04/07/2026
Viral Pikap Terguling di Purbalingga: Bukannya Menolong Sopir Terjebak, Warga Malah Ramai-Ramai Jarah Telur Sampai Habis!
JAGAT media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah rekaman video memprihatinkan yang memperlihatkan aksi sejumlah warga di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Bukannya fokus menyelamatkan korban kecelakaan, warga justru kedapatan ramai-ramai mengambil muatan telur dari sebuah mobil pikap yang terguling, Minggu (28/6/2026).
Peristiwa miris tersebut tepatnya terjadi di ruas jalan Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Aksi penjarahan ini langsung menuai sorotan tajam dan kecaman luas dari netizen karena dilakukan di saat sang pengemudi beserta kernetnya masih terjebak di dalam kendaraan.
Sopir pikap, Arif (50), menceritakan detik-detik menegangkan sekaligus menyedihkan yang dialaminya bersama sang rekan, Romadhon (23). Saat mobil mereka terbalik, keduanya masih berusaha menyelamatkan diri dari dalam kabin yang ringsek.
Arif mengaku sangat terkejut ketika melihat kerumunan massa yang mendekat ke arah mobilnya. Alih-alih mendapatkan pertolongan pertama untuk keluar dari kabin, ia justru harus menyaksikan barang dagangannya dijarah hingga tak bersisa.
“Kami posisinya masih terjebak di dalam kabin. Warga berdatangan, awalnya mengira mereka mau menolong kami untuk keluar. Tapi nyatanya, mereka malah sibuk mengambilin telur-telur di bak belakang sampai habis,” ungkap Arif dengan nada kecewa.
Akibat insiden penjarahan di tengah musibah tersebut, Arif harus menelan pil pahit. Dirinya mengalami kerugian materiil hingga belasan juta rupiah lantaran seluruh pasokan telur yang sebenarnya masih utuh dan layak jual ludes dibawa kabur oleh warga sekitar.
Meski merasa terpukul dengan tindakan kurang terpuji dari oknum masyarakat tersebut, Arif menunjukkan kebesaran hatinya. Pengusaha kecil ini memilih untuk tidak memperpanjang persoalan ke ranah hukum pidana.
Kendati demikian, ia menaruh harapan besar dan mengetuk pintu hati warga yang telanjur membawa telur dalam jumlah banyak agar bersedia mengembalikannya secara sukarela.
“Kalau cuma ambil satu atau dua kilogram untuk konsumsi, saya ikhlas, tidak apa-apa. Tapi saya memohon dengan sangat, bagi warga yang kemarin membawa sampai satu atau dua peti penuh, tolong dikembalikan. Saya ini juga hanya masyarakat kecil yang sedang berjuang mencari nafkah lewat usaha ini,” tutur Arif penuh harap.
Hingga saat ini, video amatir tersebut masih terus dibagikan ulang di berbagai platform digital dan menjadi pengingat pentingnya menjaga empati serta ketertiban sosial saat mendapati musibah kecelakaan di jalan raya. (*)