Beranda Habib

Beranda Habib Share Ilmu dan Info Majelis

Ngaji Bareng HabibHabib Ahmad Bin Alwi KaffAlumni Rubath Tarim-YamanKajian Kitab Sullamut TaufiqKarya Habib 'Abdullah bi...
08/08/2024

Ngaji Bareng Habib

Habib Ahmad Bin Alwi Kaff
Alumni Rubath Tarim-Yaman

Kajian Kitab Sullamut Taufiq
Karya Habib 'Abdullah bin Husayn bin Thohir Ba'alawi

MUSHOLA YAYASAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR

Tugu Mulyo Kp.1 Lempuing, OKI

Ngaji Bareng Habib Ahmad Bin Alwi Al KaffMajelis Anwarul Habib Besok Pagi Di Desa Tebing Suluh, OKI SumselAlamat Scan Qr...
06/07/2024

Ngaji Bareng Habib Ahmad Bin Alwi Al Kaff
Majelis Anwarul Habib

Besok Pagi Di Desa Tebing Suluh, OKI Sumsel

Alamat Scan Qrcode [Patokan SDN 1 Tebing Suluh, Pom Bensin Tebing Suluh]

Pasang Niat Yang Baik & Perbanyak Niat Saat Menghadiri Majelis 🤲

17/06/2024

Alm. Al Habib Anis Bin Alwi Bin Ali Al Habsyi (Solo)

Kami ucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1445✨️Teruslah berkorban dan berjuang untuk menggapai kedamaian dengan menjaga l...
17/06/2024

Kami ucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1445✨️

Teruslah berkorban dan berjuang untuk menggapai kedamaian dengan menjaga lisan dan telinga dari berucap dan mendengar sesuatu yang menjadi sebab saling bermusuhan.

15/06/2024

HAUL KH. MAIMOEN ZUBAIR (MBAH MOEN) | AL HABIB JINDAN BIN NOVEL BIN JINDAN | MEKKAH AL MUKAROMAH

وقال رضي الله عنه الحبيب الإمام القطب شيخ الإسلام عبد الله بن عمر الشاطري: Habib Abdulloh bin Umar asyatiry berkata( قال...
03/06/2024

وقال رضي الله عنه الحبيب الإمام القطب شيخ الإسلام عبد الله بن عمر الشاطري:

Habib Abdulloh bin Umar asyatiry berkata

( قال بعض المفسرين على قوله تعالى أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا أَتَهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ )
(سورة النساءآية ٥٤ ] ،

Berkata sebagian ahli tafsir mengenai ayat firman Allah

"Apakah mereka iri dengki kepada mereka yang diberikan karunia oleh Allah?"

أتدرون من هؤلاء الناس ؟ هم أهل البيت .

Tahukah anda siapa mereka(yang diberikan karunia oleh Allah)?

Mereka adalah ahli Bait

قال حكيم في زمن کسری آنوشروان :Berkata seorang bijak di masa kerajaan Anusyarwanمن يشتري ثلاث كلمات بألف دينار? فلم يبال...
03/06/2024

قال حكيم في زمن کسری آنوشروان :
Berkata seorang bijak di masa kerajaan Anusyarwan

من يشتري ثلاث كلمات بألف دينار? فلم يبال به الناس
حتى سمعه كسرى فقال له تعال وجهز له الألف

Siapa yang hendak membeli tiga kalimat dengan harga 1000 dinar?

Tidak ada satupun yang menghiraukannya sehingga sampai ke telinga raja' dan raja pun berkata" sini saya beli' rajapun memerintahkan bendaharnya untuk mempersiapkan uang 1000 dinar.

فقال الحكيم :
Orang bijak berkata
الأولى: لا خير في الناس.
Yang pertama:

*Manusia tidak ada baiknya*
الثانية: ولابد منهم.
Kedua:
*Harus bersama mereka*
الثالثة : فعش بينهم على هذين.
Ketiga:
*Hiduplah dengan mereka pada dua hal ini!*

فأعطاه كسرى الألف فقال الحكيم : لا أريدها
Rajapun memberinya 1000 dinar' orang bijak itu menolaknya dengan mengatakan

وإنما أريد أن أعرف من يقدر الحكمة.
*saya hanya kepingin tau saja' siapa yang menghargai ucapan hikmah!*

و قال رضى الله عنه عن فعل المعروف مع غير أهله :Beliau Habib Hasan bin Abdulloh Asyatiry berkata terkait berbuat baik kep...
03/06/2024

