Nickola Oza Channel

Nickola Oza Channel Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Nickola Oza Channel, Digital creator, Pariaman.

➡️ KONTEN MUSIK DAN LAGU ,, BERITA
➡️ NICKOLA OZA REAL YOUTUBE
➡️ OZA NICKOLA YOUTUBE
➡️ SEWA ORGEN TUNGGAL
➡️ KIM DENDANG BERHADIAH
➡️ MAKEUP,, TENDA PELAMINAN
➡️ ONLINE SHOP
➡️ NICKOLA OZA TIKTOK
➡️ Nickola Oza
➡️ TERIMA ENDORSE
➡️ CP - 081277745116

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 kian memanas. Indri Wahyuni, salah satu anggota dewan juri...
13/05/2026

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 kian memanas. Indri Wahyuni, salah satu anggota dewan juri yang sebelumnya menuai kecaman karena alasan penilaian "artikulasi" yang dianggap subjektif, kini kembali memicu kemarahan publik.

Hal ini terjadi setelah tangkapan layar unggahan WhatsApp Story diduga miliknnya beredar luas di media sosial.

Alih-alih memberikan klarifikasi yang menenangkan, Indri justru diduga membela diri secara agresif.

Dalam unggahannya, dia bersikeras bahwa tim yang dia menangkan sudah benar dan menuding publik sebagai pihak yang tidak adil.

"Mereka layak menang dan mendapat penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam permainan ini. Fokus pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan bagi yang lain adalah bagian dari ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang," tulis Indri Wahyuni dalam unggahannya menggunakan Bahasa Inggris.

Tak berhenti di situ, dia juga melontarkan sindiran yang dinilai arogan dengan menyinggung LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) miliknya. Indri seolah menantang balik pihak-pihak yang mengkritik integritasnya.

"Terakhir, mau open endorse ah. Biar makin kaya, supaya LHKPN gue yang tersebar makin bikin shock banyak orang. Hayoo yang iri makin panas, ngeledekin gue nggak akan bikin gue jatuh. At the end, u will always have me kata misua," katanya lagi.

Sikap ini memicu protes baru. Publik menilai sangat tidak etis bagi seorang pejabat yang bertindak sebagai juri kompetisi nasional menunjukkan arogansi di ruang publik.

Apalagi, Indri adalah sosok yang sebelumnya bersikukuh bahwa pengurangan nilai peserta dilakukan karena alasan teknis artikulasi, bukan substansi jawaban.

Kini, desakan agar MPR RI segera melakukan evaluasi terhadap panitia dan dewan juri LCC 2026 semakin menguat.

Publik menuntut pertanggungjawaban atas perlakuan tidak adil yang diterima peserta, serta sikap para pejabat penyelenggara yang dianggap jauh dari nilai-nilai luhur Empat Pilar yang mereka sosialisasikan sendiri.

Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan respons resmi atas sikap Indri Wahyuni yang telanjur viral.

KEBERANIAN YANG BERBUAH MANIS! ] 🇮🇩✨Pagi ini jagat maya NTT dan Kalimantan dibuat haru. Masih ingat sosok Joseph, siswa ...
13/05/2026

KEBERANIAN YANG BERBUAH MANIS! ] 🇮🇩✨
Pagi ini jagat maya NTT dan Kalimantan dibuat haru. Masih ingat sosok Joseph, siswa SMA N 1 Pontianak yang viral karena argumen kritis dan tajamnya saat Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalimantan kemarin?

Banyak yang sempat khawatir, "Apakah anak ini akan kena masalah karena terlalu berani bicara jujur?"

Jawabannya: TIDAK. Justru kejujuran adalah mata uang yang paling berharga!

Bukan untuk ditegur, melainkan untuk diapresiasi setinggi langit.

Hadiah untuk Sang Penjaga Kebenaran:

Beasiswa Penuh (Full Scholarship) ke Tiongkok (Cina) untuk melanjutkan studi di universitas ternama.

