Cahaya Negeri

Cahaya Negeri Informasi Selalu Ada yang Baru

16/06/2026

Viral! Puluhan Ribu Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Ditemukan Terbengkalai

DUGAAN skandal besar kembali menerpa proyek pendukung program nasional. Sebanyak 21.801 unit sepeda motor listrik yang sedianya diperuntukkan bagi kelancaran distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan telantar dan terbengkalai di sebuah kawasan pergudangan di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kendaraan roda dua ramah lingkungan yang seharusnya berlalu lalang mengantar asupan gizi untuk anak-anak sekolah tersebut, kini justru terlihat menumpuk rapi hingga berdebu tanpa kejelasan pemanfaatan.

Kondisi memprihatinkan ini langsung memicu reaksi cepat dari aparat penegak hukum. Korps Adhyaksa melalui Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengonfirmasi bahwa temuan puluhan ribu motor ini telah resmi masuk dalam tahap penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Nilai Proyek Fantastis Capai Rp1,3 Triliun
Bukan angka yang sedikit, nilai pengadaan puluhan ribu unit motor listrik tersebut diperkirakan menyedot anggaran negara yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp1,3 triliun.

Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jamadsus) kini tengah bergerak cepat mendalami indikasi rasuah di balik proyek raksasa ini. Fokus utama penyelidikan mengarah pada ketidaksesuaian yang ekstrem antara analisis kebutuhan riil di lapangan dengan jumlah armada yang dipesan.

"Penyidik tengah mendalami segala kemungkinan, termasuk adanya dugaan penggelembungan harga (mark-up), rekayasa tender, hingga pelanggaran prosedural lainnya dalam proses hulu pengadaan barang dan jasa tersebut," ungkap sumber internal di lingkungan penegak hukum.

15/06/2026

Viral Video Menu Makan Bergizi Gratis Dibuang Utuh Jadi Sampah, Netizen Ramai Soroti Hal Mengejutkan Ini!

PROGRAM unggulan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi pusat perhatian publik di jagat maya. Hal ini menyusul viralnya sebuah rekaman video di media sosial yang memperlihatkan tumpukan menu makanan program tersebut dibuang dalam kondisi masih utuh saat proses pembersihan kelas.

Dalam rekaman video yang beredar luas tersebut, terdengar suara sang perekam yang secara gamblang menyayangkan banyaknya porsi makanan yang sama sekali tidak dikonsumsi oleh para siswa, hingga akhirnya menumpuk dan berakhir sebagai limbah sisa makanan (food waste).

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti di mana lokasi sekolah maupun wilayah tempat video tersebut diambil. Kendati demikian, tayangan singkat itu terlanjur memicu gelombang tanggapan dan kritik keras dari warganet.

Banyak warganet yang mulai mempertanyakan efektivitas penyaluran program MBG di tingkat satuan pendidikan. Netizen menyoroti pentingnya kesesuaian menu yang disajikan dengan selera serta tingkat penerimaan para siswa di sekolah agar anggaran negara yang dikucurkan tidak terbuang sia-sia.

"Penting untuk melihat apa alasan anak-anak tidak memakannya. Apakah karena faktor rasa, menu yang kurang menarik, atau karena mereka memang sudah kenyang dari rumah," tulis salah satu komentar netizen yang memicu diskusi panjang.

Fenomena ini pun menggelinding menjadi bola salju dan membuka kembali ruang diskusi publik mengenai pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.

Para pengamat kebijakan publik menilai ada tiga poin krusial yang harus segera dievaluasi oleh pihak penyelenggara dan sekolah:

Sistem Distribusi: Ketepatan waktu pengiriman makanan agar disajikan saat jam istirahat atau jam makan yang tepat, sehingga kondisi makanan masih segar.

Kualitas dan Variasi Penyajian: Standar cita rasa dan tampilan visual makanan yang harus disesuaikan dengan psikologis anak-anak sekolah agar menggugah selera.

Tingkat Penerimaan Siswa: Perlunya survei berkala di tiap sekolah untuk mengetahui menu apa saja yang disukai dan yang tidak disukai oleh siswa guna meminimalisasi limbah makanan.

