Kota Pandeglang

Kota Pandeglang jangan lupa follow ya terimakasih
(1)

29/04/2026
Langkah Kaki di Atas Gaji, Hati di Atas Segalanya šŸ‘£šŸ“šSatu guru, enam kelas, dan ribuan harapan. Inilah realita perjuangan...
27/04/2026

Langkah Kaki di Atas Gaji, Hati di Atas Segalanya šŸ‘£šŸ“š

Satu guru, enam kelas, dan ribuan harapan. Inilah realita perjuangan Pak Armani di SDN Sorongan 2, Pandeglang. Saat dunia bicara tentang digitalisasi, Pak Armani masih bertaruh nyawa menyeberangi sungai dan berjalan kaki sejauh 3 KM demi memastikan lonceng sekolah tetap berbunyi.

17 tahun mengabdi bukan waktu yang singkat. Dengan upah Rp600.000 per bulan, beliau membuktikan bahwa dedikasi tidak bisa dinilai dengan angka. Beliau adalah napas pendidikan di pelosok Banten—garda terdepan sekaligus terakhir bagi mimpi anak-anak di sana.

Sehat selalu, Pak Armani. Terima kasih telah menjadi pelita di tengah keterbatasan. Semoga pengabdianmu segera menemukan balasan yang semestinya. šŸ¤²šŸ»

Di usia 16 tahun,saat remaja lain sibuk sekolah dan bermain,Dela justru harus berjuang di jalanan.Ia tak bisa melihat se...
18/04/2026

Di usia 16 tahun,
saat remaja lain sibuk sekolah dan bermain,
Dela justru harus berjuang di jalanan.

Ia tak bisa melihat sejak lahir.

Namun setiap hari,
ia tetap melangkah…
menyusuri jalan, menjajakan cemilan dari satu tempat ke tempat lain.

Namanya Rhianty Adella.

Seorang gadis tunanetra
yang memilih kuat di tengah keterbatasan.

Saat berjualan, ia bahkan harus menyebut dirinya ā€œRiyanā€.
Bukan tanpa alasan—
itu ia lakukan demi keamanan saat berkeliling sendirian.

Langkahnya penuh risiko.
Tanpa penglihatan, ia harus mengandalkan insting dan keberanian.

Namun hidup tak memberinya banyak pilihan.

Orang tuanya telah berpisah.
Kini hanya sang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga,
bekerja sebagai buruh rumah tangga dengan penghasilan tak menentu.

Kadang hanya Rp20.000–Rp30.000 per hari…
bahkan sering kali tidak cukup.

Karena itu, Dela turun tangan.

Dengan keuntungan hanya Rp1.000–Rp2.000 per bungkus,
ia harus berjalan lebih jauh… bahkan hingga ke luar kota.

Tak jarang, ia naik kereta api sendiri
demi menjual dagangannya.

Namun hasilnya tetap kecil.

Kadang hanya 3 bungkus yang terjual.

Artinya…
hampir tak ada yang bisa dibawa pulang.

Kini, mereka hanya menumpang di rumah kerabat.
Hidup dalam keterbatasan yang tak pernah benar-benar usai.

Tapi di balik semua itu,
Dela menyimpan mimpi besar.

Ia sangat mencintai musik.

Dengan keterbatasannya,
ia mampu memainkan alat musik… terutama keyboard.

Bahkan, ia pernah tampil di sekolah karena bakatnya.

Namun hidup kembali menguji.

Keyboard yang ia cintai…
terpaksa dijual demi kebutuhan sehari-hari.

Sejak saat itu,
mimpinya seolah ikut terhenti.

Namun tidak benar-benar hilang.

Di dalam hatinya,
Dela masih menyimpan harapan:

Ia ingin kembali bermain musik.
Ia ingin punya keyboard lagi.
Ia ingin menjadi guru musik.

Dan yang paling penting—
ia ingin tetap sekolah dan membantu ibunya keluar dari kesulitan.

Di balik gelapnya dunia yang ia lihat,
Dela tetap menyalakan cahaya harapan.

Ia tak meminta banyak.

Hanya kesempatan…
untuk hidup lebih baik,
dan meraih mimpi yang sempat tertunda.