و قال رضى الله عنه عن فعل المعروف مع غير أهله :

Beliau Habib Hasan bin Abdulloh Asyatiry berkata terkait berbuat baik kepada orang yang bukan ahlinya

ومن يفعل المعروف مع غير أهله * جوزي كما جوزي مجير أم عامر
فأطعمها حتى إذا ما تمكنت * برته بأنياب لها و أضافر

Siapa yang berbuat baik kepada orang yang bukan ahlinya

Seperti orang yang melihara beruang dari kecil begitu besar maka beruang itu akan membalasnya dengan taring dan cakarnya

و قال رضي الله عنه :Beliau Habib Hasan bin Abdulloh asyatiry berkata.إن مدحت الخمول نبهت * أقواماً فسابقوني إليه* هو قد ...
03/06/2024

و قال رضي الله عنه :
Beliau Habib Hasan bin Abdulloh asyatiry berkata.

إن مدحت الخمول نبهت *
أقواماً فسابقوني إليه*
هو قد دلني على لذة العيش* فمالي أدل غيري عليه*

"Jika aku memuji sifat khumul saya teringat"

"Kaum kaum yg telah lebih dulu dari saya' mereka saling berlomba untuk mencapainya.

"Khumul telah menunjukkan kepadaku pada kelezatan/keni'matan hidup

"Maka tidak ada bagiku yang lebih menunjukkan jalan dari *Khumul*

و قال رضي الله عنه عن تفضيل أب التربية على أب النسب :

Beliau juga berkata terkait bapak jasmani dan bapak ruh/pendidik

فأب الأرواح خير أب لا أب الأجساد والنطف

"Bapak ruh/pendidik lebih baik daripada bapak jasab dan juga bapak nasab.

و قال رضي الله عنه في الحث على زيارة القبور :Beliau Habib Hasan bin Abdulloh Asyatiry berkata terkait anjuran ziarah kub...
03/06/2024

و قال رضي الله عنه في الحث على زيارة القبور :

Beliau Habib Hasan bin Abdulloh Asyatiry berkata terkait anjuran ziarah kuburan

إذا تحيرتم في الأمور فعليكم بزيارة القبور.

Jika kamu bingung dengan banyak nya masalah maka hendaknya kamu ziarah ke makan orang orang soleh.

و قال رضي الله عنه عن القبب التي توضع على قبور بعض الصالحين :
Beliau Habib Hasan bin Abdulloh Asyatiry berkata terkait qubbah yang dibuat diatas kuburan orang orang soleh

القبب لا ينتفع بها أصحاب القبور من كان في ظل ممدود لا يحتاج إلى ظل القبة والعود.

"Bagi ahli kubur yang berada didalam naungan Allah Qubbah tidaklah manfaat baginya kerena mereka sudah berada dalam naungan Allah.

و قال رضي الله عنه عن التصوف :

Beliau berkata terkait tasawwuf

ما التصوف بعكازه ولا حمل ركوة.

"Tasawwuf bukanlah dengan membawa tongkat dan juga ketel kopi/bejana yang terbuat dari kulit.

KISAH TRAGIS SANTRI YANG HAFAL KITAB TUHFATUL MUHTAJ YANG JADI PENJUAL ARANG الأدب قبل العلم Dahulukan ahlak sebelum ilm...
03/06/2024

KISAH TRAGIS SANTRI YANG HAFAL KITAB TUHFATUL MUHTAJ YANG JADI PENJUAL ARANG

الأدب قبل العلم
Dahulukan ahlak sebelum ilmu
بالأدب تفهم العلم
Dengan ahlaklah kamu bisa memahami ilmu

Pada kesempatan kali ini kita akan menceritakan tentang kisah tragis dari seorang santri yang sangat pandai namun ia tidak memiliki Etika kepada gurunya sendiri.

Kisah ini kita dapatkan dari guru kita Syidi Syeikh Muhammad bin Ali Ba’atiyah beliau dari gurunya Al Allamah Al Habib Abdullah bin Shodiq Al Habsyi, beliau dari gurunya Al Allamah Al Habib Abdullah bin Umar As Syatiri sekaligus beliau tokoh yang dimaksud dalam cerita ini.

Dikisahkan di Tarim Yaman terdapat suatu pesantren yang bernama “Rubath Tarim”, pesantren ini telah melahirkan puluhan ribu Ulama’ yang tersebar diseluruh dunia. disana para santri diajarkan berbagai macam ilmu, khususnya spesifikasi Ilmu Fiqh sebagai keunggulannya.

