11/09/2026
Kemenpar percepat pemulihan destinasi terdampak bencana
Jakarta, 11/9 (ANTARA) - Kementerian Pariwisata memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak bencana sekaligus memastikan keselamatan wisatawan dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.
"Bagi kami, prinsipnya jelas melindungi manusia terlebih dahulu, mempercepat pemulihan destinasi dan mata pencaharian masyarakat, menjaga kepercayaan wisatawan, serta membangun kembali dengan lebih aman dan tangguh," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Jakarta, Jumat.
Widiyanti menyampaikan upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, pengelola destinasi, asosiasi, pelaku industri, hingga masyarakat dalam menangani dampak bencana di sejumlah daerah.
Di kawasan Bromo-Tengger-Semeru, misalnya, Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan sebagai pengelola kawasan setelah kebakaran hutan menyebabkan aktivitas wisata ditutup.
Sementara itu, di Labuan Bajo dan wilayah Flores, Kementerian Pariwisata melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo dan Flores, asosiasi, serta pelaku industri setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo berdampak terhadap sektor pariwisata.
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kementerian Pariwisata juga mengambil langkah penanganan setelah kebakaran melanda Desa Adat Sade.
Berdasarkan data pada 27 Agustus 2026, sebanyak 75 hunian rusak total, 20 hunian lainnya terdampak di luar Dusun Sade, serta 11 tempat pertemuan dan berbagai fasilitas pendukung mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp33,84 miliar.
Pada penanganan jangka pendek, Kementerian Pariwisata memastikan kebutuhan dasar masyarakat melalui dukungan makanan dan logistik, dapur umum, penyembuhan trauma, bimbingan teknis, serta pemberdayaan pokdarwis.
Oleh Hreeloita Dharma Shanti
Editor : Siti Zulaikha