16/07/2025
/UIY: Keliru Jika Umat Mengandalkan Perubahan pada Sistem Demokrasi/
Sumber: Muslimah News
Pada acara Dialog Muharam yang dihadiri ratusan tokoh lintas profesi serta disaksikan ribuan kaum muslim via daring, cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menegaskan, keliru jika umat Islam mengandalkan perubahan pada sistem politik demokrasi.
“Keliru jika kita mengandalkan perubahan berdasar sistem politik demokrasi dan politik global saat ini,” ujarnya di acara yang bertajuk, ”Hijrah: Merajut Ukhuah, Merangkai Peradaban Islam Kafah”, Sabtu (28-6-2025).
Pasalnya, menurut UIY, demokrasi dan politik global tidak didesain untuk mengukuhkan umat, tetapi untuk melanggengkan dominasi negara-negara besar terhadap umat Islam.
”Mereka membiarkan kita ikut pemilu. Tetapi begitu kita menang dengan cara itu, mereka akan hentikan,” ucapnya sembari mencontohkan kasus FIS di Aljazair dan Ikhwanul Muslimin di Mesir saat ikut pemilu.
Selain itu, lanjutnya, demokrasi sering digunakan untuk membatasi ruang Islam. Menurutnya, Islam dipaksa sekadar menjadi sistem nilai moral, bukan sistem hidup.
”Ini semua dijadikan sebagai alat untuk menjauhkan umat dari sumber kekuatannya. Demokrasi mempromosikan nasionalisme padahal Islam mengajarkan ukhuah islamiah global,” tandasnya.
Tidak Menolak
UIY mengatakan, umat tidak menolak keterlibatan dalam politik sebab kekuasaan itu sesuatu yang mutlak harus ada. ”Agama dan kekuasaan itu seperti saudara kembar, dua sisi dari keping mata uang, tidak bisa dipisahkan. Agama itu fondasi dan kekuasaan itu penjaga. Dua-duanya saling memerlukan, agama memerlukan penjaga, penjaga memerlukan fondasi. Apa yang tidak ada fondasi, ia akan hancur, dan apa yang tidak ada penjaga, ia akan hilang. Sebagaimana ini hari, Islam tanpa penjaga,” ulasnya.
UIY lalu menggambarkan kekuasaan yang menjaga Islam, yaitu kekuasaan yang menjaga agama dan mengatur dunia dengan Islam. ”Menjaga agama tentunya bukan agama dikurung, tetapi digunakan untuk mengatur kehidupan dunia,” cetusnya.
Lanjut ke komentar...