KAMU HARUS TAHU

KAMU HARUS TAHU melakukan cara creatif

Innalilahi wainna ilaihi Roji'un ..Telah ditemukan karyawan PNM Mekar Yang Kemarin HilangInfo terakhir Beliau Berbonceng...
20/09/2025

Innalilahi wainna ilaihi Roji'un ..

Telah ditemukan karyawan PNM Mekar Yang Kemarin Hilang
Info terakhir Beliau Berboncengan Dengan Salah Satu Suami Nasabah Yang Berniat Untuk Mencari Tambahan Angsuran

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Hijrah, seorang pegawai koperasi yang sebelumnya dilaporkan menghilang, akhirnya ditemukan namun dalam keadaan tak bernyawa

Kabar duka ini membuat keluarga, kerabat, dan rekan kerja Hijrah terpukul. Masyarakat berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini serta menangkap pelaku agar mendapat hukuman yang setimpal.

Semoga almarhumah Hijrah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan 🙏



Kisah Balita Kakak Beradik di Bengkulu: Cacing Menggumpal di Perut, Keluar dari Mulut dan Hidung. Dua kakak beradik, Aa ...
19/09/2025

Kisah Balita Kakak Beradik di Bengkulu: Cacing Menggumpal di Perut, Keluar dari Mulut dan Hidung.

Dua kakak beradik, Aa (4) dan Ka (1 tahun 8 bulan), warga Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengalami serangan cacing parah yang mengakibatkan mereka dirawat di rumah sakit.

Ka, yang pertama kali menunjukkan gejala, ditemukan dengan cacing gelang atau Ascaris yang keluar dari mulut dan hidungnya. Kejadian ini terungkap pada Minggu (13/9/2025), sekitar pukul 18.00 WIB, ketika cacing sebesar lidi sapu terlihat keluar dari hidung dan mulut Ka.

Ia kemudian dilarikan ke RSUD Tais, Kabupaten Seluma, sebelum dirujuk ke RSUD M Yunus di Kota Bengkulu, Senin (15/9/2025).

"Ka dirawat intensif di RSUD. Menurut dokter spesialis anak, Ka harus dioperasi karena gumpalan cacing sudah tidak bisa dikeluarkan secara normal," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon. Selain mengeluarkan cacing dari hidung dan mulut, Ka juga mengalami demam tinggi, batuk berdahak, gelisah, dan sesak napas.

Sebagai tindak lanjut, pihak RSUD Tais merujuk Aa ke RS Ummi untuk dioperasi.








Rodiyah, , mengadu nasib sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi. Hatinya remuk redam setelah mengetahui kebenar...
19/09/2025

Rodiyah, , mengadu nasib sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi. Hatinya remuk redam setelah mengetahui kebenaran pahit tentang suaminya, Hasan, yang selama ini ia percayai. Air mata menjadi teman setianya, menemani hari-harinya yang penuh perjuangan di negeri orang.

Lima tahun sudah Rodiyah meninggalkan kampung halaman, meninggalkan orang tua dan seorang anak semata wayangnya. Tujuannya hanya satu, yaitu mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk membangun rumah impian mereka di kampung. Setiap bulan, tanpa lelah, ia mengirimkan sebagian besar gajinya kepada Hasan. Ia percaya, suaminya akan amanah mengelola uang tersebut untuk membangun rumah yang layak bagi mereka.

Hasan, di mata Rodiyah, adalah sosok suami yang penyayang dan bertanggung jawab. Setiap kali Rodiyah mengirimkan uang, Hasan selalu memberikan kabar gembira. Ia mengirimkan foto-foto rumah mewah yang katanya sedang dibangun. Rodiyah terharu dan semakin bersemangat bekerja. Ia membayangkan, kelak ia akan hidup bahagia bersama keluarganya di rumah baru yang megah.

Namun, takdir berkata lain. Setelah lima tahun berlalu, Rodiyah memutuskan untuk pulang kampung. Ia sudah tidak sabar ingin melihat rumah impiannya dan berkumpul kembali dengan keluarganya. Dengan membawa koper berisi oleh-oleh dan harapan yang membuncah, Rodiyah tiba di Pontianak.

Setibanya di rumah, Rodiyah terkejut bukan kepalang. Rumah yang ia lihat di foto ternyata hanyalah ilusi belaka. Rumahnya masih berupa gubuk bambu reyot, jauh dari kata mewah. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dengan hati hancur, ia bertanya kepada tetangga tentang Hasan.

"Hasan? Oh, dia sering terlihat bersenang-senang dengan teman-temannya. Uang kiriman dari kamu habis dipakai untuk berfoya-foya," kata seorang tetangga dengan nada prihatin.

Rodiyah lemas mendengar penjelasan tetangganya. Ia merasa dikhianati oleh orang yang paling ia cintai. Selama ini, ia telah bekerja keras membanting tulang di negeri orang, namun suaminya justru menghambur-hamburkan uangnya untuk kesenangan pribadi.

Dengan langkah gontai, Rodiyah mencari Hasan. Ia menemukannya di sebuah warung kopi, sedang asyik bermain kartu dengan teman-temannya. Tanpa basa-basi, Rodiyah langsung menghampiri Hasan dan menanyakan kebenaran tentang rumah yang selama ini ia impikan.

Awalnya, Hasan mengelak dan berusaha menutupi kebohongannya. Namun, Rodiyah tidak menyerah. Ia terus mendesak Hasan hingga akhirnya pria itu mengakui semua perbuatannya. Hasan mengaku, uang kiriman dari Rodiyah telah habis dipakai untuk berfoya-foya, membeli motor baru, dan berjudi. Foto rumah mewah yang selama ini ia kirimkan hanyalah foto rumah tetangga yang ia ambil secara diam-diam.

Mendengar pengakuan Hasan, hati Rodiyah hancur berkeping-keping. Ia tidak menyangka, orang yang selama ini ia cintai dan percayai tega mengkhianatinya. Air mata Rodiyah kembali tumpah, membasahi pipinya yang sudah keriput karena usia dan kerasnya kehidupan.

"Kenapa kamu tega melakukan ini padaku, Hasan? Kenapa kamu menghancurkan impianku?" tanya Rodiyah dengan suara bergetar.

Hasan hanya bisa tertunduk malu. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Rodiyah. Ia sadar, telah melakukan kesalahan besar yang tidak bisa dimaafkan.

Rodiyah memutuskan untuk menggugat cerai Hasan. Ia tidak bisa lagi hidup dengan pria yang telah mengkhianatinya. Ia juga bertekad untuk bangkit dari keterpurukan dan memulai hidup baru. Dengan bantuan keluarga dan teman-temannya, Rodiyah mulai mencari pekerjaan di Pontianak. Ia ingin membuktikan kepada Hasan, bahwa ia bisa sukses tanpa bantuan pria itu.

Kisah Rodiyah adalah cerminan dari kehidupan banyak TKW di Indonesia. Mereka rela meninggalkan keluarga dan bekerja keras di negeri orang demi mencari nafkah. Namun, tidak sedikit dari mereka yang justru menjadi korban penipuan dan pengkhianatan oleh orang-orang terdekatnya.

Semoga kisah Rodiyah bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan pernah menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan oleh orang lain. Hargailah setiap pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang-orang yang kita cintai. Dan yang terpenting, jangan pernah berhenti berharap dan berjuang untuk meraih impian, meskipun badai menerpa.




Address

Kanaungan
Pangkajene
90653

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KAMU HARUS TAHU posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share