11/01/2026
Ir. Hasjrul Harahap pada era orde baru menjadi salah satu tokoh kebanggaan Tabagsel tatkala ia berhasil menduduki jabatan menteri pada kabinet Pembangunan V di kepemimpinan Soeharto. Ia menjabat dari tahun 1988 s/d 1993. Meskipun lahir di Pematangsiantar, ia besar dan mengenyam pendidikan SMP di Padangsidimpuan.
Dimasa menjabat sebagai menteri kehutanan, salah satu gagasan Hasjrul yang hingga kini masih diterapkan ialah tentang skema Hak Pengelolaan Hutan (HPH).
Pada periode inilah hutan mulai diposisikan sebagai modal pembangunan negara. Negara mengambil alih penguasaan kawasan hutan secara penuh dan membuka jalan bagi pengelolaan skala besar. Dari logika inilah lahir sistem Hak Pengusahaan Hutan (HPH) terkait izin konsesi jangka panjang bagi perusahaan untuk mengeksploitasi hutan negara demi devisa dan stabilitas ekonomi.
HPH kemudian menjadi tulang punggung kebijakan kehutanan Orde Baru. Konsesi diberikan dalam wilayah sangat luas, pengawasan lemah, dan masyarakat adat tidak diakui sebagai subjek hukum. Hutan dikorbankan untuk kepentingan koorporasi demi terwujudnya ambisi pembangunan negeri.
Dampaknya terasa hingga hari ini: konflik agraria berkepanjangan, kriminalisasi masyarakat adat, deforestasi masif, banjir, dan krisis lingkungan.
Meskipun demikian, Hasjrul Harahap berbeda dengan Raja Juli Antoni. Hasjrul memiliki latar belakang pengetahuan yang mendalam soal kehutanan Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Menteri Kehutanan, Hasjrul Harahap telah lama berkecimpung dalam dunia agraria.