakat
Pada Selasa, 12 Mei 2026, rumah sakit jiwa (RSJ) Prof. Dr. HB Saanin di Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi titik fokus demonstrasi massa gabungan Mahasiswa Peduli HAM (MPH) dan masyarakat peduli Karim. Mereka menuntut penjelasan terbuka terkait kematian Karim, seorang warga yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Massa berdatangan sejak sore hari, membawa spanduk bertuliskan “Karim bukan ODGJ” dan “Usut tuntas kematian Karim”, menandakan keresahan yang mendalam dan keinginan masyarakat terhadap keadilan dan transparansi.
Karim diamankan oleh Satpol PP Padang pada 23 Maret lalu, dengan dugaan gangguan jiwa, sebelum dirujuk ke RSJ HB Saanin. Namun, dua hari kemudian, berita duka datang; Karim meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Aksi damai ini memperlihatkan bagaimana masyarakat menuntut klarifikasi atas penanganan medis yang diterima, di samping menolak kriminalisasi terhadap pejuang keadilan. Rafles, ayah Karim, menyampaikan orasi penuh haru, mempertanyakan jenis obat dan tindakan medis yang diberikan kepada anaknya yang dalam kondisi sehat sebelumnya.
Dalam pergerakan yang mengusung penegakan hak asasi manusia ini, banyak pihak menilai RSJ HB Saanin wajib memberikan keterbukaan secara detail mengenai kematian Karim. Di tengah sorotan publik, Firman Wanipin, pendiri kanal YouTube Ciloteh Wanipin, turut angkat bicara. Menurutnya, “Ini baru benar. RSJ HB Saanin harus bertanggung jawab menjelaskan kematian Karim secara transparan dan detail kepada masyarakat.”
Lebih jauh, Firman mengingatkan bahwa RSJ HB Saanin merupakan institusi di bawah pemerintahan Provinsi Sumatera Barat. “Artinya, Gubernur Sumbar harus hadir dan angkat bicara secara tegas, bukan malah mengarahkan polemik ini kepada Walikota Padang. Ini soal akuntabilitas pemerintah provinsi terhadap institusi yang bernaung di bawahnya,” tuturnya tegas.
Sementara itu, aparat kepolisian dan pihak rumah sakit masih enggan memberikan penjelasan penuh mengenai hasil autopsi dan proses penanganan medis yang dijalani Karim. Kejanggalan pada kondisi jenazah, seperti hidung pata