21/05/2026
Baru Magrib Sudah Gelap Gulita, Daftar 7 Kecelakaan Fatal Malam di Poros Pangkep, Jalan Berlubang dan Lampu Jalan
Kualitas dan fasilitas penunjang jalan Trans Sulawesi di poros Makassar–Pangkep kembali menjadi sorotan warga setelah rangkaian kecelakaan fatal terjadi dalam tiga bulan terakhir. Sejumlah kecelakaan maut tersebut mayoritas terjadi pada malam hari di jalur minim penerangan, sementara tingkat kerusakan ruas jalan negara disebut sudah di atas 15 persen.
Terbaru, kecelakaan maut terjadi di Kampung Japing-Japing, Desa Bontolangkasa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 18.45 WITA.
Pasangan suami istri asal Perumnas Sudiang Blok M Selayar, Makassar, meninggal dunia setelah terlindas bus di KM 48 Poros Makassar–Pangkep.
M Syahrul Dg Sese, sopir truk asal Takalar, mengaku melihat sepeda motor matik yang dikendarai pasutri tersebut terseret bus sleeper berwarna putih-pink sejauh sekitar 50 meter.
Korban perempuan yang merupakan pembonceng meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), tepat di bahu timur separator jalan. Sementara sang suami dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 11.21 WITA di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Batara Siang, Pangkajene, sekitar 3,1 kilometer dari lokasi kecelakaan.
Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka di Makassar. Jenazah pria disemayamkan di Jalan Urip Sumoharjo I, Karuwisi, sedangkan jenazah perempuan dibawa ke kompleks Perumnas Sudiang.
Warga menilai selain faktor pengendara, minimnya penerangan jalan turut menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut.
“Jalan poros Pangkep memang minim penerangan. Kalau sudah jam tujuh malam, kondisinya gelap sekali,” ujar Irvan (41), warga Baring, Pangkajene, Kamis (21/5/2026).
Keluhan serupa disampaikan Sri Irmawati (31) dan M Adnan (48), warga Tumampua. Mereka menilai kondisi lampu jalan di wilayah Pangkep masih jauh dari memadai.
“Lampu jalan di Pangkep memang bermasalah. Kondisinya gelap-gelapan,” kata Irma.
Pantauan warga menunjukkan kondisi jalan gelap mulai terasa sejak wilayah Salenrang, Maros, hingga gerbang perbatasan Kota Pangkajene. Di sejumlah titik ruas jalan negara sebelum memasuki Kota Pangkajene, penerangan jalan memang dinilai masih minim.
Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan kecelakaan fatal yang menewaskan mahasiswa Unhas, Andi Ahmad Bilal Abbas (21), di kawasan Soreang, Bontolangkasa, pada Sabtu (18/4/2026) lalu. Saat itu, korban menabrak truk parkir di tikungan tajam pada malam hari.