08/09/2026
Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Setelah fasilitas pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut tidak mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Berikut adalah transkrip lengkap dari teks yang ada pada gambar:351 dapur, sedangkan jumlah terbesar terdapat di Wilayah 2 dengan 1.417 dapur. Adapun, Wilayah 3 mencakup 231 dapur.
Jumlah tersebut berasal dari proses penyisiran BGN terhadap puluhan ribu dapur SPPG.
Sudharyono menyebut penyisiran sebelumnya dilakukan terhadap 27.485 dapur, yang kemudian menghasilkan penetapan sementara sebanyak 27.022 dapur.Menindaklanjuti kewajiban pendaftaran SLHS.
BGN juga telah melakukan konfirmasi kepada pengelola SPPG terkait dengan status pendaftaran sertifikasi tersebut.
Namun, hingga pembaruan data terakhir, 1.999 dapur masih tercatat belum mendaftar."Tidak melakukan pendaftaran ini telah kami cross-check, telah kami tunggu, telah kami konfirmasi, telah kami tanya dari beberapa waktu yang lalu sampai dengan sekarang," ujarnya.Sebanyak 1.999 dapur yang ditutup tersebar di tiga wilayah operasional.
Wilayah 1 mencakup kesehatan di wilayah masing-masin.
Sudharyono menegaskan kondisi tersebut berbeda dengan dapur yang telah mengajukan pendaftaran, tetapi belum memenuhi persyaratan untuk memperoleh sertifikasi."Yang artinya, bukan mendaftar kemudian syaratnya tidak dipenuhi.
Bukan, tapi ini tidak melakukan pendaftaran," kata Sudharyono dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).Menurutnya, BGN telah melakukan pengecekan silang sekaligus memberikan waktu kepada dapur-dapur tersebut untuk Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah fasilitas pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut tidak mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan pembaruan data dari Kementerian Kesehatan per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB.
Dari hasil identifikasi, sebanyak 1.999 dapur SPPG tercatat sama sekali belum melakukan pendaftaran SLHS kepada dinas.