24/12/2025
Gadis Ji alias A, karyawati salah satu showroom mobil di Kota Palopo, mengaku ditipu pacarnya, pria bernama Andika hingga terlibat kasus aborsi.
Termasuk saat diberi obat penggugur, gadis ini mengaku jika tidak mengetahui jika obat tersebut untuk menggugurkan kandungannya yang sudah memasuki bulan keenam.
“Saya kira obat itu obat sakit kepala, karena saat itu saya sakit kepala,” kata Ji saat diinterogasi polisi di Mapolres Palopo, termasuk di hadapan sanak keluarganya.
Ji menceritakan, saat itu dirinya tengah berada di Latuppa bersama teman-teman kantornya. Siang harinya, Ji merasakan sakit kepala sehingga dia menelpon Andika, pacarnya. Beberapa saat kemudian, Andika menemui Ji di Latuppa.
Saat itu, Andika membawakan obat kepada Ji. “Saya diberi obat, katanya obat sakit kepala. Dia minta saya meminum obat itu. Saya sama sekali tidak tau kalau itu obat menggugurkan kandungan,” kata Ji.
Sebelum memberikan obat tersebut, Andika masih sempat menanyakan kehamilannya. Termasuk Andika berjanji akan menikahi Ji. “Tetapi beberapa jam kemudian, sekitar jam 16:00 Wita, sore harinya setelah minum obat, mendadak tubuh saya keringat dingin.
Saya kemudian meminta teman saya menelpon Andika untuk menjemput saya. Kemudian Andika menjemput saya di Latuppa dan membawa saya ke kosnya di Jalan Merdeka Palopo,” kata Ji.
Di kos Andika, kondisi Ji bukannya membaik, malah semakin dropp. Singkat kisah, Andika kemudian membawa Ji ke RS Atmedika Palopo. Tiba di RS yang berada di Jalan Andi Djemma Palopo ini, tiba-tiba Ji merasa hendak buang air kecil.
Dia kemudian masuk ke toilet. Nah, saat berada didalam toilet, Ji melahirkan bayinya.
“Bayi saya sempat dirawat dua hari dalam inkubator. Namun meninggal dunia.
Jenazah bayi saya kemudian dibawa ke Belopa di rumah orangtua dia (Andika). Disana dimakamkan,” kata Ji, seraya mengatakan, keluarga Andika menyampaikan kepada warga setempat kalau Ji dan Andika telah menikah di Palopo.
Beberapa saat kemudian, Ji menuntut Andika bertanggungjawab untuk menikahinya. Namun janji untuk menikahi Ji ternyata hanya janji belaka sehingga Ji melaporkan Andika ke polisi.
Baca selengkapnya:
https: koranseruya.com