Palopo Media

Palopo Media 🔍 Media Berbagi Informasi Kejadian, Loker, dan Tempat Menarik Seputar Palopo dan Luwu Raya.

16/02/2026

Diduga Dipicu Perselingkuhan, Seorang Perempuan Disiram Air Cabai dan Digunduli di Belopa
Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap seorang perempuan di wilayah Belopa viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh persoalan perselingkuhan yang melibatkan korban.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang perempuan diduga menjadi korban kekerasan oleh beberapa orang. Korban tampak disiram air yang dicampur cabai (air lombok) serta rambutnya digunduli di lokasi kejadian. Sejumlah warga berada di sekitar tempat kejadian dan menyaksikan peristiwa tersebut.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka sebagai tersangka ...
27/01/2026

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan yang dilaporkan sejumlah warga di Sulsel.

25/01/2026

Musibah kebakaran terjadi pada waktu subuh di Jalan Poros Songka, tepatnya di ujung Jalur 2. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

24/01/2026

situasi sampoddo saat ini

23/01/2026

perbatasan wajo-luwu

22/01/2026

Provinsi Luwu Raya Harga Mati !!!!

Warga di sekitar Pelabuhan Ulo-ulo Belopa, Kota Belopa, Kabupaten Luwu, gempar setelah salah seorang warga setempat mene...
27/12/2025

Warga di sekitar Pelabuhan Ulo-ulo Belopa, Kota Belopa, Kabupaten Luwu, gempar setelah salah seorang warga setempat menemukan sosok mayat, Sabtu pagi, 27 Desember 2025, pukul 07:48 Wita.
Tak jauh dari mayat korban, ditemukan p**a sepeda motor diduga milik lorban.

Polisi mendatangi lokasi penemuan mayat yang belakangan diketahui korban adalah warga Balabatu, Kecamatan Bajo.
Korban dikenal bekerja sebagai pelaut. “Korban adalah bapak Siva alias Bapak Riska, warga Balabatu,” kata salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Tinar, warga yang pertama kali melihat mayat korban bersama sepeda motornya, mengatakan, pada hari Sabtu tanggal 27 Desember 2025, sekitar pukul 07:48 wita, dia melihat mayat mengapung dalam air di pinggir pelabuhan.

“Ada motor dekat mayat itu. Kondisi mayat mengapung dekat motor,” kata Tinar.

Petugas Kepolisina dari Polsek Belopa dan Polairud Belopa tiba di lokasi penemuan mayat korban. Selanjutnya mayat korban dievakuasi ke RSUD Batara Guru Belopa.

Mencuat dugaan korban terjatuh masuk laut saat mengendarai sepeda motornya di Pelabuhan Ulo-ulo.

Kasatreskrim Polres Luwu, Iptu Muh. Ibnu Robbani menjelaskan, jenazah korban sudah diserahkan ke keluarganya di Balabatu.

Dari penyelidikan polisi, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan di jasad korban.

Baca Selengkapnya:
https://koranseruya.com/innalillahi-pelaut-asal-balabatu-bajo-ditemukan-meningal-di-pelabuhan-ulo-ulo-diduga-tercebur-ke-laut.html

Gadis Ji alias A, karyawati salah satu showroom mobil di Kota Palopo, mengaku ditipu pacarnya, pria bernama Andika hingg...
24/12/2025

Gadis Ji alias A, karyawati salah satu showroom mobil di Kota Palopo, mengaku ditipu pacarnya, pria bernama Andika hingga terlibat kasus aborsi.

Termasuk saat diberi obat penggugur, gadis ini mengaku jika tidak mengetahui jika obat tersebut untuk menggugurkan kandungannya yang sudah memasuki bulan keenam.

“Saya kira obat itu obat sakit kepala, karena saat itu saya sakit kepala,” kata Ji saat diinterogasi polisi di Mapolres Palopo, termasuk di hadapan sanak keluarganya.

Ji menceritakan, saat itu dirinya tengah berada di Latuppa bersama teman-teman kantornya. Siang harinya, Ji merasakan sakit kepala sehingga dia menelpon Andika, pacarnya. Beberapa saat kemudian, Andika menemui Ji di Latuppa.