Jaminan Kerja di perusahaan besar nasional setelah ia lulus nanti.

"Negara ini tidak kekurangan orang pintar, tapi kita haus akan anak muda yang berani jujur dan kritis demi kebenaran," ujar Ketua DPR RI

Melihat Joseph yang tampak tenang namun berwibawa dengan kain tenun khasnya,Jangan pernah takut bicara benar. Selama niatmu untuk membangun bangsa, Tuhan akan buka jalan dari arah yang tak terduga.

Selamat untuk Joseph! Dari Pontianak menuju kancah dunia. Bawa nama baik Indonesia, raih ilmu setinggi langit, dan kembalilah untuk membangun negeri ini.

Mari kita bagikan kisah ini agar semakin banyak anak muda Indonesia yang berani bersuara dan berprestasi! ✊🔥

“Menang belum tentu bermartabat, dan kalah belum tentu hina.”Di balik sebuah podium, kadang ada perjuangan yang benar-be...
13/05/2026

“Menang belum tentu bermartabat, dan kalah belum tentu hina.”
Di balik sebuah podium, kadang ada perjuangan yang benar-benar tulus…
dan kadang ada juga hal-hal yang tidak semua orang bisa lihat.
Piala mungkin bisa dimiliki siapa saja.
Keputusan mungkin bisa berubah karena banyak kepentingan.
Bahkan suara yang jujur pun terkadang kalah oleh alasan yang dibuat-buat.
Tapi satu hal yang tidak akan pernah berubah…
Emas tetaplah emas, meski tidak diletakkan di tempat paling tinggi.
Dan sesuatu yang palsu, seindah apa pun dibungkus, lambat laun akan terlihat juga nilainya.
Maka tak perlu malu menjadi juara kedua jika prosesnya dijalani dengan bersih dan kepala tetap tegak.
Karena harga diri dan integritas jauh lebih mahal daripada sekadar gelar juara.
Sebab ada kemenangan yang hanya dipajang di atas panggung…
dan ada kehormatan yang akan tetap hidup di hati banyak orang.

Polemik LCC 4 Pilar Kalbar Memanas, Wakil Ketua MPR Nonaktifkan Juri dan MCPolemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat...
13/05/2026

Polemik LCC 4 Pilar Kalbar Memanas, Wakil Ketua MPR Nonaktifkan Juri dan MC
Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat tahun 2026 terus bergulir dan kini mendapat respons langsung dari pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait kontroversi penilaian dalam final lomba tersebut.

Dalam keterangannya, Abcandra menyebut pihak MPR telah mengambil langkah dengan menonaktifkan juri hingga pembawa acara atau MC yang terlibat dalam pelaksanaan lomba.

Langkah itu diambil menyusul viralnya dugaan ketidakadilan penilaian terhadap jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

Kontroversi muncul setelah publik menilai dua jawaban dengan substansi serupa justru mendapatkan penilaian berbeda dari dewan juri.

Menurut Abcandra, dugaan gangguan sound system tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dianggap sama.

Kasus ini sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu protes dari berbagai pihak, termasuk kalangan pelajar dan masyarakat Kalimantan Barat.

Banyak warganet menilai kompetisi pendidikan harus menjunjung tinggi objektivitas, transparansi, dan sportivitas agar tidak merugikan peserta.

Polemik tersebut kini menjadi perhatian nasional setelah pihak MPR turun tangan langsung untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan lomba.

Publik pun menunggu langkah lanjutan dan hasil evaluasi resmi terkait kontroversi yang mencoreng ajang akademik tersebut.



Biasanya, kehadiran puluhan penyanyi dangdut di satu tempat menjanjikan kemeriahan, musik yang menghentak, dan tawa.Namu...
13/05/2026

Biasanya, kehadiran puluhan penyanyi dangdut di satu tempat menjanjikan kemeriahan, musik yang menghentak, dan tawa.

