Gembel Sarungan

Call Directions Website Contact the business

Gembel Sarungan Kreator Digital YT & Tiktok . SANTRI SARUNGAN.

12/06/2026

PURNAWARMAN: SANG PENAKLUK

Sebelum Nusantara mengenal kerajaan-kerajaan besar lainnya, seorang raja dari Tarumanegara telah mengukir namanya dalam batu dan sejarah.

🌊 Ia membangun sungai.
🌾 Menghidupkan pertanian.
🚢 Menguatkan perdagangan.
👑 Menjadikan Tarumanegara salah satu kekuatan terbesar di Jawa pada abad ke-5 Masehi.

Jejak kejayaannya masih bisa kita baca hingga hari ini melalui prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Barat.

Siapakah sebenarnya Purnawarman?

Mengapa namanya begitu dihormati dalam sejarah Nusantara?

Tonton videonya sampai selesai dan temukan kisah luar biasa sang raja yang membangun peradaban dari tepi Sungai Citarum.

👇 Tulis pendapatmu di kolom komentar:
Apakah Purnawarman layak disebut salah satu raja terbesar dalam sejarah Indonesia?

20/05/2026

Pembayaran Gaji Yang Tidak Pantas.

Jas mereka sederhana. Wajah mereka tampak lelah setelah perjalanan panjang melintasi benua. Namun di balik foto yang dia...
15/05/2026

Jas mereka sederhana. Wajah mereka tampak lelah setelah perjalanan panjang melintasi benua. Namun di balik foto yang diambil di New York City pada Agustus 1947 itu, berdiri orang orang yang sedang mempertaruhkan nasib sebuah negara muda bernama Indonesia. Saat itu dunia masih belum sepenuhnya percaya bahwa republik yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 benar benar mampu berdiri sendiri, sementara di tanah air perang melawan Belanda kembali meledak lewat Agresi Militer Belanda I.

Di tengah situasi genting itu, delegasi Indonesia datang ke sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghentikan upaya Belanda merebut kembali Indonesia. Dalam foto tampak Soedjatmoko, Sumitro Djojohadikusumo, Sutan Sjahrir, Charles Tambu, Haji Agus Salim, dan L. N. Palar. Mereka bukan diplomat dari negara kaya, melainkan wakil republik muda yang bahkan masih kekurangan dana dan pengakuan internasional.

Sutan Sjahrir menjadi wajah utama diplomasi Indonesia di mata dunia. Dengan gaya bicara tenang dan pemikiran modern, ia menjelaskan bahwa Indonesia bukan kelompok pemberontak seperti propaganda Belanda, melainkan bangsa merdeka yang sedang mempertahankan haknya. Di belakangnya, Haji Agus Salim menjadi sosok yang sangat disegani karena kecerdasannya dalam berdebat menggunakan berbagai bahasa asing. Sementara Charles Tambu yang merupakan keturunan Tamil dari Sri Lanka ikut membela Indonesia di forum internasional, dan Sumitro Djojohadikusumo membantu memperkuat perjuangan diplomasi serta ekonomi Indonesia di Amerika Serikat.

Perjuangan mereka di PBB memang tidak langsung membuat Belanda menyerah. Namun sidang tahun 1947 menjadi titik penting yang mengubah pandangan dunia terhadap Indonesia. Tekanan internasional kepada Belanda semakin besar hingga pengakuan kedaulatan Indonesia akhirnya tercapai pada 1949. Foto para diplomat Indonesia di New York itu kini dikenang sebagai simbol bahwa kemerdekaan bangsa bukan hanya dipertahankan dengan senjata, tetapi juga lewat keberanian dan kecerdasan di meja diplomasi dunia.

Desa Berjo di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, menjadi sorotan setelah membagikan bantuan tunai Rp500 ribu k...
15/05/2026

Desa Berjo di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, menjadi sorotan setelah membagikan bantuan tunai Rp500 ribu kepada 1.446 Kepala Keluarga menjelang Idulfitri 2026. Total dana yang disalurkan mencapai sekitar Rp723 juta dan warga menyebutnya sebagai “THR Desa”.

Menariknya, seluruh dana berasal dari Pendapatan Asli Desa, bukan Dana Desa pemerintah pusat. Uang tersebut dihasilkan dari pengelolaan wisata desa melalui BUMDes Alam Berjo yang sukses mengembangkan Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda menjadi destinasi populer di lereng Gunung Lawu.

Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, mengatakan program itu sudah berjalan rutin selama dua tahun terakhir. Selain bantuan Lebaran, desa juga memiliki program beasiswa kuliah hingga Rp5 juta, layanan kesehatan gratis, dan bantuan bagi warga rentan.

Banyak warganet menyebut fenomena ini sebagai gambaran nyata “ketika dana desa tak dikorupsi”. Di tengah maraknya kasus penyalahgunaan anggaran desa di berbagai daerah, Berjo justru memperlihatkan bagaimana pengelolaan wisata yang transparan mampu mengubah pendapatan desa menjadi kesejahteraan langsung bagi masyarakat.

Suasana final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 mendadak berubah hanya karena sa...
12/05/2026

Suasana final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 mendadak berubah hanya karena satu kata sederhana. Seorang siswi dari SMAN 1 Pontianak mengangkat mikrofon lalu berkata pelan, “izin…”. Ia bukan sedang menjawab soal, melainkan mencoba mempertahankan jawaban timnya yang baru saja dianggap salah oleh dewan juri. Di tengah ruangan yang dipenuhi peserta dan penonton, suasana aula langsung terasa canggung.

Kontroversi bermula ketika Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta tercepat menjawab pertanyaan tentang proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan sesuai UUD 1945. Siswi dari tim tersebut menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden. Namun jawaban itu langsung dinyatakan salah karena juri menilai ada bagian penting yang tidak terdengar jelas, terutama unsur “DPD”. Dalam aturan sesi rebutan, jawaban yang dianggap salah otomatis membuat tim mendapat pengurangan nilai minus 5 poin.

Tidak lama kemudian, pertanyaan dilempar ke regu lain dan Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dianggap publik hampir sama persis. Anehnya, jawaban dari tim Sambas justru diterima juri sebagai benar dan diberi tambahan nilai plus 10. Di situlah suasana aula mulai berubah. Siswi dari SMAN 1 Pontianak kemudian mengangkat mikrofon dan berkata dengan nada sangat tenang, “izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B.”

Video momen tersebut kemudian viral di TikTok, Instagram, Facebook, hingga X. Banyak warganet bukan hanya memperdebatkan keputusan juri, tetapi juga memuji sikap siswi tersebut yang dianggap berani tanpa kehilangan adab. Tidak ada bentakan maupun emosi berlebihan saat ia menyampaikan keberatan. Justru ketenangannya membuat banyak orang di ruangan mendadak diam.

Polemik tersebut akhirnya sampai ke tingkat pusat hingga Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permintaan maaf dan memastikan akan melakukan evaluasi terhadap sistem penilaian lomba. Meski hasil akhir tetap tidak berubah dan SMAN 1 Sambas dinyatakan sebagai juara, publik justru lebih lama mengingat keberanian seorang siswi yang tetap tenang mempertahankan jawabannya saat satu ruangan memilih diam.

11/05/2026

“16 Tahun Gendong Adik Sakit Sambil Jualan Kopi Demi Bertahan Hidup…”

Di Melaka, Malaysia, seorang pria bernama Mohammad Khairul Azhar Mohd Noor harus menerima kenyataan pahit saat istrinya ...
11/05/2026

Di Melaka, Malaysia, seorang pria bernama Mohammad Khairul Azhar Mohd Noor harus menerima kenyataan pahit saat istrinya sendiri tidak lagi mengenali dirinya. Semua bermula setelah Sharifah Norriaiza Sayed Muhamad mengalami kecelakaan hebat pada 2018 yang menyebabkan cedera kepala parah hingga koma.

Saat akhirnya sadar, hampir seluruh ingatan Sharifah tentang masa lalunya hilang. Ia tidak lagi mengingat rumah tangga mereka, tidak mengenali suaminya, bahkan lupa bahwa mereka sudah memiliki enam anak. Bagi Sharifah, pria yang setiap hari merawatnya hanyalah orang asing yang tiba tiba hadir di hidupnya.

Yang paling menyakitkan, kondisi itu ternyata berlangsung sangat lama. Dari 2018 sampai 2026, ingatan Sharifah disebut belum juga pulih sepenuhnya. Selama hampir delapan tahun, Khairul harus hidup dengan kenyataan bahwa wanita yang paling dicintainya terus memandang dirinya seperti orang yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Namun mantan anggota militer tersebut memilih tetap bertahan. Ia terus merawat istrinya setiap hari, membantu proses pemulihan, dan tidak pernah meninggalkan keluarganya meski keadaan berubah total. Banyak orang mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya dicintai seseorang yang bahkan sudah tidak mengingat siapa diri kita.

Awal Mei 2026, Khairul melakukan sesuatu yang membuat banyak orang tersentuh. Bersama anak anak mereka, ia menyiapkan acara pernikahan ulang sederhana di rumah mereka di Melaka. Ia kembali mengenakan pakaian pengantin dan berdiri menunggu wanita yang sama yang pernah ia nikahi bertahun tahun lalu.

Saat Sharifah berjalan masuk, anak anak mereka menaburkan bunga di lantai rumah. Khairul lalu kembali memasangkan cincin ke jari istrinya untuk kedua kalinya dalam hidupnya. Ia berharap suasana emosional dari acara itu bisa membantu menghidupkan kembali kenangan cinta yang hilang akibat kecelakaan.

Video momen tersebut kemudian viral di media sosial Malaysia dan Singapura karena banyak orang tersentuh melihat kesetiaan seorang pria yang rela jatuh cinta lagi pada wanita yang sama, meski dirinya sudah dilupakan sepenuhnya.

September 2014, Daniel Olomae Ole Sapit berangkat dari Kenya untuk menghadiri konferensi PBB di PyeongChang, Korea Selat...
10/05/2026

September 2014, Daniel Olomae Ole Sapit berangkat dari Kenya untuk menghadiri konferensi PBB di PyeongChang, Korea Selatan. Namun saat pesawat mendarat, ia langsung merasa ada yang aneh. Bandara terlihat sepi, penjagaan sangat ketat, dan tentara terlihat di banyak sudut area bandara.

Beberapa menit kemudian Daniel sadar dirinya tidak berada di Korea Selatan. Ia justru tiba di Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Kesalahan itu terjadi karena tiket penerbangannya tertukar antara “Pyeongchang” dan “Pyongyang”, dua nama kota yang terdengar mirip tetapi berada di negara yang sangat berbeda.

Karena masuk tanpa visa resmi, Daniel langsung diamankan petugas imigrasi Korea Utara. Ia dibawa untuk menjalani interogasi selama berjam jam dan diminta menjelaskan alasan kedatangannya. Aparat setempat sempat curiga karena jarang ada orang asing yang bisa tiba tiba masuk ke Korea Utara akibat kesalahan penerbangan.

Beruntung Daniel membawa dokumen konferensi PBB yang membuktikan tujuan aslinya memang Korea Selatan. Setelah pemeriksaan panjang, otoritas Korea Utara akhirnya percaya kalau semua itu murni kesalahan agen perjalanan. Meski begitu, Daniel tetap dikenai denda sekitar 500 dolar AS sebelum dipulangkan ke Beijing.

Dari Beijing, Daniel kembali melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di Korea Selatan. Kisahnya kemudian ramai diberitakan media internasional dan dianggap sebagai salah satu kesalahan perjalanan paling absurd yang pernah terjadi. Bahkan menjelang 2018 Winter Olympics, nama PyeongChang mulai ditulis dengan huruf C besar agar tidak lagi tertukar dengan Pyongyang.

9 Oktober 1998, sebuah kamar sederhana di Jakarta menjadi titik akhir hidup Ita Martadinata Haryono. Usianya baru 18 tah...
09/05/2026

9 Oktober 1998, sebuah kamar sederhana di Jakarta menjadi titik akhir hidup Ita Martadinata Haryono. Usianya baru 18 tahun, seorang siswi SMA yang di tengah ketakutan pasca kerusuhan Mei 1998 justru memilih maju ketika banyak orang memilih diam.

Beberapa bulan sebelumnya, Jakarta masih menyimpan bekas luka yang belum kering. Kerusuhan Mei 1998 meninggalkan jejak kebakaran, penjarahan, dan laporan kekerasan seksual terhadap perempuan, terutama dari komunitas Tionghoa. Banyak korban tidak berani bersuara, sebagian menghilang dari ruang publik, sebagian lain hidup dengan trauma yang tidak pernah benar benar dibicarakan.

Ita berada di sisi yang berbeda dari kebanyakan orang seusianya. Ia terlibat dalam Tim Relawan untuk Kemanusiaan bersama ibunya. Di sana ia membantu mendampingi korban, mencatat kesaksian, dan mengumpulkan detail peristiwa yang kelak menjadi bagian penting dari dokumentasi pelanggaran HAM. Ia tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga ikut menyusun data yang akan dibawa ke tingkat internasional.

Dari kerja itu muncul rencana besar. Ita bersama beberapa penyintas lain dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat untuk memberikan kesaksian di forum internasional yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan peristiwa 1998. Tiket perjalanan sudah disiapkan, jadwal keberangkatan sudah dekat, dan harapan untuk membawa suara korban ke dunia internasional mulai terbentuk.

Namun rencana itu tidak pernah terwujud. Pada 9 Oktober 1998, Ita ditemukan tewas di rumahnya. Kondisi kematiannya dilaporkan penuh kekerasan dan langsung memicu perhatian luas. Pihak kepolisian menyatakan kasus ini sebagai tindak kriminal biasa dengan pelaku tunggal yang kemudian ditangkap, namun penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meredam pertanyaan yang muncul di ruang publik.

Setelah peristiwa itu, keberangkatan rombongan ke Amerika Serikat dibatalkan. Para penyintas yang sebelumnya siap bersaksi kembali berada dalam situasi sunyi, dan dokumentasi yang sedang dibangun kehilangan salah satu suara pentingnya.

Dalam catatan organisasi kemanusiaan dan sejumlah laporan media, kematian Ita sering dikaitkan dengan konteks yang lebih luas dari pasca 1998. Bagi sebagian pihak, ia dipandang sebagai simbol keberanian korban yang mencoba bersuara di tengah situasi yang masih penuh tekanan. Bagi lainnya, kasus ini tetap tercatat sebagai kasus kriminal yang tidak pernah benar benar memuaskan semua pertanyaan publik.

Hingga kini, nama Ita Martadinata Haryono tetap muncul dalam pembahasan sejarah reformasi Indonesia, bukan hanya karena usianya yang masih sangat muda, tetapi karena posisinya di titik penting ketika korban mulai mencoba membuka suara di panggung internasional, lalu berhenti sebelum sempat benar benar berbicara.

Pada 6 September 1965, wilayah dekat Qui Nhon, Vietnam Selatan, berubah menjadi lautan kepanikan saat pesawat tempur Ame...
09/05/2026

Pada 6 September 1965, wilayah dekat Qui Nhon, Vietnam Selatan, berubah menjadi lautan kepanikan saat pesawat tempur Amerika mulai membombardir area yang diduga menjadi markas Viet Cong. Di tengah kekacauan itu, seorang ibu Vietnam nekat menyeberangi sungai sambil menggendong bayinya dan menuntun anak anaknya demi menyelamatkan diri dari perang.

Momen itulah yang ditangkap oleh Kyoichi Sawada, fotografer Jepang dari United Press International atau UPI. Foto tersebut kemudian dikenal dunia dengan judul “Flee to Safety”. Tidak ada tentara atau kemenangan perang di dalamnya, hanya wajah manusia biasa yang dipenuhi rasa takut untuk tetap hidup.

Saat foto itu dipublikasikan, dunia langsung terguncang. Banyak orang mulai melihat perang Vietnam bukan sekadar konflik politik, tetapi tragedi kemanusiaan yang nyata. Pada 1966, foto itu memenangkan Pulitzer Prize sekaligus World Press Photo of the Year dan menjadikan Sawada salah satu fotografer perang paling terkenal di dunia.

Di kalangan jurnalis perang, beredar cerita bahwa Sawada kembali mencari keluarga dalam foto tersebut setelah memenangkan Pulitzer. Ia disebut memberikan sebagian hadiah uang yang diterimanya kepada mereka. Meski detail lengkapnya tidak pernah benar benar terverifikasi dalam arsip resmi, kisah itu membuat namanya dikenang sebagai fotografer yang memiliki empati besar terhadap korban perang.

Sawada dikenal sangat berani. Ia sering ikut helikopter militer menuju daerah pertempuran paling berbahaya di Vietnam dan Kamboja demi mendapatkan foto langsung dari medan perang. Baginya, kamera bukan sekadar alat kerja, tetapi cara untuk menunjukkan kenyataan yang sering tidak terlihat dunia.

Keberanian itu akhirnya merenggut nyawanya sendiri. Pada 28 Oktober 1970, Sawada tewas saat meliput konflik di Kamboja setelah mobil yang ditumpanginya disergap dan dipenuhi tembakan. Ia meninggal di usia 34 tahun, tetapi foto “Flee to Safety” tetap hidup sebagai simbol bahwa di balik perang, selalu ada rakyat biasa yang menjadi korban paling besar.

Address

Desa Panaragan Jaya
Panaragan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gembel Sarungan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Gembel Sarungan:

Shortcuts

Share