Zainal Saleh

Zainal Saleh Kreator Digital Muda Indonesia

09/06/2026

Doakan yang kamu kerjakan dan kerjakan yang kamu doakan

16/05/2026

Ghania katanya mau beli pasta gigi, meskipun kenyataanya masih ada lain😁
ā¤ļø

15/05/2026

Menemani Ghassan yang katanya mau beli sayur...😁

14/05/2026

ā€œApril bukan tentang seberapa sibuk kita… tapi seberapa banyak momen yang berhasil kita peluk šŸŒŠāœØā€
Di bulan ini, kami tidak selalu pergi jauh, tidak selalu merencanakan hal besar. Tapi justru dari hal-hal sederhana—bermain di pantai, tertawa tanpa alasan, menemani langkah kecil anak-anak—semuanya terasa begitu penuh makna.
Melihat mereka berlari di tepi ombak, menggenggam tangan istri, bercengkrama dengan keluarga… rasanya seperti diingatkan lagi:
bahwa kebahagiaan itu tidak harus rumit.
April mengajarkan satu hal,
waktu terus berjalan… dan anak-anak pun tumbuh tanpa kita sadari.
Yang bisa kita lakukan hanyalah hadir, menikmati, dan mengabadikan setiap detiknya.
Karena suatu hari nanti,
momen sederhana ini akan jadi cerita yang paling kita rindukan ā¤ļø
Terima kasih April, untuk tawa, cerita, dan kenangan yang tak tergantikan.

13/05/2026

ā€œDulu cuma jejak kaki kecil… sekarang jadi jejak kenangan yang lebih besar šŸŒ…ā€
Dulu, di pantai ini… aku dan saudara-saudara hanya anak-anak yang berlarian tanpa beban. Tertawa lepas, main pasir, kejar ombak, sampai lupa waktu saat matahari mulai tenggelam.
Hari ini, aku kembali…
Bukan lagi sebagai anak kecil, tapi sebagai orang tua.
Di tempat yang sama, dengan cerita yang berbeda.
Kini aku menggandeng tangan anak-anak, ditemani istri, sepupu, dan keluarga. Suara tawa itu masih sama… hanya saja, kini lebih ramai, lebih hangat, dan lebih berarti.
Kami duduk di pasir, bermain, bercanda, menikmati senja yang perlahan turun—seolah mengingatkan bahwa waktu memang berjalan… tapi kenangan selalu punya cara untuk tinggal.
Dan di momen ini aku sadar,
tempat boleh sama… tapi kebahagiaan tumbuh semakin luas bersama orang-orang yang kita sayang ā¤ļø
Karena sejatinya, yang kita cari bukan hanya sunset… tapi siapa yang ada di samping kita saat menikmatinya.

12/05/2026

ā€œDari takut kena ombak… jadi nggak mau pulang dari pantai šŸŒŠšŸ„¹ā¤ļøā€
Hari ini jadi momen pertama Ghania & Ghassan benar-benar main air di pantai. Awalnya ragu, pegang tangan erat, sedikit takut tiap ombak datang. Tapi perlahan… tawa mulai pecah, langkah makin berani, dan rasa takut berubah jadi bahagia.
Di bawah langit biru dan pantai yang masih asri, mereka belajar satu hal sederhana: kadang yang kita takutkan… justru jadi kenangan paling menyenangkan.
Melihat mereka tertawa lepas di antara deburan ombak, rasanya hati ikut penuh. Karena ternyata, kebahagiaan anak-anak itu sesederhana bermain air… dan bagi kita, itu jadi momen yang tak ternilai šŸ¤
Semoga tawa hari ini jadi cerita yang mereka ingat sampai besar nanti.