Melalui evaluasi berkala dan pengawasan ketat, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial pemenuhan kuota, melainkan benar-benar mampu memperbaiki gizi generasi muda Indonesia secara tepat sasaran dan efisien. (*)

Kerugian Tembus Rp2 Triliun! KPK Selidiki Dugaan Korupsi di BRI dan TelkomKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membu...
07/06/2026

Kerugian Tembus Rp2 Triliun! KPK Selidiki Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka penyidikan baru terkait dugaan kasus rasuah yang menyeret dua perusahaan pelat merah raksasa, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Pengusutan ini membidik dugaan korupsi dalam proyek pengadaan sistem notifikasi perbankan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa langkah hukum ini diambil setelah pihaknya resmi menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum pada Jumat (5/6/2026).

Budi menjelaskan, objek dari dugaan tindak pidana korupsi ini berkaitan erat dengan pengadaan layanan pengiriman pesan massal atau notifikasi perbankan berbasis Short Message Service (SMS) dan aplikasi WhatsApp.

Kerugian Negara Fantastis, Capai Rp2 Triliun
Meski sprindik telah resmi dikeluarkan, lembaga antirasuah tersebut menegaskan bahwa proses penanganan perkara saat ini masih berada pada tahap pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi-saksi. (*)

06/06/2026

PT PMM Pertanyakan Kepastian Hukum Penahanan 15 Kontainer Ilmenit

Kuasa hukum PT PMM, Poltak Silitonga, S.H., M.H., kembali mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) guna mempertanyakan kepastian hukum atas penahanan 15 kontainer komoditas ilmenit milik perusahaan tersebut.

Komoditas tambang itu sebelumnya ditangkap dan ditahan oleh Kodam IV di perairan Nongsa, Batam, pada 17 Mei 2026. Saat itu, muatan tersebut diduga sebagai barang selundupan berbahaya yang mengandung zat radioaktif.

Poltak yang akrab disapa PH Jepang menegaskan hingga kini pihaknya belum menerima dokumen resmi terkait penyitaan maupun penahanan barang.

“Kami datang mempertanyakan kepada Jampidsus Kejagung seperti apa sebenarnya peristiwa hukum ini. Jangan dibuat menggantung. Kalau kami salah, tunjukkan salahnya di mana. Kalau tidak salah, seharusnya barang kami dilepas,” ujar Poltak di Kejagung, Jumat (5/6).

Menurutnya, penahanan tanpa kepastian hukum telah menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan karena para pembeli mulai menuntut ganti rugi atas tertundanya pengiriman barang.

Ia menyebut selama hampir tiga minggu tidak ada kejelasan mengenai status hukum barang maupun pelimpahan berkas perkara kepada pihak perusahaan.

“Berita penyitaan tidak ada, surat penahanan tidak ada, pelimpahan berkas juga tidak ada. Kami hanya mendengar dari media bahwa kasus ini masih didalami,” katanya.

Poltak mengaku sempat berupaya bertemu Direktur Penindakan di Kejagung, namun belum berhasil karena proses penelitian berkas disebut masih berjalan.

Pihak PT PMM berharap Kejagung segera memberikan kepastian hukum agar polemik tersebut tidak terus berlarut dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi perusahaan.

24/05/2026

Viral! Video Istri Sah Jemput Pacar Suaminya

JAGAT media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video viral yang menguras air mata netizen. Bukannya penuh makian dan aksi kekerasan fisik, sebuah momen pelabrakan dugaan perselingkuhan justru berakhir dengan suasana haru dan menuai simpati publik.

Dalam video yang beredar luas tersebut, terlihat seorang istri sah dengan tenang menemui dan menjemput seorang perempuan yang diduga kuat sebagai kekasih gelap suaminya.

Bukannya mengamuk, sang istri sah justru mengajak perempuan tersebut berbicara dari hati ke hati. Dengan nada suara yang bergetar namun tetap tegar, ia hanya meminta satu hal: kejujuran yang utuh mengenai hubungan terlarang yang selama ini mereka jalani di belakangnya.

19/05/2026

SEDANG VIRAL! FILM PESTA BABI

PART 02

19/05/2026

Viral! Skandal Tagihan Hotel Berujung Bui, Wakil Gubernur Babel Hellyana Dinyatakan Bersalah dan Diperintahkan Ditahan!

KASUS hukum yang menjerat Wakil Gubernur (Wagub) Bangka Belitung (Babel), Hellyana, akhirnya memasuki babak akhir di tingkat pertama. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang resmi memvonis bersalah orang nomor dua di Bumi Serumpun Sebalai tersebut atas kasus dugaan penipuan tagihan hotel.