KENAPA DIJUAL 14.900ā‰ļøBukan 15.000, 17.500 atau 18.900… Beredar video superindo jualan menu makanan bergizi, banyak, ber...
16/04/2026

KENAPA DIJUAL 14.900ā‰ļø
Bukan 15.000, 17.500 atau 18.900…
Beredar video superindo jualan menu makanan bergizi, banyak, bersih, dengan kemasan, sendok garpu dan tissue dengan label HEMAT BERKUALITAS
Seolah nyenggol alusss… tanpa perlu banyak kata-kata
ā€œSsst.. ini lho makanan bergizi, kami bisa jualan 15 ribu kurang seratus perak, masih dipotong pajak, menu lengkap, bersih, dan kami masih bisa untung.. nah dikau masak sih 15 ribu, 3000 ribu opersional, 2000 untung bersihnya, masih kompensasi dapat 6 juta/hari, yang 10 ribu buat full makanan masih mau dikorupsi dan bikin harga-harga manipulasi?ā€ Jleb!

Superindo bukan sedang di atas angin, tapi menari-nari di atas ombak dilihat ribuan mata yang terkesima..

Di usi4 yang masih 15 tahun, Naira sudah harus berju4n9 sendirian demi mel4njutkan hidvp dan sekol4hnya. Bapak Ibunya su...
16/04/2026

Di usi4 yang masih 15 tahun, Naira sudah harus berju4n9 sendirian demi mel4njutkan hidvp dan sekol4hnya. Bapak Ibunya sudah m3nin994l, bocah SMP itu nggak punya kelu4rg4 lainā‰ļø

Inilah Naira sudah harus did3w4s4kan keadaan di usi4nya yang masih sangat b3li4. Bahkan kenyataan p4h1t yang dir4s4kannya, belum tentu bisa dijal4ni oleh orang d3w4sa sekalipun.

Bagaimana nggak, Naira sudah harus hidvp sendiri setelah Bapak Ibunya m3ning94l duni4. Nggak ada pelvk4n han94t yang mer3d4kan l3l4hnya setelah seharian sek0l4h. Bahkan ia harus berju4n9 sendir14n demi bisa melanjutkan hidvp dan mel4njutkan sekol4hnya.

Disaat teman-teman seusi4nya bisa bermain dan istirahat sepul4ng sekol4h, Naira malah harus berkeliling berju4lan opak.

Bukan untuk belanja atau membeli barang-barang mah4l, namun hanya untuk mak4n dan sek0l4h.

Sedihnya, Naira sering berju4lan hingga malam hari. Opak-opaknya sering sepi pemb3li.

Banyak orang yang hanya mendi4mkan Naira atau berpur4-pur4 nggak melihat saat b0c4h kecil ini menaw4rkan opak-opaknya.

Nggak jar4ng, Naira sampai tertidur di ping91ran jalan s4king nggak ku4tnya men4han l3l4h setelah seh4rian bersekolah.

Jika sedang banyak pembeli pun, Naira paling banyak hanya mendapat 20 ribu saja.

Harus langsung ia sis1hkan untuk mod4l membuat opak keesokan harinya lagi.

Sisanya, baru ia gun4kan untuk memenuhi kebvtvhan p3rvt dan sekolahnya.

Setiap opak yang l4ku, menjadi har4pan Naira untuk bisa melanjutkan sekol4hnya.

ā€œAslinya c4p3k Kak. Tapi mau bagaimana lagi? Aku udah nggak punya siapa-siapa. Kalau aku nggak kayak gini gimana aku bisa m4k4n dan sek0l4h?ā€, ucap Naira men4n9is.

Hampir setiap hari juga Naira selalu berkunjung ke mak4m Bapak Ibunya. Ia selalu bercerita kepada Bapak Ibunya tentang hari-hari ber4t yang harus dilaluinya sendirian.

Ia sering iri kepada teman-temannya jika setiap masuk sekol4h diantar sampai depan pintu gerb4ng.

Ya Allah, nggak te94 ras4nya melihat Naira berju4n9 ker4s sendirian dengan tvbvhnya yang masih kecil.

Ia masih berusaha ker4s untuk mewujudkan cita-cit4nya. Meski ent4h kapan bisa terwujud.

Inilah Aulia yang seharusnya ia menikmati masa kecilnya dengan teman s3bay4nya. Tapi nggak dirasakan Aulia, padahal usia...
08/04/2026

Inilah Aulia yang seharusnya ia menikmati masa kecilnya dengan teman s3bay4nya.

Tapi nggak dirasakan Aulia, padahal usianya baru 11 tahun. Tujuh tahun lalu ayahnya m3nin994l, setelah itu ibunya pergi mer4nt4u, pernah ada kabar namun, kini menghil4n9šŸ’”

Sejak itu Aulia hanya tinggal bersama nenek Elmah (61 tahun).
Sang nenek seorang buruh tani, mereka tinggal di rumah sew4 kecil namun, sudah menun994k 3 bulan😢

Kadang pun ia harus men4h4n l4p4r dan berhem4t.
Aulia juga harus berju4n9 sendiri agar tetap bisa sekolah.

Sepulang sekolah ia berju4lan kerupuk yang dibelinya untuk diju4l kembali. Dari sebungkus ia dapat seribu rupi4h, kadang ia pulang hanya bawa 10rb, kadang 16rb bahkan, nggak jarang ia pulang tanpa hasil.

Uang itu untuk membayar tun994kan sekolahnya.
Semua terasa begitu berat bagi anak sekecil dirinya. Namun, Aulia nggak menyer4h..

Ia berh4r4p bisa terus sekol4h dan menggapai cita-citanya menjadi seorang ustadzah.
Aulia cerita, ia selalu mendo4kan ay4hnya dan ibunya diman4pun ibunya ber4da.

Namanya Ika Musyafira…Seorang an4k kecil kelas 4 SD yang hidvpnya terlalu ber4t untuk dipikvl sendiri 🄹Sejak dalam k4ndu...
08/04/2026

Namanya Ika Musyafira…
Seorang an4k kecil kelas 4 SD yang hidvpnya terlalu ber4t untuk dipikvl sendiri 🄹

Sejak dalam k4ndun94n, ia sudah kehil4ngan sos0k ayah.
Dan di usia 5 tahun… ibunya pergi merant4u—tanpa kabar, tanpa kembali.

Sejak saat itu, Ika belajar arti hidvp… sendirian.

Sepulang sekolah, saat an4k2 lain tertawa dan bermain,
Ika justru menyusvri kebun-kebun warga…
Mengumpulkan dan mengik4t daun pisang, lalu menjualnya dari kampung ke kampung.

Seharian berjalan di bawah terik matahari,
hasil yang ia dapat hanya sekitar Rp4.000…
bahkan belum cukup untuk membeli beras.

Ika tidak punya tas sekolah.
Tidak punya sepatu.
Buku pun hanya satu.

Makan sehari-hariā‰ļø
Seringkali hanya nasi…
bahkan kadang nasi sisa kemarin.

Ada hari-hari di mana dagangannya tak laku…
dan ia pulang dengan tangan k0s0n9…
menah4n lap4r, menah4n sed1h… sendirian.

Di usia yang seharusnya dipenvhi tawa dan mimpi,
Ika justru belajar bertah4n hidvp.

Ini bukan tentang an4k yang lem4h.
Ini tentang seorang an4k kecil…
yang dipaksa dewasa terlalu cepat oleh keadaan.

Hari ini…
kita mungkin tidak bisa mengub4h masa lalunya.
Tapi kita bisa menjadi alasan Ika tetap melangkah.

Kita bisa jadi harapan…
yang selama ini tidak pernah ia miliki.

šŸ¤ Karena kadang, satu kebaikan kecil…
bisa menjadi segalanya bagi seseorang yang sudah kehil4ngan semuanya.

Tanpa sangka rejeki besar datang padamu 2 jam lagi
08/04/2026

Tanpa sangka rejeki besar datang padamu 2 jam lagi

Ayahnya m3nin994| saat ia masih dalam k4ndun94n.Ibunya pergi mer4ntau dan nggak pernah kembali sejak Ika berusi4 5 tahun...
08/04/2026

Ayahnya m3nin994| saat ia masih dalam k4ndun94n.
Ibunya pergi mer4ntau dan nggak pernah kembali sejak Ika berusi4 5 tahun.

Sepul4ng sekolah, saat anak lain bermain, Ika berjalan menyusuri kebun warga.
la mengikat daun pisang untuk dijual keliling kampung.

Seharian ia hanya mendapat up4h Rp4.000. Uang itu bahkan belum cukup untuk membeli beras.
Ika nggak punya tas. Nggak punya sepatu. Buku pun hanya satu. Makan sehari-harinya hanya nasi, kadang nasi sisa kemarin.

Kadang dagangannya pun nggak laku. Kadang ia pulang dengan tangan kos0n9.
Di usia yang seharusnya diisi dengan bermain dan belajar, Ika memilih berjalan di bawah terik matahari demi sepiring nasi.

Ini bukan tentang an4k yang menyer4h. Ini tentang an4k kecil yang terlalu cepat dipaksa dew4sa.
Hari ini, kita bisa jadi alasan Ika tetap sekolah. Kita bisa jadi keluarga yang nggak pernah ia miliki lagi.

Address

Pandeglang
Pandeglang
42272

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kota Pandeglang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share