08/06/2026
Khairul Jasmi
Soal Djam Gedang atau Jam Gadang, setelah usianya 100 tahun, mulailah dengan yang pasti-pasti saja. Jika tak pasti, jangan disampaikan juga lagi, ditertawakan orang kita nanti. Termasuk pengelola web Bukittinggi Kota Wisata, seperti tak belajar sejarah saja.
Minimal tiga hal kerap salah diceritakan tentang Jam Gadang. Pertama, mesin jamnya yang konon hanya dua di dunia. Salah, Soal angka IIII yang dikira keliru. Juga salah. Dan, bangunannya yang katanya berdiri tanpa besi dan semen, sangat salah. Ketiganya bisa diuji. Berikut duduk perkaranya.Beredar cerita, mesin jam sejenis hanya ada dua di dunia. Pertama Jam Gadang di Bukittinggi, kedua Big Ben di London. Tahu nanti Raja Inggris, dijajahnya kita sekali lagi, siapa yang bertanggung jawab. Yang di Bukittinggi dibuat di Jerman, yang London dibuat di Inggris. Ciek NPM, ciek lai ANS. Beda tu mah, Pak Wali.
Tak percaya? Ini buktinya:
Pabrik pembuat mesin Jam Gadang bernama B. Vortmann, di kota Recklinghausen, Jerman. Berdiri pada 1851, tutup 1967. Seratus enam belas tahun aktif pabrik tersebut. Masak duo se nyo buek? Yang ketidak-tidak saja. Keliru kuadrat.
Selengkapnya baca di https://www.hariansinggalang.co.id/berita/243221/meluruskan-kesalahan-fatal-jam-gadang