15/02/2026
“BU, CINCIN ITU SAMA SEPERTI PUNYA IBU SAYA” — SEORANG ANAK JALANAN MENGGUNCANG SEORANG SOSIALITA, DAN MEMBUKA RAHASIA YANG TERKUBUR SELAMA 13 TAHUN
Nama Nyonya Ratna Wijaya dikenal luas di seluruh Jakarta. Ia adalah pemilik jaringan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Kekayaannya tak terhitung, namun siapa pun yang menatap matanya akan melihat satu hal: kesedihan yang tak pernah benar-benar hilang.
Tak banyak yang tahu alasannya—kecuali sopir pribadinya yang telah setia menemaninya selama puluhan tahun.
Tiga belas tahun lalu, putri semata wayangnya menghilang dalam sebuah kasus perampokan mobil. Mobil itu ditemukan beberapa jam kemudian… tetapi bayi perempuan di dalamnya lenyap tanpa jejak.
Sejak hari itu, hidup Nyonya Ratna tak pernah sama.
Suatu sore, ia makan sendirian di sebuah restoran mewah dengan area terbuka di kawasan SCBD. Saat ia memotong steak-nya, seorang gadis kecil tiba-tiba mendekat.
Pakaiannya lusuh, tubuhnya kurus, dan di tangannya tergenggam beberapa tangkai melati.
“Bu… beli bunganya, ya… buat berobat ibu saya,” ucapnya pelan, hampir berbisik.
Petugas keamanan hendak mengusir gadis itu, namun Nyonya Ratna segera mengangkat tangan, menghentikannya. Entah kenapa, wajah anak itu membuat hatinya terasa nyeri.
Ia mengambil uang lima puluh ribu rupiah dari tasnya. Namun saat hendak menyerahkannya, ia menyadari sesuatu—mata gadis itu terpaku pada jarinya.
“Kenapa, Nak? Kamu lapar? Mau makan?” tanya Nyonya Ratna lembut.
Gadis itu menggeleng. Perlahan, ia menunjuk cincin di jari Nyonya Ratna—sebuah cincin emas tua berbentuk mawar dengan batu merah di tengahnya.
“Bu… cincin itu cantik sekali,” katanya polos.
“Sama persis seperti cincin ibu saya. Disimpannya di bawah bantal.”
Wajah Nyonya Ratna seketika pucat.
Garpu di tangannya terlepas, jatuh ke piring dan berbunyi nyaring—
KLANG.
Jantungnya berdegup tak terkendali.
Cincin itu… adalah satu-satunya benda yang ia berikan pada putrinya sebelum tragedi 13 tahun lalu.