10/08/2026
Setiap pagi, Eka Putri pergi mengajar sambil membawa anaknya.
Bukan karena sekolah mengharuskan anaknya ikut. Bukan p**a karena ia tidak ingin anaknya tinggal di rumah.
Tapi karena tidak ada siapa-siapa yang bisa menjaga anaknya saat ia harus bekerja.
Eka adalah seorang guru honorer di Nagari Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Di tengah keterbatasan, ia tetap berusaha melanjutkan kuliah penyetaraan. Biayanya Rp2,4 juta setiap semester.
Sementara gaji yang ia terima sebagai guru honorer hanya Rp225.000 per bulan.
Angka yang bahkan mungkin terasa kecil bagi sebagian orang, tetapi menjadi penghasilan yang tetap ia perjuangkan demi bertahan hidup dan terus mengajar.
Setiap hari, ia harus menempuh perjuangan di daerah yang berjarak sekitar 100 kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten. Akses jalan dan komunikasi masih terbatas. Ketika musim hujan datang, perjalanan menjadi semakin sulit.
Namun di balik semua keterbatasan itu, Eka tetap datang ke sekolah.
Mengajar anak-anak orang lain, sambil membesarkan anaknya sendiri.
Semoga ada perhatian nyata untuk mereka yang setiap hari menjaga pendidikan anak-anak di pelosok negeri.
Gimana menurut kalian?
Tulis di kolom komentar ya~
--------
vid: