26/07/2026
Bagi banyak anak muda Sulawesi Tengah, bekerja di kawasan industri IMIP bukan sekadar mencari penghasilan. Itu adalah harapan untuk membantu keluarga, membangun masa depan, dan ikut merasakan manfaat dari besarnya investasi yang hadir di tanah mereka sendiri.
Namun, di balik harapan itu, masih ada keluhan yang terus bermunculan. Banyak calon pekerja mengaku gagal dalam proses Medical Check Up (MCU) beberapa tahun lalu. Setelah dinyatakan tidak lolos, nama mereka masuk dalam sistem sehingga tidak lagi dapat melanjutkan proses rekrutmen.
Yang menjadi pertanyaan, apakah hasil MCU beberapa tahun yang lalu harus selamanya menjadi penentu masa depan seseorang? Bukankah kondisi kesehatan seseorang dapat berubah seiring waktu?
Tidak sedikit peserta yang kemudian berinisiatif melakukan MCU secara mandiri di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain. Hasilnya menunjukkan kondisi kesehatan mereka sudah baik dan layak bekerja. Sayangnya, kesempatan itu tetap belum terbuka karena data di sistem masih menunjukkan status lama.
Situasi ini membuat para pelamar merasa kehilangan kesempatan untuk membuktikan diri. Mereka bukan meminta perlakuan khusus, melainkan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi kembali dengan penilaian berdasarkan kondisi kesehatan mereka saat ini.
Sudah saatnya sistem rekrutmen dievaluasi agar lebih adaptif dan memberikan ruang bagi mereka yang telah memperbaiki kondisi kesehatannya. Kesempatan kedua bukan berarti mengabaikan standar kesehatan kerja, tetapi memberikan penilaian yang lebih adil berdasarkan kondisi terbaru.
Harapannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama instansi terkait dapat meninjau kembali mekanisme rekrutmen melalui Dinas Tenaga Kerja, sehingga putra-putri daerah yang memenuhi syarat saat ini tetap memiliki peluang untuk bekerja di kawasan IMIP.
Pembangunan yang besar akan terasa lebih bermakna apabila manfaatnya juga benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat, Sebab, di balik setiap berkas lamaran, ada harapan, ada keluarga yang menanti, dan ada anak-anak daerah yang ingin ikut membangun masa depan di tanah kelahirannya sendiri.