Dalam sidang pembacaan putusan yang berlangsung di Ruang Tirta, PN Kota Pangkalpinang pada Senin (18/5/2026), Hellyana dijatuhi hukuman empat bulan penjara serta perintah untuk segera ditahan.

Terbukti Lakukan Tindak Pidana Penipuan
Ketua Majelis Hakim, Marolop Winner Pasrolan Bakara, dalam amar putusannya menyatakan terdakwa Hellyana secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana yang dituangkan dalam dakwaan penuntut umum.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 4 bulan dan memerintahkan terdakwa untuk ditahan," tegas Marolop saat memimpin jalannya persidangan.

Vonis setebal empat bulan ini diketahui lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntut Hellyana dengan hukuman 8 bulan penjara berdasarkan Pasal 378 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Kuasa Hukum Sebut Hakim Abaikan Fakta Sidang dan Ajukan Banding
Merespons putusan tersebut, Kuasa Hukum Wagub Hellyana, Dhimas Putra Ramadhani, menegaskan bahwa kliennya tidak menerima begitu saja vonis majelis hakim. Pihaknya berencana untuk segera melayangkan memori banding.

Dhimas menilai ada beberapa poin penting di dalam nota pembelaan (pledoi) yang sengaja dikesampingkan oleh hakim. Salah satunya menyangkut pembuktian unsur Pasal 492 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru (UU Nomor 1 Tahun 2023).

"Pandangan kami mengenai Pasal 492, tindakan menggerakkan orang agar mengadakan utang itu kan harus didukung bukti kuat, seperti saksi atau bukti chat. Di dalam dakwaan jaksa disebutkan ada bukti chat, namun sepanjang fakta persidangan bukti tersebut tidak pernah ada. Kenapa kok tetap diterima?" cecar Dhimas usai persidangan.

Sebagai informasi, kasus ini bermula ketika Hellyana ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimum Polda Babel pada Kamis (25/9/2025) lalu. Kasus dugaan penipuan pemesanan kamar hotel tersebut terjadi saat dirinya masih aktif menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung periode 2023–2024.


19/05/2026

Kopdes Merah Putih Klaim Gas Melon Cuma Rp16 Ribu, Netizen: Di Lapangan Masih Rp25 Ribu, Siapa yang Bohong?

PROGRAM Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kembali memicu perbincangan hangat di jagat maya. Kali ini, sorotan publik tertuju pada klaim program yang disebut-sebut mampu menyediakan gas LPG 3 kilogram subsidi (gas melon) dengan harga miring, yakni hanya Rp16.000 per tabung.

Nominal tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan fakta di lapangan. Selama ini, mayoritas masyarakat di tingkat konsumen akhir harus merogoh kocek berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000 untuk satu tabung gas melon.

Presiden Prabowo Subianto sendiri menaruh perhatian besar pada efisiensi program ini. Kepala Negara bahkan telah meninjau langsung jalannya operasional Kopdes Merah Putih. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk memperpendek mata rantai distribusi kebutuhan pokok, sehingga harga komoditas penting di pedesaan bisa ditekan serendah mungkin.

Melalui sistem Koperasi Desa Merah Putih, jalur distribusi dikonsepkan langsung dari agen utama ke koperasi tingkat desa tanpa melalui banyak tangan pengecer pihak ketiga. Dengan pemangkasan biaya logistik dan margin tersebut, harga jual ke masyarakat diharapkan stabil mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi.

Kendati program ini membawa angin segar, realisasi di lapangan justru memicu gelombang skeptisisme di media sosial. Banyak warganet yang menyuarakan keluhan karena belum merasakan keadilan harga tersebut di wilayah mereka.

Alhasil, muncul narasi satir "Pak Prabowo dibohongin" yang mendadak viral dan ramai diperbincangkan di berbagai platform digital. Sejumlah netizen mengaku sangsi bahwa harga Rp16.000 itu bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat luas, bukan sekadar sampel saat peninjauan formal.

Pemerintah sendiri menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih masih terus dioptimalkan secara bertahap. Pengawasan ketat di tingkat distribusi bawah menjadi kunci utama agar target subsidi tepat sasaran dan tepat harga ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menepis isu-isu miring di ruang publik.