Saat itu, Andika membawakan obat kepada Ji. “Saya diberi obat, katanya obat sakit kepala. Dia minta saya meminum obat itu. Saya sama sekali tidak tau kalau itu obat menggugurkan kandungan,” kata Ji.

Sebelum memberikan obat tersebut, Andika masih sempat menanyakan kehamilannya. Termasuk Andika berjanji akan menikahi Ji. “Tetapi beberapa jam kemudian, sekitar jam 16:00 Wita, sore harinya setelah minum obat, mendadak tubuh saya keringat dingin.

Saya kemudian meminta teman saya menelpon Andika untuk menjemput saya. Kemudian Andika menjemput saya di Latuppa dan membawa saya ke kosnya di Jalan Merdeka Palopo,” kata Ji.

Di kos Andika, kondisi Ji bukannya membaik, malah semakin dropp. Singkat kisah, Andika kemudian membawa Ji ke RS Atmedika Palopo. Tiba di RS yang berada di Jalan Andi Djemma Palopo ini, tiba-tiba Ji merasa hendak buang air kecil.

Dia kemudian masuk ke toilet. Nah, saat berada didalam toilet, Ji melahirkan bayinya.
“Bayi saya sempat dirawat dua hari dalam inkubator. Namun meninggal dunia.

Jenazah bayi saya kemudian dibawa ke Belopa di rumah orangtua dia (Andika). Disana dimakamkan,” kata Ji, seraya mengatakan, keluarga Andika menyampaikan kepada warga setempat kalau Ji dan Andika telah menikah di Palopo.

Beberapa saat kemudian, Ji menuntut Andika bertanggungjawab untuk menikahinya. Namun janji untuk menikahi Ji ternyata hanya janji belaka sehingga Ji melaporkan Andika ke polisi.

Baca selengkapnya:
https: koranseruya.com

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Sahrir, menegaskan penyelidikan dugaan tindak pidana aborsi tetap berjalan meski lapor...
23/12/2025

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Sahrir, menegaskan penyelidikan dugaan tindak pidana aborsi tetap berjalan meski laporan awal sempat dicabut oleh pelapor.

Perkara tersebut mencuat setelah seorang perempuan berinisial J mendatangi kepolisian pada Oktober lalu untuk meminta pertanggungjawaban seorang pria berinisial AD (34).

Beberapa hari berselang, perempuan tersebut kembali ke Polres Palopo dan mengajukan pencabutan laporan.

Namun menurut Sahrir, pencabutan itu tidak menghentikan proses hukum terkait dugaan aborsi.

“Pencabutan laporan kami kesampingkan karena itu kami nilai sebagai perkara lain, kemungkinan berkaitan dengan permintaan pertanggungjawaban,” kata Sahrir, Senin (22/12/2025).

Ia menyebut ada dugaan telah terjadi kesepakatan antara perempuan J dan AD yang dilaporkan, sehingga laporan sebelumnya dicabut.

Kendati demikian, polisi memisahkan persoalan tersebut dari dugaan tindak pidana aborsi.

“Untuk dugaan aborsi, penyelidikan tetap kami lanjutkan. Perkara ini berdiri sendiri dan tidak bergantung pada pencabutan laporan sebelumnya,” ujarnya.

Sahrir mengungkapkan, penyidik telah memeriksa dua orang saksi terkait dugaan aborsi tersebut.

Selain itu, kepolisian juga telah menerima laporan baru.

“Laporan dugaan aborsi itu dibuat oleh orang tua dari perempuan berinisial J,” kata dia.

Dalam waktu dekat, polisi akan memanggil pihak terlapor untuk dimintai keterangan.
Jika panggilan tersebut tidak diindahkan, aparat menyiapkan langkah hukum lanjutan.

“Apabila terlapor tidak memenuhi panggilan, kami akan melakukan penjemputan secara paksa sesuai ketentuan hukum,” ujar Sahrir.

Baca selengkapnya:
https://tekape.co/polisi-tetap-selidiki-dugaan-aborsi-di-palopo-meski-laporan-awal-dicabut/

Address

Jalan Andi Mappanyompa, Salekoe, Wara Timur
Palopo

Telephone

+6289516208661

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Palopo Media posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Palopo Media:

Share