Namun, Selasa (12/5/2026) pagi di depan Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surabaya, suasana justru berbanding terbalik. Mengenakan pakaian rapi namun dengan wajah penuh kecemasan, para pekerja seni panggung ini datang bukan untuk manggung, melainkan untuk mengadukan nasib.

Mereka adalah korban skema arisan bodong yang diduga dikelola oleh rekan sejawat mereka sendiri, seorang perempuan berinisial NS alias Amanda.

Tak main-main, total kerugian dari 84 korban yang mayoritas warga Surabaya ini mencapai angka fantastis Rp1,8 miliar.

Bagi para biduan ini, Amanda bukan orang asing. Ia adalah rekan dari panggung ke panggung yang sering menghibur warga dari Sidoarjo hingga Mojokerto. Kepercayaan yang dibangun di atas panggung itulah yang menjadi senjata Amanda untuk menjerat para korban.

Dhea Bonita (22), salah satu penyanyi yang menjadi korban, menceritakan bagaimana ia perlahan-lahan masuk ke lubang hitam tersebut.

"Awalnya aku percaya karena Amanda ini teman kenalan sesama biduan saat tampil manggung. Awal-awal join, arisannya cair sesuai janji," tuturnya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Dengan janji keuntungan manis sebesar 20 hingga 50 persen dalam waktu singkat, Dhea akhirnya menyetor total Rp40 juta.

Uang yang ia kumpulkan dari keringat di bawah lampu panggung itu kini menguap tak berbekas sejak pembayaran macet total pada Februari 2026.

Jeratan arisan ini tak hanya soal angka, tapi juga soal citra. Jihan Safita, korban lainnya, mengaku sempat ragu. Namun, pertahanannya runtuh saat melihat gaya hidup mewah Amanda yang kerap dipamerkan di media sosial.

“Ya sempat ragu, terus terpaksa yakin. Karena ia sering mengunggah aset-aset kepemilikannya di medsos, flexing-flexing begitu lah,” papar Jihan yang harus merelakan Rp15,8 juta miliknya hilang. Bahkan, ada rekannya yang kehilangan hingga Rp195 juta.

Fenomena flexing atau pamer kekayaan ini diduga kuat menjadi umpan agar para korban percaya bahwa bisnis arisan yang dikelola Amanda adalah bisnis yang sehat dan menguntungkan.

Pendamping hukum para korban, Yudhistira Eka Putra, menyebutkan bahwa mereka kini sedang berada di masa penantian yang kritis. Keluarga pelaku sempat menjanjikan akan mengganti seluruh kerugian paling lambat pada 17 Mei 2026.

"Kami masih menunggu sampai tanggal 17 ini tiba. Jika tidak ada jawaban, maka kami akan mengambil langkah hukum lebih lanjut," tegas Yudhistira.

Kehadiran mereka di kediaman Armuji, atau yang akrab disapa Cak Ji, adalah langkah pamungkas untuk meminta perlindungan.

Mengingat 70 persen korban adalah warga Kota Pahlawan, mereka berharap pemerintah kota memberikan atensi khusus pada kasus ini.

Cak Ji pun menyambut aduan tersebut dengan tangan terbuka. Sang Wakil Wali Kota menyatakan kesiapannya untuk mengawal kasus ini dan menjembatani komunikasi dengan keluarga pelaku agar keringat para pekerja seni ini tidak hilang sia-sia.

Bikin Elus Dada! Perayaan Kelulusan SMA Ini Justru Panen Kritikan Tajam NASIONAL – Momen kelulusan sekolah yang seharusn...
13/05/2026

Bikin Elus Dada! Perayaan Kelulusan SMA Ini Justru Panen Kritikan Tajam

NASIONAL – Momen kelulusan sekolah yang seharusnya menjadi peristiwa sakral, penuh kebahagiaan, dan kebanggaan, berubah menjadi sorotan tajam publik. Sebuah unggahan yang memperlihatkan sekelompok siswi SMA sedang merayakan perpisahan sekolah menjadi pembicaraan hangat di media sosial. Dalam foto tersebut, para siswi tampak mengenakan seragam yang dimodifikasi menjadi rok berukuran pendek, sambil tampak asyik berjoget bersama teman-temannya.

