TVRI Sumatera Selatan

TVRI Sumatera Selatan 31 Januari 1974. Analog: 46 UHF, Digital: 29 UHF
Jl. Balap Sepeda Ex Kampus Pom IX, Palembang.

Masih ada yang mengoleksi perangko di zaman media sosial? Jawabannya ada di vodcast kali ini. Kupas tuntas dunia filatel...
01/06/2026

Masih ada yang mengoleksi perangko di zaman media sosial?
Jawabannya ada di vodcast kali ini.
Kupas tuntas dunia filateli yang ternyata masih berkemban
dan penuh cerita menarik.



Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema t...
01/06/2026

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Tema tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk derasnya arus informasi di era digital.

Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., yang dibacakan oleh Plh Kepala TVRI Sumatera Selatan, Eka Budi Wigiyanta, S.Sos menegaskan bahwa Pancasila merupakan "bintang penuntun" dan "jangkar moral" bangsa Indonesia di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian, disrupsi teknologi, serta dinamika geopolitik global.

Pesan tersebut menjadi semakin penting di era digital saat ini. Kemajuan teknologi informasi telah membuka ruang komunikasi yang sangat luas, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga polarisasi di tengah masyarakat. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dan diwujudkan dalam ruang digital agar tidak sekadar menjadi teks sejarah, melainkan menjadi pedoman perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan ideologi Pancasila di tengah Masyarakat melalui berbagai program berita, pendidikan, budaya, dan layanan publik.

Sejalan dengan amanat Kepala BPIP, TVRI juga diharapkan mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang. Di tengah pesatnya transformasi digital, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, serta maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, TVRI terus beradaptasi tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai media publik.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan literasi media, serta penyajian konten yang berkualitas, kredibel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, TVRI terus berupaya mampu menjadi rujukan informasi yang terpercaya sekaligus garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi masa kini dan masa depan.

Nah lurrr, menurutmu bagaimana generasi muda dapat menghidupkan nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah?

Tulis tanggapanmu di kolom komentar




Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.Dalam keberagaman, Pancasila hadirsebagai pemersatu.Pancasila menjadi penuntun...
01/06/2026

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
Dalam keberagaman, Pancasila hadir
sebagai pemersatu.
Pancasila menjadi penuntun menuju Indonesia
yang lebih kuat dan bermartabat.





Dialog Menyongsong Indonesia Maju ,akan bahas :Menanamkan Nilai Pancasila pada Generasi Muda Sejak Dini.         Yanty T...
31/05/2026

Dialog Menyongsong Indonesia Maju ,
akan bahas :
Menanamkan Nilai Pancasila pada
Generasi Muda Sejak Dini.







Yanty Tvri Sumsel EfliantyAnalisa
Maria Mile Nia
Yenie S
Titin Andrianti Tvrisumsel

31/05/2026

MANFAATKAN LAHAN KOSONG JADI WISATA URBAN FARMING.




Selama ini stres sering dianggap sebagai sesuatu buruk di mata banyak orang. Mendengar katanya saja sudah membayangkan w...
31/05/2026

Selama ini stres sering dianggap sebagai sesuatu buruk di mata banyak orang. Mendengar katanya saja sudah membayangkan wajah kusam, kepala pusing, hingga risiko penyakit. Tapi, ada fakta yang tak banyak orang tahu bahwa stres jika dikelola dengan baik, justru bisa menyehatkan dan membuat seseorang bertumbuh.

Para ahli juga menjelaskan bahwa ada jenis stres positif yang disebut Eustress, yaitu tekanan yang justru dapat meningkatkan motivasi, fokus, dan kemampuan seseorang untuk berkembang.

Eustress muncul ketika seseorang menghadapi tantangan yang masih dapat dikelola, seperti memulai pekerjaan baru, mengejar target, mengikuti pelatihan, atau menghadapi peluang besar dalam hidup. Dalam kondisi ini, stres berperan sebagai pendorong yang membuat seseorang lebih bersemangat, percaya diri, dan produktif.

Praktisi kesehatan dr. Diana Suganda, SpGK, menjelaskan bahwa stres sebenarnya dibutuhkan dalam kadar yang tepat. Menurutnya, tanpa adanya tekanan atau tantangan, seseorang cenderung terlalu nyaman di zona nyaman sehingga sulit berkembang.

Namun, stres positif dapat berubah menjadi stres negatif (Distress) jika tekanan yang dirasakan terlalu berat dan tidak dikelola dengan baik. Distress dapat memicu kecemasan, kelelahan, gangguan kesehatan mental, hingga menurunkan kualitas hidup.

Karena itu, penting untuk mengelola stres dengan cara yang sehat, seperti berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, serta mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Kemampuan mengelola stres tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Singkatnya, stres tidak selalu menjadi musuh. Jika dipahami dan dikelola dengan baik, Eustress dapat menjadi "bahan bakar" yang membantu seseorang bertumbuh, lebih tangguh menghadapi tantangan, dan mencapai potensi terbaik dalam hidup.

Nah lurrr, jangan-jangan yang selama ini bikin kita nggak berkembang bukan stresnya, tapi karena terlalu nyaman berada di zona nyaman? Kalian pernah nggak sih ngalamin stres karena kerjaan atau sekolah, tapi setelah dilewati malah bikin kalian jadi lebih kuat dan percaya diri?

Tulis tanggapanmu di kolom komentar ...




#

Selamat Hari Waisak. Menebar kasih, merawat kedamaian, dan menguatkan persaudaraan dalam keberagaman.
31/05/2026

Selamat Hari Waisak. Menebar kasih, merawat kedamaian, dan menguatkan persaudaraan dalam keberagaman.




Berbeda suku, agama, dan budaya. Tetap satu Indonesia, karena Pancasila adalah perekat bangsa.Yuk simak pembahasannya da...
31/05/2026

Berbeda suku, agama, dan budaya.
Tetap satu Indonesia, karena Pancasila
adalah perekat bangsa.

Yuk simak pembahasannya dalam :
Vodcast TVRI Bicara
Senin, 1 Juni 2026
Pukul 14.00 Wib
Hanya di TVRI Sumsel




Membangun generasi peduli tak cukup dengan kata-kata. Dibutuhkan aksi nyata melalui gerakan relawan yang menumbuhkan emp...
31/05/2026

Membangun generasi peduli tak cukup dengan kata-kata.
Dibutuhkan aksi nyata melalui gerakan relawan
yang menumbuhkan empati, kepedulian,
dan semangat berbagi untuk sesama.
Saksikan pembahasannya ,
dalam Dialog Menyongsong Indonesia Maju
Senin, Pukul 11.30 Wib
Hanya di TVRI Sumsel





31/05/2026

Satu langkah untukn Piala Dunia 2026!
Euforia "Bola Gembira" hadir dalam flashmob kreatif
persembahan keluarga besar TVRI Sumsel.

Karya koreografi yang lahir dari kreativitas, kolaborasi,
dan dedikasi pegawai TVRI Sumsel ini terwujud
berkat dukungan Kepala TVRI Sumsel, Eflianty Analisa.

Karena mimpi besar selalu dimulai
dari satu langkah bersama. 🇮🇩🔥





Address

Jalan Balap Sepeda Kampus POM IX
Palembang
30137

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TVRI Sumatera Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share