28/11/2025
BENCANA EKOLOGIS TAPANULI
Banjir Bandang Tapanuli: Korban Jiwa Terus Bertambah, Seruan Audit Perusahaan Menguat
TAPANULI, 28 November 2025 – Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Tapanuli (termasuk Taput, Tapteng, dan Tapsel) terus menimbulkan duka mendalam. Hingga hari ini, dilaporkan puluhan korban jiwa meninggal dunia, puluhan masih hilang, dan ribuan warga mengungsi.
Akses utama di beberapa titik terputus total.
Bencana Dipicu Kerusakan Hutan
Kejadian ini bukan semata akibat curah hujan, melainkan bencana ekologis yang dipicu oleh kerusakan hutan. Ditemukannya material kayu gelondongan dalam jumlah besar yang terseret banjir menjadi bukti kuat adanya deforestasi di wilayah hulu.
Tiga Tuntutan Mendesak:
Masyarakat dan pegiat lingkungan menyuarakan tiga tuntutan utama menyikapi tragedi berulang ini:
Masyarakat Wajib Jaga Alam: Masyarakat Tapanuli harus segera menghentikan penebangan liar. Hutan adalah penyangga hidup dan penahan bencana.
Pemerintah Harus Tanggap Darurat: Pemerintah Pusat dan Daerah sekitarnya didesak untuk segera menetapkan status darurat bencana, mempercepat bantuan logistik, dan menormalisasi akses evakuasi bagi para korban.
Audit dan Cabut Izin Perusahaan Perusak: Aparat penegak hukum dituntut untuk segera melakukan audit ekologis menyeluruh dan menindak tegas korporasi, termasuk mencabut izin operasi, yang terbukti menjadi penyebab utama kerusakan hutan di kawasan penyangga hidrologis Tapanuli.
Tragedi ini menjadi alarm keras bagi negara untuk bertindak tegas melindungi lingkungan dan menghentikan impunitas terhadap perusak hutan.