Unggahan ini langsung memicu beragam reaksi dari warga maya, sebagian besar berisi kekecewaan dan kritikan keras. Banyak pihak menyayangkan adegan tersebut, menilai penampilan dan tindakan itu tidak lagi mencerminkan etika, norma, maupun citra seorang pelajar yang seharusnya menjaga sopan santun dan kepatutan.

Di sisi lain, tak sedikit p**a yang memandang hal itu sebagai bentuk euforia atau kegembiraan sesaat usai menempuh pendidikan bertahun-tahun, dan menganggap hal itu masih wajar dalam rangkaian perayaan. Perbedaan pandangan ini pun memicu perdebatan panjang di kolom komentar, antara yang menganggap sudah keterlaluan atau masih bisa dimaklumi.

Fenomena ini kembali mengingatkan pentingnya bimbingan dan pengawasan, baik dari pihak sekolah maupun orang tua, agar momen berharga seperti kelulusan tetap berjalan dengan indah, beradab, dan tetap menghormati nilai-nilai kesopanan yang berlaku di masyarakat.

“Rasa benar itu cuma perasaan?”Kalimat dari seorang MC di acara cerdas cermat ini justru memicu gelombang kritik besar d...
13/05/2026

“Rasa benar itu cuma perasaan?”
Kalimat dari seorang MC di acara cerdas cermat ini justru memicu gelombang kritik besar di media sosial. Publik menilai peserta diperlakukan tidak adil, sementara MC dan juri dianggap terlalu arogan saat menghadapi protes dari peserta yang merasa jawabannya benar.

Dalam video yang viral, peserta mencoba mempertahankan jawabannya dengan tenang. Namun, suasana makin panas ketika sang MC malah ikut menyudutkan peserta. Di sisi lain, oknum juri tetap bersikeras bahwa keputusan ada di tangannya, bahkan mengurangi poin peserta dengan alasan jawaban tidak terdengar jelas.

Netizen pun ramai-ramai membela peserta dan menilai sikap panitia tidak profesional untuk sebuah ajang edukasi. Banyak yang menyebut kejadian ini sebagai contoh buruk tentang bagaimana kekuasaan kecil bisa disalahgunakan di depan publik.

Viralnya video tersebut membuat akun media sosial pihak terkait langsung diserbu komentar pedas. Salah satu akun bahkan dikabarkan menutup kolom komentar setelah terus mendapat kritik dari warganet.

Menurut kalian, dalam lomba seperti ini keputusan juri memang harus mutlak… atau peserta tetap berhak membela jawaban yang benar?

Sumber: Video viral media sosial

Nasib tragis menimpa seekor anak anjing campuran bernama Nakio. Ia ditinggalkan sendirian oleh pemiliknya di sebuah ruma...
13/05/2026

Nasib tragis menimpa seekor anak anjing campuran bernama Nakio. Ia ditinggalkan sendirian oleh pemiliknya di sebuah rumah kosong yang disita bank pada musim dingin ekstrem di Nebraska Amerika Serikat. Nakio ditemukan nyaris tak bernyawa karena membeku di dalam genangan air es yang mengeras di ruang bawah tanah. Akibat radang dingin yang sangat parah, ia harus merelakan keempat kakinya, sebagian ekor, dan ujung hidungnya diamputasi agar nyawanya bisa diselamatkan.

Meski cacat permanen dan hanya bisa bergerak dengan cara merangkak menggunakan perutnya, semangat hidup Nakio tidak pernah padam sedikitpun. Ia tetap ceria, penuh kasih sayang, dan berusaha keras bermain layaknya anjing normal. Semangat pantang menyerah inilah yang membuat seorang asisten dokter hewan tersentuh untuk mengadopsinya. Lewat bantuan penggalangan dana, sebuah keajaiban medis akhirnya terwujud.

Pada tahun 2011, Nakio resmi mencetak sejarah baru di dunia kedokteran hewan. Ia menjadi anjing pertama di dunia yang berhasil dipasangkan empat kaki prostetik bionik sekaligus oleh tim spesialis ortopedi hewan. Kaki buatan yang dirancang khusus menyerupai otot dan tulang anjing asli ini membuat Nakio bisa kembali berdiri tegak. Kini, anjing yang dulu nyaris mati membeku itu bisa berlari kencang, melompat kegirangan, dan menjadi inspirasi nyata bagi jutaan orang bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk menyerah pada keadaan.

🚨 HEBOH! MPR RI resmi nonaktifkan dewan juri dan MC usai polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026 Kalbar.Keputusan i...
13/05/2026

🚨 HEBOH! MPR RI resmi nonaktifkan dewan juri dan MC usai polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026 Kalbar.

Keputusan ini diambil setelah viralnya kontroversi penilaian jawaban peserta yang ramai diperbincangkan publik di media sosial. MPR RI mengakui adanya kelalaian dalam proses penjurian dan menegaskan bahwa ajang pendidikan harus menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, dan keadilan.

Selain menonaktifkan pihak terkait, MPR juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

💬 Menurut kamu, apakah langkah MPR RI ini sudah tepat?
Apakah dewan juri dan MC seharusnya mendapat sanksi lebih tegas atau evaluasi saja sudah cukup?

👇 Tulis pendapatmu di kolom komentar!
📢 Jangan lupa SHARE agar makin banyak yang ikut mengawal dunia pendidikan yang adil dan sportif.

[📸: MPR RI]

🚨VIRAL! LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Tuai Sorotan Publik 🚨Keputusan juri di babak final Kompetisi Kuiz Empat Pilar MPR ...
13/05/2026

🚨VIRAL! LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Tuai Sorotan Publik 🚨

Keputusan juri di babak final Kompetisi Kuiz Empat Pilar MPR RI (LCC) Kalimantan Barat mendadak jadi perdebatan panas di media sosial! 😳🔥

Tim SMAN 1 Pontianak disebut kehilangan poin karena jawaban terkait proses pemilihan BPK dianggap kurang tepat. Namun tak lama kemudian, tim SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai netizen memiliki makna serupa… tapi justru mendapat poin penuh dari juri. 🤯

Momen itu langsung memicu protes peserta di lokasi dan perdebatan luas di dunia maya. Banyak yang mempertanyakan konsistensi penilaian dalam lomba tersebut.

🗣️ Salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak, Ocha, kini malah banjir dukungan publik karena keberaniannya menyuarakan keberatan secara langsung. Dukungan pun datang dari Jerome Polin hingga Tissa Biani yang ikut mengomentari viralnya video tersebut.

📌 Pihak MPR RI sendiri kini dikabarkan akan melakukan evaluasi terhadap sistem penilaian dan teknis kompetisi setelah polemik ini ramai diperbincangkan.

⚡ Menurut kalian gimana?
Apakah keputusan juri sudah adil atau memang ada yang janggal dalam penilaian? 👀👇

💬 Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
🔄 SHARE ke teman kalian biar ikut diskusi!
❤️ Follow untuk update berita viral terbaru setiap hari!

Nama Dyastasita Widya Budi tengah menjadi sorotan publik, setelah penilaiannya dalam Lomba Cerdas Cermat atau LCC Empat ...
13/05/2026

Nama Dyastasita Widya Budi tengah menjadi sorotan publik, setelah penilaiannya dalam Lomba Cerdas Cermat atau LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat dinilai tidak adil sehingga merugikan peserta.