11/05/2026

ā€œTempat ini dulu jadi saksi masa kecil kami… sekarang jadi tempat anak-anak kami tertawa šŸŒ…ā¤ļøā€
Dulu, aku dan saudara-saudaraku berlari di pasir ini, bermain air tanpa lelah, menunggu senja pulang dengan hati penuh bahagia. Waktu berlalu… dan hari ini kami kembali, tapi dengan cerita yang lebih lengkap.
Bersama istri, saudara, ipar, keponakan, dan anak-anak, kami mengulang kenangan yang sama—berlari di tepian air, tertawa lepas, menikmati hangatnya sunset yang seolah tak pernah berubah.
Ada rasa haru saat melihat anak-anak bermain di tempat yang dulu menjadi dunia kecil kami. Seakan waktu berputar, tapi dengan versi yang lebih indah.
Karena ternyata, kebahagiaan itu sederhana… mengulang kenangan lama, bersama orang-orang yang kita cintai sekarang šŸ¤

10/05/2026

ā€œWaktu terus berjalan… tapi rindu ini selalu menemukan jalan pulang šŸ¤ā€
Dulu, aku datang ke sini hanya bersama orang-orang yang kini justru telah lebih dulu pergi. Hari ini, aku kembali… tapi dengan cerita yang berbeda. Bersama anak-anak, istri, dan keluarga yang semakin bertambah, kami berdiri di tempat yang sama—mengenang, merawat, dan mendoakan.
Ada tangan-tangan kecil yang mulai belajar menyiram air, ada mata yang penasaran, dan ada hati yang perlahan memahami arti kehilangan. Di sini, kami tidak hanya ziarah… tapi juga belajar tentang cinta yang tak pernah benar-benar pergi.
Di antara doa-doa yang kami panjatkan, terselip harapan—semoga mereka yang telah mendahului diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga kami yang masih diberi waktu bisa terus menjaga silaturahmi ini.
Karena sejatinya, ziarah bukan hanya tentang yang telah tiada… tapi juga tentang mengingat, menghargai, dan melanjutkan cinta yang mereka tinggalkan 🤲

09/05/2026

ā€œSuatu hari nanti… kita juga akan pulang ke sini.ā€
Setiap tahun, saat kaki ini kembali menginjak kampung halaman, ada satu tempat yang selalu kami datangi lebih dulu—bukan rumah, bukan tempat wisata, tapi tempat penuh kenangan dan doa.
Bersama adik, kami membersihkan pekuburan keluarga. Menyapu daun-daun kering, merapikan tanah, dan mencabut rumput liar yang tumbuh diam-diam. Rutinitas sederhana… tapi punya makna yang dalam.
Dari kecil, kami sudah melakukan ini. Dulu mungkin hanya ikut-ikutan. Sekarang, kami mulai mengerti—bahwa ini bukan sekadar membersihkan, tapi bentuk cinta yang masih kami kirimkan untuk mereka yang telah lebih dulu pergi.
Di sela-sela itu, kami ngobrol. Tentang hidup, tentang kenangan, bahkan sesekali bercanda seperti dulu. Tawa kecil di antara sunyi… seolah menghidupkan kembali cerita-cerita lama.
Dan di akhir, kami selalu menengadahkan tangan…
mendoakan agar mereka dilapangkan kuburnya, diterangi, dan ditempatkan di sisi terbaik-Nya.
Karena sejauh apa pun kita melangkah, pada akhirnya… kita semua akan kembali.
šŸ¤ Jangan lupa doakan orang tua dan keluarga kita yang telah lebih dulu berpulang hari ini.

08/05/2026

ā€œTempat kecil ini bukan sekadar kebun… tapi mesin waktu yang bawa aku pulang ke masa kecil šŸŒæāœØā€
Dulu, di sungai kecil ini aku mandi, main air, dan tertawa tanpa beban. Sekarang, aku kembali… tapi dengan cerita yang berbeda. Bersama istri dan anak-anak, aku mengenalkan mereka pada tempat yang pernah jadi dunia kecilku ā¤ļø
Di tengah kebun yang asri, dikelilingi pohon durian, mangga, langsat, dan buah-buah lainnya, kami piknik sederhana—makan bekal, minum kelapa muda, nyemil kedondong, sambil dengar suara alam yang menenangkan šŸƒšŸ„„
Dan yang paling hangat… melihat anak-anak tertawa dan bermain di sungai yang sama seperti dulu aku pernah lakukan.
Kadang, bahagia itu sesederhana kembali ke tempat lama… tapi dengan orang-orang yang baru kita cintai šŸ¤

Address

Palu

Telephone

+6282310333376

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Zainal Saleh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share