Lintas Kalteng

Lintas Kalteng Lintas Kalteng hadir objektif, independen, dan mencerahkan. www.lintaskalteng.id

05/09/2026

Kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan tak hanya menghanguskan vegetasi. Jika gambut terbakar hingga habis, lapisan tanah yang mengandung pirit (FeS₂) dapat terbuka.

Dalam video, ahli gambut Dr. Asmadi Saad menguji sampel tanah dari kedalaman 190 cm menggunakan H₂O₂. Sampel tersebut bereaksi hingga mendidih, yang menunjukkan adanya kandungan pirit.

Jika terpapar udara dan air, pirit dapat memicu keasaman tanah sangat tinggi, bahkan pH bisa turun hingga 3. Dampaknya dapat mencemari air, merusak ekosistem, dan menghilangkan kesuburan lahan.

Karena itu, mencegah kebakaran gambut menjadi langkah penting untuk menghindari kerusakan lingkungan jangka panjang.

02/09/2026

Karhutla Ketapang kembali terjadi di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kalimantan Barat, Selasa (1/9/2026) sore hingga malam.

Dalam video yang beredar, api terlihat membakar lahan secara luas di tengah kepulan asap tebal. Warga berharap hujan segera turun untuk membantu memadamkan kebakaran.

Kebakaran di kawasan gambut menjadi perhatian karena api dapat merambat hingga bawah permukaan dan sulit dipadamkan. Pemerintah pun memiliki kebijakan perlindungan gambut melalui PP Nomor 71 Tahun 2014 yang diperkuat PP Nomor 57 Tahun 2016.

Penanganan dilakukan melalui pencegahan, pembasahan kembali gambut, revegetasi, serta pelibatan masyarakat. Upaya tersebut penting untuk mencegah karhutla berulang sekaligus melindungi warga dan satwa liar.

01/09/2026

Kebakaran Kalimantan 2026 kembali menjadi sorotan setelah Copernicus Fire Emissions Watch menunjukkan sebaran asap tebal dan emisi karbon pada 24–30 Agustus 2026.

Ribuan hotspot terdeteksi, termasuk di kawasan konsesi perkebunan. Pemerintah pun memeriksa 19 perusahaan terkait kebakaran yang berdampak pada kualitas udara, jarak pandang, kesehatan masyarakat, hingga habitat satwa seperti orangutan.

Di tengah ancaman tersebut, pemerintah menegaskan fokus kebijakan sawit pada penertiban lahan ilegal, peningkatan produktivitas kebun yang sudah ada, dan keberlanjutan, bukan membuka lahan baru secara besar-besaran.

Melalui Perpres Nomor 5 Tahun 2025, pemerintah menertibkan sawit yang berada di kawasan hutan. Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menguasai kembali sekitar 3,1 juta hektare lahan sawit ilegal.

Sementara itu, program Peremajaan Sawit Rakyat mendapat dukungan Rp60 juta per hektare untuk meningkatkan produktivitas tanpa terus memperluas lahan.

31/08/2026

Pernyataan Kadisdik Provinsi Kalimantan Tengah soal sekolah tetap masuk di tengah pekatnya asap di Kota Palangka Raya menuai perhatian.

Menurutnya, siswa tetap harus masuk agar dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dan distribusi makanan tidak terganggu.

Namun, kebijakan ini memunculkan kekhawatiran karena paparan asap dapat membahayakan kesehatan anak, termasuk meningkatkan risiko ISPA.

29/08/2026

Beruang kelaparan hingga mengorek-ngorek plastik menjadi pemandangan memilukan. Satwa tersebut terlihat kesulitan mendapatkan makanan, bahkan harus mencari di antara sampah.

Kondisi ini menjadi gambaran dampak kerusakan habitat terhadap satwa liar. Hutan yang terus ditebang, dikikis, dan dibakar membuat sumber makanan serta tempat tinggal mereka semakin berkurang.

“Sangat-sangat miris. Hutan yang masih ada saja sudah membuatnya kesulitan mencari makan, apalagi ketika hutan terus dikeruk, dikikis, dan dibakar.”

Kerusakan hutan bukan hanya menghilangkan pepohonan, tetapi juga mengancam kehidupan satwa yang bergantung pada ekosistem tersebut.

27/08/2026

Kebakaran hutan tidak hanya menghanguskan pepohonan, tetapi juga menimbulkan dampak ekologis kebakaran hutan yang bisa berlangsung puluhan hingga ratusan tahun.

Habitat satwa dan tumbuhan rusak, sementara hewan yang selamat kehilangan sumber makanan dan tempat berlindung. Keanekaragaman hayati pun terancam, terutama bagi spesies yang bergantung pada hutan.

Dampak ekologis kebakaran hutan juga merusak kualitas tanah, mengganggu siklus air, serta mencemari sungai dan danau akibat abu dan sedimen. Di lahan gambut, api bahkan dapat bertahan di bawah permukaan dan melepaskan karbon dalam jumlah besar.

Asap kebakaran menghasilkan polutan seperti PM2.5 dan gas rumah kaca yang berdampak terhadap kesehatan serta perubahan iklim.

Pemulihan hutan membutuhkan waktu panjang. Karena itu, pencegahan melalui pengelolaan lahan, perlindungan hutan, penegakan hukum, dan restorasi gambut menjadi kunci agar kerusakan tidak terus berulang.

26/08/2026

Kebakaran lahan gambut Ketapang, Kalimantan Barat, kembali terjadi pada 25 Agustus 2026. Dua video yang beredar memperlihatkan kobaran api di pinggir jalan tanah disertai asap tebal yang mengganggu jarak pandang.

Kebakaran lahan gambut Ketapang sulit dipadamkan karena api dapat menjalar hingga ke bawah permukaan tanah. Kondisi ini membuat titik api berpotensi kembali muncul meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

Hingga pertengahan Agustus 2026, karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai 38.310 hektare. Ketapang menjadi wilayah dengan area terdampak paling luas. Kebakaran juga mengancam habitat satwa liar, termasuk orangutan yang harus dievakuasi.

25/08/2026

Kebakaran hutan Kalimantan Selatan kembali menjadi perhatian setelah warga menemukan lubang berisi batubara yang masih menyala merah panas. Kondisi tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar.

Temuan ini menunjukkan adanya kemungkinan kebakaran batubara bawah tanah yang sulit dipadamkan. Berbeda dengan api di permukaan, bara di dalam lapisan tanah dapat bertahan lama dan menyebar tanpa mudah terlihat.

Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah penghasil batubara utama Indonesia. Aktivitas pertambangan dan terbukanya lapisan batubara dapat meningkatkan risiko kebakaran bawah tanah.

Kondisi tersebut berpotensi memperparah kerusakan lingkungan, termasuk pencemaran udara dan kerusakan tanah.

Address

Palangkaraya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lintas Kalteng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share