18/05/2026

Viral! Tim SAR Cari Korban Tenggelam
di Sungai Samusa Sorong,
Deretan Tongkang Kayu Jadi Sorotan Warga

Misi kemanusiaan yang penuh tantangan tengah berlangsung di aliran Sungai Kampung Samusa, Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Tim SAR gabungan bersama warga setempat terus berjibaku melakukan pencarian terhadap seorang korban yang dilaporkan tenggelam di kawasan tersebut.

Namun, di tengah suasana duka dan ketegangan pencarian, proses penyisiran sungai ini menyisakan cerita tersendiri yang menarik perhatian publik.

Fokus Pencarian di Antara Deretan Tongkang
Saat menyisir riak dan arus aliran sungai, perhatian tim penolong serta warga yang memadati bantaran sungai sempat terpecah. Pandangan mereka tertuju pada deretan kapal tongkang berukuran besar yang dipenuhi tumpukan kayu hasil tebangan di sepanjang jalur aliran sungai.

Pemandangan kontras antara aktivitas industri kayu dan misi penyelamatan nyawa manusia ini memicu berbagai respons dan perbincangan hangat dari masyarakat yang mengawal jalannya perkembangan pencarian di lapangan.

Meski pemandangan deretan tongkang kayu tersebut menjadi sorotan, prioritas utama dari seluruh pihak yang terlibat tidak bergeser sedikit pun. Fokus penuh tetap dicurahkan pada upaya penyelamatan dan penemuan korban secepat mungkin.

Kondisi Medan Sungai yang Sulit
Hingga saat ini, Tim SAR bersama aparat terkait masih terus melakukan penyisiran secara berkala. Tantangan yang dihadapi di lapangan pun tergolong tidak mudah. Petugas harus berhadapan dengan kondisi medan sungai yang memiliki karakteristik arus dinamis serta hambatan geografis lainnya.

Masyarakat sekitar terus memanjatkan doa agar proses pencarian ini segera membuahkan hasil, korban dapat segera ditemukan, dan pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan yang besar dalam menghadapi musibah berat ini.

18/05/2026

Viral Truk Kopdes Ambil Sembako di Gudang Indomarco, Janji Berdayakan UMKM Desa Dipertanyakan Netizen!

PROGRAM Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang sejatinya digadang-gadang mampu mendongkrak ekonomi pedesaan, kini justru tengah menuai sorotan negatif. Hal ini menyusul beredarnya sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan armada truk Kopdes tengah mengambil stok sembako dari gudang PT Indomarco Prismatama—perusahaan pemasok sekaligus pengelola jaringan retail modern Indomaret.

Kemunculan video tersebut langsung memicu gelombang pertanyaan dan kritik dari publik. Pasalnya, sejak awal diluncurkan, Kopdes Merah Putih selalu dipromosikan sebagai pilar utama untuk memperkuat UMKM lokal serta membangun rantai distribusi ekonomi yang mandiri di tingkat desa.

Pemberdayaan Produk Lokal Dipertanyakan
Ketergantungan Kopdes pada supplier raksasa retail modern dinilai kontradiktif dengan visi kemandirian yang digaungkan pemerintah. Warganet pun mulai mempertanyakan esensi sejati dari program ini. Jika barang dagangan yang dijual tetap bersumber dari hulu yang sama dengan toko modern, publik bingung di mana letak ruang bagi produk-produk lokal desa untuk berkembang.

"Kalau tetap ambil barang di Indomarco, ngapain beli mobil baru? Barang juga bisa diantar," tulis salah satu komentar netizen yang ramai mendapat dukungan di jagat maya.

Soroti Efisiensi Distribusi dan Armada Truk
Tidak berhenti di situ, netizen juga menyoroti aspek teknis operasional Kopdes lapangan. Penggunaan armada truk terbuka yang dinilai kurang standar untuk membawa barang logistik pangan turut menjadi bahan cibiran dan perbandingan.

“Indomarco distribusi pakai truk box, Kopdes malah pakai truk pasir,” sindir netizen lainnya di kolom komentar.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat. Publik khawatir jika tidak ada evaluasi mendalam pada sistem rantai pasoknya, program Koperasi Desa Merah Putih ini justru berpotensi hanya menjadi perpanjangan tangan atau jalur distribusi baru bagi raksasa retail modern, alih-alih melahirkan ekosistem ekonomi lokal yang mandiri dan berpihak pada pedagang kecil di desa.

Address

Jalan Tjilik Riwut
Palangkaraya
73118

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cahaya Negeri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share