Publik kini tidak hanya menyoroti ketidakadilan penilaian Dyastasita terhadap Josepha Alexandra alias Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak, tetapi juga mulai menguliti rekam jejaknya.

Dyastasita, juri yang memberikan nilai minus kepada regu Ocha namun memberi poin penuh kepada peserta lain untuk jawaban yang substansinya serupa, ternyata pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Berdasarkan penelusuran data hukum, Selasa (12/5/2026), Dyastasita yang menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi di Sekretariat Jenderal MPR RI, ternyata memiliki riwayat pemeriksaan oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi.

Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Setjen MPR RI.

Pada Juni 2025 lalu, KPK mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap Dyastasita dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan di Biro Persidangan dan Sosialisasi Setjen MPR RI tahun 2020.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kala itu mengonfirmasi pemeriksaan dilakukan untuk mendalami aliran dana haram dalam proyek pengadaan.

"Iya, saksi hadir. Penyidik kami menggali tentang pengadaan barang dan jasa, saat tempus penerimaan gratifikasi itu terjadi," kata Budi, Rabu 25 Juni 2025.

Dalam pengembangannya, KPK telah menetapkan satu orang tersangka yang diduga menerima gratifikasi dengan nilai yang fantastis, mencapai belasan miliar rupiah.

"KPK sementara ini sudah menetapkan satu tersangka. Potensi kerugian negara belasan miliar, kurang lebih Rp 17 miliar," kata Budi.

Meski Dyastasita diperiksa sebagai saksi, keterlibatannya sebagai PPK dalam proyek di masa tersebut menjadi catatan yang kini diungkit kembali oleh publik di tengah isu ketidakjujuran penilaian lomba.

Kasus hukum ini sempat diklarifikasi oleh Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah. Ia menegaskan bahwa perkara yang ditangani KPK merupakan kasus lama yang terjadi pada periode 2019-2021 dan tidak melibatkan unsur pimpinan MPR saat ini.

"Kami tegaskan, kasus itu perkara lama, periode 2019-2021. Soal ini, tak ada keterlibatan pimpinan MPR. Sebab, kasus itu tanggung jawab administratif serta teknis sekretariat," kata Siti Fauziah ketika itu.

Dinilai curang

Kini, integritas Dyastasita kembali diuji di hadapan publik dalam panggung edukasi.

Dalam Final LCC di Kalimantan Barat, Dyastasita menjadi sorotan saat memberikan nilai minus lima (-5) kepada Regu C dari SMAN 1 Pontianak karena dianggap tidak menyebutkan "DPD" dengan artikulasi yang jelas saat menjawab pertanyaan soal BPK.

Namun, ironisnya, ia memberikan nilai 10 kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas untuk jawaban yang hampir identik.

Sikap kaku juri yang menolak protes siswa dengan alasan "keputusan juri bersifat final" memicu kemarahan Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Habiburokhman.

Ia menilai perilaku juri tersebut kontraproduktif dengan semangat Empat Pilar yang menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran. Habiburokhman bahkan mendesak agar tim juri segera diganti karena dianggap antikritik.

"Kami menyayangkan sikap juri, panitia, dan juga pembawa acara yang tak mengakui kesalahan. Mereka juga menunjukkan sikap antikritik. Mereka selayaknya meminta maaf ke Ocha," kata Habiburokhman.

Tak hanya itu, Ketua Komisi III DPR itu juga menambahkan, "Usulan kami, juri acara itu diganti. Acara disetop dulu sampai ada perbaikan."

Kekayaan Dyastasita

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025, Dyastasita tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp581.220.940.

Publik kini mendesak adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat di lingkungan MPR RI yang terlibat dalam kegiatan strategis seperti edukasi konstitusi bagi generasi muda.

Address

Pariaman
25226

Telephone

+6281393752169

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nickola Oza Channel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share