Di pesantren itu p**a ada seorang santri anggap saja namanya “Fulan”, si Fulan ini merupakan seorang santri yang menetab 13 tahun bersama habib abdullah bin umar as syatiri dan sangat cerdas, kuat hafalannya, tangkas dan rajin hingga dikatakan bahwa ia menjadi santri yang sudah mencapai derajat M***i saking pintarnya. ia juga hafal semua mas’alah fiqhiyah yang terdapat dalam kitab “Tuhtatul Muhtaj” sebuah kitab yang tebalnya 10 jilid cetakan darud diyak atau 4 jilid cetakan darul kutub ilmiyah.

Kesehariannya di pesantren, si Fulan ini disukai oleh teman temannya sebab ia dibutuhkan oleh rekannya untuk menjelaskan pelajaran yang belum difahami serta mengajar kitab kitab lainnya. 13 tahun menjadi santri Rubath Tarim tentu saja hampir dipastikan kapasitasnya ia termasuk Ulama’ besar.

Namanya pun tersohor hingga keluar pesantren bahwa ia termasuk calon Ulama besar yang akan muncul berikutnya.

Hingga akhirnya Syetan mengelabuhi si fulan, iapun merasa orang yang paling Alim, bahkan ia merasa kualitas dirinya sejajar dengan kealiman guru besarnya. Tidak cukup sampai disitu, kesombongan itu berlanjut hingga ia berani memanggil gurunya dengan namanya saja; “Ya Abdullah / Duhai Abdullah”!!!. Dimata para Ahli ilmu hal ini sungguh ini tindakan yang sangat sangat tercela dan kesombongan yang nyata.
قال سيدي الشيخ محمد بن علي باعطية الدوعني:
من نادى شيخه باسمه لم يمت حتى يذوق الفقر المعنوي من العلم

Barang siapa ya memangil gurunya dengan sebutan namanya langsung (tidak mengagungkannya ketika memanggil ) maka dia tak akan meninggal kecuali sudah merasakan hidup yang faqir baik dalam ilmu maupun material.

Melihat kesombongan si fulan, Al Habib Abdullah As Syatiri sabar dan memilih diam saja. Syidi Syeikh Muhammad bin Ali Ba’atiyah mengatakan; “Diamnya seorang guru saat muridnya tidak sopan pada gurunya tetap akan mendapatkan Adzab dari Allah s.w.t.”

Kesombongan itupun berlanjut, si fulan pada suatu hari akan keluar dari Rubath Tarim untuk menuju kota Mukalla untuk berdakwah. Iapun keluar dari pesantren begitu saja tanpa izin kepada Al Habib Abdullah As Syatiri, hingga pada saat “Madras Ribath” sebutan untuk pengajian rutinan di rubath tarim, Habib Abdullah menanyakan perihal keberadaan si fulan yang biasanya duduk di depan namun tidak Nampak kelihatan;

“kemanakah si fulan???”, sebagian murid yang mengetahui menjawab “si fulan sedang berdakwah ke kota Mukalla”, habib berkata “apakah dia izin kepadaku??”, sontak murid yang lain diam saja. Dan Habib Abdullah kemudian berkata “baiklah, kalau begitu biarkan si fulan pergi akan tetapi ilmunya tetap disini!!!.”

Di sisi lain di kota Mukalla Yaman, para ahli ilmu dan tholib ilim dan para pecinta habib abdullah as syatiri yang mendengar bahwa si fulan santri senior rubath tarim akan mengisi ceramah di Masjid Baumar mukalla kodim merekapun berbondong-bondong datang, mereka pun mempersilahkan si fulan untuk memberikan ceramahnya.

Si fulan naik kemimbar dan memulai isi ceramahnya, ia memulai dengan basmalah, hamdalah, sholawat kepada nabi amma ba’du.

Kemudian ia membaca sebuah ayat
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون(٥٦) وما أريد منهم من رزق وما أريد أن يطعمون (٥٧) إن الله هو الرزاق ذو القوت المتين (٥٨) سورة الذاريات

Dan ingin menjelaskan ayat ini. namun ternyata dia terdiam seperti kayu yang berdiri tegak dan kebingungan tak mampu berbicara menjelaskan ayat tersebut .

Hingga dia duduk lima menit dia terdiam dihadapan jama’ah di hadapannya dia menoleh ke jama'ah dan mereka juga memandang si fulan . Hingga akhirnya dia duduk menangis karena semua ilmu yang pernah ia hafal hilang seketika.

