Netizen Journalism

Netizen Journalism everybody is a journalis

Kaos kaki paling bergizi
11/04/2026

Kaos kaki paling bergizi

Selama hampir 40 tahun tembakau Madura banyak terserap pabrik pabrik besar. Periode 90an hingga awal 2000 nasib petani m...
11/04/2026

Selama hampir 40 tahun tembakau Madura banyak terserap pabrik pabrik besar. Periode 90an hingga awal 2000 nasib petani masih menggantungkan harga pada pabrik. Satu-satunya agar bisa terserap lagi melalui tengkulak.

Kesuksesan petani tembakau Madura era 90 memang dianggap kisah paling manis. Karena harga sangat menguntungkan bagi petani. Tidak heran nasib petani era 90an sangat makmur, bahkan untuk sekedar beli motor (barang mewah saat itu) sudah biasa.

Tetapi mendekati era awal 2005 nasib keemasan petani kian suram. Harga tembakau banyak tidak terserap karena beberapa alasan. Salah satunya stok melimpah dan kualitas dianggap tidak memenuhi standar pasar. Mau tidak mau petani terpaksa jual rugi.

Puncaknya memasuki tahun 2020. Harga tembakau anjlok parah, petani mulai enggan menanam kembali lagi tembakau. Pasar memonopoli (mengatur harganya sendiri) melalui dua cara. Dua tahun tidak membeli setahun membeli tembakau. Teknik seperti ini membuat petani enggan menanam, karena pasar dianggap tidak stabil dan cenderung memainkan rakyat kecil seperti halnya petani.

FYI, masyarakat Madura secara umum sangat bergantung pada hasil bumi tembakau. Kondisi ini juga mempengaruhi nasib orang tua yang anaknya sedang mengenyam pendidikan di pesantren. Banyak wali santri kebingungan karena hasil bumi tembakau sudah tidak bisa diandalkan karena pasar tembakau sudah tidak bisa diharapkan.

Kabar ini sampai ke pimpinan pondok pesantren Alhamidy Banyuanyar Pemekasan, KH. Rofi'ie Baidhowi. Pada 2022, beliau memanggil pengusaha tembakau Pamekasan, Khairul Umam (Haji Her). Ia mendiskusikan nasib petani tembakau Madura. Karena nasib petani tembakau Madura sudah tidak bisa lagi berharap ke pemerintah.

Beliau menyampaikan, harus ada solusi agar tembakau Madura terserap dengan harga wajar. Harga tembakau yang di monopoli pabrik pasar sangat merugikan petani.

Khairul Umam atau Haji Her mengusulkan agar mengumpulkan uang terlebih dahulu. KH. Rofi'ie Baidhowi menyetujui usulan ini. Hampir pendanaan yang dibutuhkan dikumpulkan berasal dari aliansi pesantren serta beberapa modal pinjaman dan pengusaha.

Total dana yang terkumpul mencapai 3.100.000.000 (miliar). Hasilnya, lebih dari 60 ton tembakau terserap. Hasil dari keuntungan ini juga berimbas pada pembangunan pendidikan, madrasah dan masjid diperbaiki.

"Dana yang awalnya sekitar 3 miliar 100 juta rupiah meningkat menjadi 4 miliar 133 juta rupiah. Pesantren ini memiliki peran besar dalam membangun perekonomian. Dalam program ini, sekitar kurang lebih 350 pondok pesantren turut mengumpulkan modal secara bersama-sama." Kata Haji Her.

Langkah besar keterlibatan pesantren di Madura dalam memperhatikan nasib petani tembakau patut menjadi perhatian oleh semua pihak, terutama pemerintah. Kini nasib petani kembali sumringah, petani kembali mencintai tanahnya yang sudah lama ditinggalkan.

Puluhan tahun nasib petani dibawah cengkraman pasar korporasi, justru yang menyelamatkan adalah pesantren. Bukan pemerintah, yang seharusnya menjadi tulang punggung nasib petani untuk bersandar.

11/04/2026

Iran keren

21/03/2026

🤭

21/03/2026

Ini pernyataan yang murni keluar dari hati, akal dan fikiran yang sehat.

Pengamat Astronomi Prof Tono Saksono Sebut Sidang Isbat Hanya “Proyek”, Penentuan Idul Fitri Dinilai Bisa Diketahui Jauh...
20/03/2026

Pengamat Astronomi Prof Tono Saksono Sebut Sidang Isbat Hanya “Proyek”, Penentuan Idul Fitri Dinilai Bisa Diketahui Jauh Hari

Pengamat astronomi dari Asosiasi Astronomi Indonesia, Tono Saksono, melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan sidang isbat penentuan awal bulan Hijriah, khususnya Idul Fitri.

Menurutnya, sidang isbat yang rutin digelar pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut tidak lagi relevan dan cenderung hanya menjadi “proyek” seremonial.

Tono menyebut, dengan perkembangan ilmu astronomi modern, posisi hilal sebenarnya sudah dapat dihitung secara akurat jauh hari sebelum tanggal pelaksanaan sidang isbat.
“Secara sains, kita sudah bisa mengetahui kapan hilal itu mungkin terlihat atau tidak terlihat bahkan bertahun-tahun sebelumnya. Jadi tidak perlu menunggu sidang isbat untuk menentukan Idul Fitri,” ujarnya dalam keterangannya.

Ia menambahkan, metode hisab (perhitungan astronomi) saat ini telah mencapai tingkat akurasi yang sangat tinggi, sehingga ketergantungan pada rukyat (pengamatan langsung) dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya acuan.

Lebih lanjut, Tono menilai sidang isbat yang digelar setiap tahun berpotensi menghabiskan anggaran negara, mulai dari biaya koordinasi lintas lembaga hingga pelaksanaan pemantauan hilal di berbagai daerah.

“Kalau hasilnya sebenarnya sudah bisa diprediksi sebelumnya, maka sidang ini terkesan hanya formalitas saja,” katanya.

Meski demikian, pemerintah selama ini tetap mempertahankan sidang isbat dengan alasan menjaga legitimasi keputusan serta mengakomodasi berbagai metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan oleh organisasi masyarakat Islam di Indonesia.

Sidang isbat juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari pakar astronomi, perwakilan ormas Islam, hingga instansi terkait untuk mencapai keputusan bersama terkait penetapan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Perdebatan antara penggunaan metode hisab dan rukyat sendiri bukan hal baru di Indonesia. Sejumlah kalangan menilai kombinasi keduanya tetap penting untuk menjaga keharmonisan umat, meskipun secara ilmiah perhitungan astronomi dinilai semakin presisi dari waktu ke waktu.

Pernyataan Tono ini kembali memicu diskusi publik terkait perlunya evaluasi mekanisme penentuan hari besar keagamaan di Indonesia, terutama di tengah kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Kalau dipikir prof tono memang benar, gerhana matahari dan gerhana bulan saja sudah bisa ditentukan jauh hari sebelum terjadi kenapa menentukan awal bulan saja seribet ini?

Bagaimana tanggapanmu lur??

19/01/2026

Part selanjutnya Kondisi permukiman warga sana daya Pamekasan yang terkena longsor

Address

Pamekasan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Netizen Journalism posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Netizen Journalism:

Shortcuts

Share

Category