Bahkan kitab kecil safinatun najah tak hafal satu kalimat pun apa lagi kitab tuhfah yg awalnya telah di hafal .

Ketika di ribat bagaikan unta yg sangat bagus mahal hargaya karena mempunyai keistimewaan dan kelebihan sendiri .

Jama’ah yang melihatnya kaget melihat hal itu, salah satu ahli ilmu di kota Mukalla yaitu habib abdullah sodiq al habsyi yg mana beliau pernah mondok mencari ilmu d ribat tarim slama 9tahun beliau mengerti bahwa pasti ada sesuatu yang tidak beres dari si fulan.

Kemudian datanglah khobar bahwasanya si fulan telah isa'atul adab ( berbuat kurang baik terhadab gurunya ) Ia pun bertanya pada si fulan, setelah mendengar penjelasannya, si ahli ilmu menasehati agar ia (si fulan) minta maaf pada sang maha guru.

Memang sudah dikuasai oleh syetan, iapun enggan untuk tawadlu’ dan minta maaf pada sang guru.

Hidupnya pun bertambah tragis, ilmunya sudah hilang dan tanpa ada keluarga yang mau menerimanya tanpa teman yang peduli pada nasibnya. Hingga ia hidup dalam keadaan sangat miskin di pinggiran kota Mukalla dan sehari hari menjadi penjual Arang di toko area pasar.

Hingga akhir hayatnya ia hidup dalam keadaan miskin bahkan untuk sebuah kafan pun ia tak punya dan di beri sedekah oleh ahlul khoir yang dermawan. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Dan salah satu yang merawat jenazahnya dan memberi sumbangan kain kaffan dan pengurusan jenazah beliau habib abdullah sodiq al habsyi .

Dari kisah ini mari kita semua perbaiki etika kita kepada guru kita dan kepada siapapun disekitar kita meskipun kita sudah memiliki ilmu yang banyak. Begitu p**a mari kita saling Tawadlu’, merendahkan diri dan menjaga dari kesombongan yang bisa menghancurkan diri kita sendiri.

PESAN HIKMAH DARI CERITA DI ATAS :

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki berkata :

أغضب من الطالب الذی لا یحترم أستاذه ولوکان الأستاذ صاحبه

“Aku murka terhadap penuntut (ilmu) yang tidak menghormati ustadznya, meskipun ustadz tersebut adalah temannya sendiri”.

Imam Nawawi berkata :

ینبغی للمتعلم ان یتواضع لمعلمه ویتأدب معه وإن کان أصغر منه سنا وأقل شھرة ونسبا وصلاحا ؛ لتواضعه یدرک العلم

“Seyogyanya bagi seorang pelajar tawadlu’ (rendah hati) kepada gurunya dan menjaga tata krama ketika bersamanya, meskipun gurunya tersebut lebih muda, tidak begitu terkenal, nasabnya lebih rendah dan (mungkin) keshalehannya kalah dengan muridnya. Dengan tawadlu’ (rendah hati), niscaya ilmu akan ia dapatkan”.

Beliau juga berkata :

عقوق الوالدین تمحوه التوبة وعقوق الأستاذین لا یمحوه شیئ ألبتة

“Dosa durhaka kepada kedua orang tua bisa dihapus dengan bertaubat, sedangkan dosa durhaka kepada guru sedikitpun tidak akan bisa dihapus”

Al-habib ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad berkata :

وأضر شیئ علی المرید تغیر قلب الشیخ علیه، ولو اجتمع علی إصلاحه بعد ذلك مشایخ المشرق والمغرب لم یستطیعه إلا أن یرضي عنه شیخه

“Yang paling berbahaya bagi seorang murid adalah berubahnya hati guru kepada muridnya (dari yang semula ridlo menjadi murka). Andai saja semua guru dari timur dan barat berkumpul untuk memperbaiki keadaan si murid tersebut, maka mereka tidak akan mampu kecuali gurunya tersebut telah ridho kepadanya”.

Perkataan-perkataan di atas sebagai bahan renungan bagi kita semua yang notabene masih berstatus murid. Jika kebetulan kita sebagai guru, maka jangan sekali-kali kita berharap untuk dihormati.

Semoga kita semua bisa benar-benar berbakti kepada guru-guru kita dan semoga kita mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat, baik di dunia maupun di akhirat.

Address

Palembang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Beranda Habib posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Beranda Habib:

Share

Category

Beranda Habib

Beranda Habib - Sebuah tempat untuk share Ilmu dan Info Majelis Seluruh Nusantara